Retakan Kembali Muncul di Pasar Besar, Pemkot Malang Siapkan Sterilisasi
Reporter
Riski Wijaya
Editor
Nurlayla Ratri
20 - May - 2026, 04:10
JATIMTIMES - Retakan kembali ditemukan di bangunan Pasar Besar Malang. Kali ini, retakan ditemukan di dinding sisi timur. Tepat di atas dinding yang retak tersebut, terdapat tandon air yang masih digunakan.
Kondisi tersebut membuat Pemerintah Kota (Pemkot) Malang mengambil langkah antisipasi dengan mensterilkan area di sekitar titik retakan demi menghindari risiko yang tak diinginkan.
Baca Juga : Teken Petisi, Ketua DPRD Jatim Musyafak Tegaskan Dukung Aspirasi Driver Online
Kepala Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan (Diskopindag) Kota Malang, Eko Sri Yuliadi mengatakan, pihaknya menerima sejumlah laporan dari masyarakat dan media terkait kemunculan retakan tersebut.
"Ya kemarin ada beberapa laporan, saya terima kasih sekali kepada masyarakat dan media yang sudah menyampaikan informasi itu," ujar Eko.
Sebagai langkah awal, Diskopindag bersama pihak terkait langsung melakukan sterilisasi di area sekitar retakan. Pembatas dipasang agar tidak ada aktivitas masyarakat di bawah titik yang dinilai rawan tersebut.
"Langkah-langkah yang kami lakukan ini kita masih clearing area, kita kasih pembatas sehingga nanti di bawahnya tidak ada orang yang beraktivitas baik itu berjualan maupun tukang parkir, karena melihat kondisi fisik dari Pasar Besar ini yang cukup memprihatinkan," jelasnya.
Meski demikian, hingga kini belum ada proses pembongkaran maupun perbaikan permanen yang dilakukan. Pemkot Malang masih menunggu arahan lebih lanjut dari pimpinan terkait langkah penanganan berikutnya.
"Sudah kita lakukan itu, tapi untuk melakukan pembongkaran kami masih menunggu petunjuk lebih lanjut dari pimpinan," imbuhnya.
Eko mengakui, kondisi konstruksi Pasar Besar saat ini memang sudah memprihatinkan. Bahkan berdasarkan kajian teknis, beberapa bagian bangunan dinilai sudah tidak layak.
Baca Juga : FSTEM Resmi Jadi Nama Baru FMIPA UB, Siapkan Era Baru Keilmuan Multidisiplin
"Ya ini kalau konstruksi ini secara teknis kan memang sudah tidak layak. Dan ini sangat memprihatinkan sekali," katanya.
Menurutnya, kondisi tersebut membuat Pemkot Malang berada dalam posisi dilematis. Perbaikan kecil yang dilakukan dinilai tidak akan mampu menyelesaikan persoalan secara menyeluruh, sementara jika dibiarkan justru berpotensi menimbulkan risiko baru.
"Artinya dengan kecil-kecil ini kita perbaiki, ndak kita perbaiki salah, kita perbaiki tapi nggak bisa menyeluruh. Kalau tidak kita perbaiki tadi ada risiko nanti kita yang disalahkan lagi," jelas Eko.
Untuk sementara, Pemkot Malang hanya dapat melakukan penanganan darurat sembari menunggu keputusan lebih lanjut terkait penanganan Pasar Besar secara keseluruhan.
"Karena kondisi fisik berdasarkan kajian kan memang sudah ndak layak, sudah ada yang putus. Ini yang harus dipahami oleh semua pedagang. Sehingga harapan kami memang ya harus sudah satu suara lah kita sama-sama untuk kepentingan orang banyak," pungkasnya.
