Sering Bingung Padu Padan Outfit? Coba Rumus Warna 60-30-10 Ini
Reporter
Irsya Richa
Editor
Yunan Helmy
18 - Jun - 2026, 04:30
JATIMTIMES - Punya banyak pakaian di lemari tetapi masih sering kebingungan memadukan warnanya? Desainer Tekstil, Iyonono, membagikan rumus sederhana 60-30-10 yang diadopsi dari prinsip seni rupa untuk membantu menciptakan tampilan yang harmonis sekaligus menyampaikan kesan tertentu lewat warna.
“Kalau kamu punya banyak pakaian di lemari tapi bingung cara paduin warnanya, aku punya rumusnya. Karena background-ku adalah seni rupa, jadi aku akan kasih tips berdasarkan kacamata seni rupa. Rumusnya 60, 30, 10,” kata Iyonono.
Baca Juga : 5 Kebiasaan Pagi Orang Sukses yang Bisa Kamu Tiru, Sederhana Tapi Efeknya Luar Biasa
Dalam konsep tersebut, 60 persen merupakan warna utama yang mendominasi keseluruhan tampilan. Sementara 30 persen berfungsi sebagai warna penunjang, dan 10 persen sisanya menjadi warna pelengkap atau aksen yang memberikan sentuhan berbeda pada outfit.
Iyonono menambahkan bahwa setiap warna memiliki makna dan filosofi tersendiri. Karena itu, pemilihan warna sebaiknya disesuaikan dengan suasana maupun tujuan yang ingin dicapai dalam suatu kesempatan.
Contohnya saat akan menghadiri pertemuan bisnis dengan para pemimpin perusahaan, ia cenderung menghindari warna yang terlalu mendominasi atau terkesan mengintimidasi. “Kalau aku lagi meeting dengan klien yang dihadiri para pemimpin perusahaan, aku jelas nggak akan memilih warna merah atau hitam. Aku lebih memilih warna biru karena secara filosofis mengandung arti stabilitas, kebijaksanaan, dan kedamaian,” imbuhnya.
Untuk melengkapi tampilan tersebut, ia biasanya memilih warna abu-abu atau navy sebagai komposisi 30 persen. Kedua warna itu dianggap mencerminkan keseimbangan, kestabilan, serta profesionalisme.
Sementara itu, bagian 10 persen yang menjadi aksen dapat diisi dengan warna yang lebih cerah, misalnya oranye pada aksesori. “Warna oranye sendiri memiliki arti antusiasme dan kreativitas,” jelas Iyonono.
Tidak hanya untuk suasana formal, prinsip serupa juga dapat diterapkan ketika memilih pakaian untuk berlibur. Menurut Iyonono, suasana santai seperti di pantai lebih cocok dipadukan dengan warna-warna lembut dibandingkan warna primer yang terlalu kuat.
Baca Juga : Kalender Jawa Weton Kamis Legi 18 Juni 2026: Hindari Pertengkaran
“Kalau pergi ke pantai, aku nggak akan pilih warna-warna yang sangat dominan seperti merah, kuning, atau biru. Aku lebih suka warna-warna turunan atau dusty karena memberi kesan lebih rileks, sederhana, dan hangat,” tambahnya.
Dengan pendekatan seni rupa dan psikologi warna, Iyonono berharap masyarakat busa lebih percaya diri dalam menentukan gaya berpakaian. Ia menilai memahami karakter warna dapat membantu seseorang menampilkan kesan yang sesuai dengan situasi yang dihadapi.
“Pokoknya, kalau kalian bingung, ingat saja rumus 60-30-10 yang sering aku terapkan. Semoga bermanfaat,” tutup Iyonono.
