Dampingi Menag di IGIC 2026, Rektor UIN Malang Perkuat Peran Masjid sebagai Pusat Peradaban dan Perdamaian Dunia
Reporter
Anggara Sudiongko
Editor
Yunan Helmy
03 - Aug - 2026, 06:34
JATIMTIMES – Komitmen Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim (UIN Maliki) Malang dalam mendukung penguatan diplomasi keagamaan di tingkat internasional kembali ditunjukkan. Kali ini melalui kehadiran Rektor UIN Maliki Malang Prof Dr Hj Ilfi Nur Diana MSi yang mendampingi Menteri Agama Republik Indonesia Prof Dr KH Nasaruddin Umar MA pada rangkaian pembuka Bridging to International Grand Imams Conference (IGIC) 2026 di Masjid Al Akbar Surabaya, Minggu (2/8/2026).
Forum internasional tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat fungsi masjid tidak hanya sebagai tempat ibadah, tetapi juga sebagai pusat pembangunan peradaban, diplomasi keagamaan, serta penguatan perdamaian dunia. Kehadiran rektor UIN Malang sekaligus mencerminkan dukungan aktif kampus terhadap agenda strategis Kementerian Agama yang mengedepankan nilai Islam yang moderat dan inklusif.
Kegiatan pembuka IGIC 2026 diawali dengan seminar nasional yang mempertemukan ulama, akademisi, serta tokoh agama dari berbagai daerah. Setelah itu, agenda dilanjutkan dengan Istigasah dan Tablig Akbar bertema Masjid Harmony, Religious Diplomacy and Global Peace yang dipimpin langsung oleh menteri agama RI. Acara tersebut diikuti puluhan ribu jemaah dari berbagai kabupaten dan kota di Jawa Timur.
Sejumlah tokoh turut hadir dalam kegiatan itu. Di antaranya Gubernur Jawa Timur Dr (Hac) Hj Khofifah Indar Parawansa MSi, para pengasuh pondok pesantren, imam masjid, akademisi, tokoh agama, hingga berbagai unsur masyarakat yang mendukung terselenggaranya IGIC 2026.
Dalam kesempatan tersebut, UIN Maliki Malang juga mengerahkan lebih dari 400 pembimbing mahasantri Ma'had Al Jami'ah yang terdiri atas musyrif dan musyrifah. Kehadiran mereka menjadi representasi kontribusi perguruan tinggi dalam menyiapkan kader ulama yang memiliki kompetensi keilmuan, spiritualitas, religiusitas, serta pemahaman moderasi beragama.
Partisipasi tersebut dinilai sejalan dengan peran UIN Malang sebagai perguruan tinggi Islam yang terus mengembangkan nilai Islam rahmatan lil 'alamin sekaligus mendukung berbagai program prioritas Kementerian Agama dalam memperkuat kehidupan beragama yang harmonis, baik di tingkat nasional maupun internasional.
Menteri Agama RI Prof Dr KH Nasaruddin Umar MA dalam arahannya menekankan bahwa keberadaan masjid memiliki fungsi yang jauh lebih luas dibanding sekadar tempat melaksanakan ibadah ritual. "Masjid itu adalah rumah kemanusiaan. Jadi, bukan hanya dipakai untuk ibadah ritual, tetapi juga menjadi tempat untuk memberdayakan masyarakat," ujarnya.
Ia menambahkan, masjid harus mampu menjadi pusat solusi bagi berbagai persoalan sosial sekaligus ruang pemberdayaan umat. Karena itu, paradigma dalam memakmurkan masjid perlu diubah agar keberadaan masjid benar-benar memberi dampak bagi masyarakat.
"Mari kita mengubah Jawa Timur. Bukan kita lagi yang memberdayakan masjid, tetapi masjid yang memberdayakan umat," paparnya.
Baca Juga : Viral 135 Titik Koperasi Merah Putih di Kalsel Muncul di Atas Laut, Ini Penyebabnya
Sementara itu, Rektor UIN Maliki Malang Prof Dr Hj Ilfi Nur Diana MSi mengatakan keikutsertaan ratusan musyrif dan musyrifah Ma'had Al Jami'ah merupakan bentuk dukungan nyata kampus terhadap penyelenggaraan IGIC 2026 sekaligus implementasi visi universitas dalam mencetak ulama intelektual yang mampu menjawab tantangan zaman.
"UIN Maulana Malik Ibrahim Malang siap mendukung setiap ikhtiar Kementerian Agama dalam memperkuat harmoni, moderasi beragama, dan perdamaian global. Kehadiran para musyrif dan musyrifah Ma'had Al Jami'ah merupakan wujud pengabdian kader-kader ulama yang tidak hanya memiliki kedalaman spiritual dan religiusitas, tetapi juga siap menjadi agen pemberdayaan masyarakat melalui masjid sebagai pusat peradaban," ujar Prof Ilfi.
Lebih dari sekadar forum keagamaan, IGIC 2026 menjadi wadah kolaborasi antara pemerintah, perguruan tinggi, pesantren, imam masjid, dan masyarakat dalam memperkuat diplomasi keagamaan Indonesia di panggung internasional. Melalui sinergi tersebut, masjid diharapkan semakin berperan sebagai pusat pembinaan umat, pemberdayaan masyarakat, penguatan nilai-nilai kemanusiaan, sekaligus ruang lahirnya berbagai inisiatif yang mendorong terciptanya harmoni dan perdamaian dunia.
Keikutsertaan UIN Maliki Malang dalam agenda internasional ini sekaligus mempertegas posisinya sebagai perguruan tinggi Islam bereputasi internasional yang konsisten melahirkan ulama intelektual, memperkuat moderasi beragama, serta berkontribusi dalam pembangunan peradaban Islam yang inklusif, damai, dan berkemajuan.
