6 Makanan Tradisional Paskah dari Berbagai Negara, Penuh Makna dan Sejarah
Reporter
Mutmainah J
Editor
Yunan Helmy
04 - Apr - 2026, 12:18
JATIMTIMES - Umat Kristiani di seluruh dunia akan merayakan Paskah pada Minggu 5 April 2026. Hari besar ini memperingati kebangkitan Yesus Kristus dan biasanya dirayakan tidak hanya dengan ibadah, tetapi juga momen kebersamaan bersama keluarga melalui hidangan khas.
Setiap negara memiliki makanan tradisional Paskah yang unik, baik dari segi rasa, bentuk, hingga makna simbolisnya. Meski berbeda-beda, banyak hidangan Paskah di dunia memiliki kesamaan bahan seperti telur, roti, daging domba, dan hasil panen musim semi.
Baca Juga : Pasukan Perdamaian PBB Kembali Jadi Korban di Lebanon, 3 Prajurit Terluka Kena Ledakan
Dilansir dari The Pioneer Woman, tradisi makanan Paskah juga berkaitan erat dengan berakhirnya masa puasa Lent atau pra-Paskah. Selama 40 hari, umat Kristen umumnya menahan diri dari konsumsi daging, telur, dan produk susu. Saat Paskah tiba, berbagai bahan tersebut kembali diolah menjadi hidangan istimewa.
Berikut enam makanan tradisional Paskah dari berbagai negara yang sarat makna:
1. Hot Cross Buns (Inggris)

Hot cross buns merupakan roti manis berbumbu yang sangat identik dengan perayaan Paskah di Inggris. Roti ini dibuat dari adonan kaya yang mengandung susu, mentega, serta tambahan kismis atau buah kering.
Ciri khasnya adalah tanda salib di bagian atas roti, yang melambangkan penyaliban Yesus Kristus. Selain itu, rempah-rempah seperti kayu manis, pala, dan kapulaga memberi aroma hangat yang khas.
Menurut berbagai cerita tradisional, roti ini dipercaya membawa keberuntungan. Bahkan, ada keyakinan bahwa hot cross buns yang digantung saat Jumat Agung dapat bertahan hingga setahun tanpa basi.
2. Tsoureki (Yunani)

Dari Yunani, ada roti kepang bernama tsoureki yang menjadi hidangan khas Paskah. Roti ini biasanya dibuat dari adonan kaya telur dan dibentuk menjadi tiga helai kepangan yang melambangkan Tritunggal Mahakudus.
Tsoureki sering dihiasi telur rebus berwarna merah, yang melambangkan darah Kristus sekaligus simbol kehidupan baru. Aroma khasnya berasal dari mahleb —biji dari inti buah ceri— serta kulit jeruk.
Dalam tradisi Ortodoks Yunani, roti ini biasanya disantap setelah ibadah Vigili Paskah tengah malam.
3. Colomba di Pasqua (Italia)

Italia memiliki roti khas Paskah bernama colomba di Pasqua, yang berarti “merpati Paskah”. Roti ini berbentuk burung merpati sebagai simbol perdamaian dan harapan baru.
Teksturnya lembut dan mirip panettone, dengan tambahan manisan jeruk dan taburan almond di bagian atas. Di baliknya, terdapat legenda tentang seorang gadis yang menghadiahkan roti berbentuk merpati kepada Raja Alboin sebagai simbol perdamaian.
Kini, colomba menjadi salah satu oleh-oleh Paskah paling populer di Italia.
4. Kulich dan Pashka (Rusia)

Di Rusia dan negara-negara Ortodoks Timur, Paskah identik dengan dua hidangan sekaligus: kulich dan pashka.
Baca Juga : Puguh DPRD Jatim Apresiasi Uji Coba MBG Prasmanan di Malang: Penyajian Lebih Fresh
Kulich adalah roti manis berbentuk silinder tinggi dengan aroma vanila dan hiasan gula di atasnya. Sementara pashka terbuat dari keju cottage yang dicetak berbentuk piramida dan dihiasi simbol keagamaan.
Kedua makanan ini biasanya dibawa ke gereja pada Sabtu Agung untuk diberkati, sebelum akhirnya disantap setelah perayaan Paskah.
5. Capirotada (Meksiko)

Capirotada adalah hidangan khas Meksiko yang sangat kaya simbolisme. Makanan ini berupa puding roti dengan campuran rasa manis dan gurih.
Setiap bahan memiliki arti religius, seperti roti yang melambangkan tubuh Kristus, sirup gula sebagai darah-Nya, cengkeh sebagai paku salib, dan kayu manis sebagai salib itu sendiri. Sementara keju di atasnya melambangkan kain kafan.
Hidangan ini biasanya disajikan selama masa Lent hingga Paskah.
6. Rosca de Pascua (Argentina)

Dari Argentina, ada rosca de pascua, yaitu roti manis berbentuk cincin yang dihias dengan krim dan buah-buahan.
Roti ini memiliki tekstur ringan, mirip brioche, dan menjadi simbol kebersamaan dalam perayaan Paskah. Bentuknya yang melingkar juga sering dimaknai sebagai lambang keabadian.
Tradisi roti ini sudah ada sejak lama, bahkan sebelum penggunaan baking powder modern.
Setiap hidangan Paskah tidak hanya menawarkan cita rasa khas, tetapi juga menyimpan nilai sejarah dan simbol keagamaan yang mendalam. Tradisi ini menjadi pengingat bahwa Paskah bukan sekadar perayaan, melainkan juga momen refleksi dan kebangkitan iman.
