Panduan Lengkap Salat Jenazah Sesuai Mazhab Syafi’i
Reporter
Binti Nikmatur
Editor
Sri Kurnia Mahiruni
06 - Aug - 2025, 07:19
JATIMTIMES - Salat jenazah merupakan salah satu ibadah penting yang perlu diketahui setiap Muslim, meskipun pelaksanaannya tidak seintens salat lima waktu. Ibadah ini tergolong fardu kifayah, artinya wajib dilaksanakan oleh sebagian umat Islam apabila ada yang meninggal dunia. Namun, sangat dianjurkan bagi siapa pun yang mengetahui kabar duka untuk ikut melaksanakannya.
Berbeda dari salat wajib lainnya, salat jenazah tidak menggunakan gerakan ruku’, i’tidal, maupun sujud. Lalu, bagaimana rukun dan tata cara salat jenazah menurut mazhab Syafi’i? Berikut penjelasan lengkapnya sebagaimana dirangkum dari karya Syekh Muhammad Nawawi al-Bantani dalam Tausyih ‘ala Ibni Qasim, dikutip NU Online.
Baca Juga : JatimTIMES Gelar Lomba Baca Puisi Kemerdekaan 2025, Ini Cara Daftarnya!
1. Niat
Sama halnya dengan salat lainnya, niat salat jenazah harus diucapkan dalam hati bersamaan dengan takbiratul ihram.
Jika salat dilakukan sendiri dan jenazah berjenis kelamin laki-laki, berikut lafal niatnya:
أُصَلِّيْ عَلَى هٰذَا الـمَيِّتِ فَرْضًا لِلّٰهِ تَعَالَى
Ushalli ‘alâ hâdzal mayyiti fardlan lillâhi ta’âlâ
Artinya: Aku niat salat atas jenazah (laki-laki) ini fardu karena Allah Ta’ala.
Jika jenazahnya perempuan, lafal niat berubah menjadi:
أُصَلِّي عَلَى هٰذِهِ الـمَيِّتَةِ فَرْضًا لِلّٰهِ تَعَالَى
Ushalli ‘alâ hâdzihil mayyitati fardlan lillâhi ta’âlâ
Artinya: Aku niat salat atas jenazah (perempuan) ini fardu karena Allah Ta’ala.
Sedangkan jika menjadi makmum dalam salat berjemaah, lafal niatnya sebagai berikut (untuk jenazah laki-laki maupun perempuan):
أُصَلِّيْ عَلَى مَنْ صَلَّى عَلَيْهِ الْإِمَامُ مَأْمُومًا فَرْضًا لله تَعَالَى
Ushalli ‘alâ man shalla ‘alaihil imâmu ma’mûman fardlan lillâhi ta’âlâ
Artinya: Aku niat salat atas jenazah yang disalatkan oleh imam, fardu karena Allah Ta’ala.
2. Berdiri bagi yang Mampu
Salat jenazah wajib dilakukan dalam posisi berdiri, karena termasuk salat fardu. Jika tidak mampu berdiri, maka diperbolehkan dilakukan sambil duduk, sebagaimana ketentuan dalam salat wajib lainnya.
3. Takbir Empat Kali
Jumlah takbir dalam salat jenazah adalah empat kali, termasuk takbiratul ihram. Bila kurang dari empat, maka salat tidak sah. Disunnahkan untuk mengangkat tangan sejajar dengan pundak setiap kali takbir, sebagaimana praktik dalam salat lima waktu.
4. Membaca Surah Al-Fatihah
Setelah Takbir Pertama
Setelah takbir pertama, bacaan yang diutamakan adalah Surah Al-Fatihah. Sebaiknya mendahuluinya dengan membaca ta’awwudz, namun tidak perlu membaca doa iftitah, karena dianggap terlalu panjang. Bacaan dilakukan dengan suara lirih agar terdengar oleh diri sendiri.
5. Membaca Selawat Setelah Takbir Kedua
Pada takbir kedua, bacaan yang dianjurkan adalah selawat kepada Nabi Muhammad SAW. Bacaan minimal yang mencukupi adalah:
اَللّٰهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ
Allâhumma shalli ‘alâ sayyidinâ Muhammad
Artinya: Ya Allah, limpahkanlah rahmat kepada Nabi Muhammad.
Namun yang lebih utama adalah membaca Selawat Ibrahimiyah, sebagaimana yang dibaca pada tasyahud akhir dalam salat wajib:
اَللّٰهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ، وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيمَ، وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيمَ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ، وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ، كَمَا بَارَكْتَ عَلَى سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيمَ، وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيمَ، فِي الْعَالَمِينَ إِنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيدٌ
Allâhumma shalli ‘alâ sayyidinâ Muhammad wa ‘alâ âli sayyidinâ Muhammad, kamâ shallaita ‘alâ sayyidinâ Ibrâhîm wa ‘alâ âli sayyidinâ Ibrâhim, wa bârik ‘alâ sayyidinâ Muhammad, wa ‘alâ âli sayyidinâ Muhammad, kamâ bârakta ‘alâ sayyidina Ibrâhîm wa ‘alâ âli sayyidinâ Ibrâhîm fil ‘âlamîna innaka hamîdun majîd.
Artinya: Ya Allah, limpahkanlah rahmat kepada Nabi Muhammad dan kepada keluarga Nabi Muhammad, sebagaimana telah Engkau limpahkan rahmat kepada Nabi Ibrahim dan keluarga Nabi Ibrahim. Limpahkan pula keberkahan bagi Nabi Muhammad dan bagi keluarga Nabi Muhammad, sebagaimana telah Engkau limpahkan keberkahan bagi Nabi Ibrahim dan bagi keluarga Nabi Ibrahim. Sesungguhnya di alam semesta Engkau Maha Terpuji dan Maha Agung.
6. Mendoakan Jenazah Setelah Takbir Ketiga
Doa untuk jenazah dibaca setelah takbir ketiga. Bacaan minimal untuk jenazah laki-laki adalah:
اَللّٰهُمَّ اغْفِرْ لَهُ
Allâhumaghfir lahu
Artinya: Ya Allah, ampunilah dia (laki-laki).
Jika jenazah perempuan:
اَللّٰهُمَّ اغْفِرْ لَهَا
Allâhumaghfir lahâ
Artinya: Ya Allah, ampunilah dia (perempuan).
Untuk doa yang lebih lengkap, bacaan bagi jenazah laki-laki sebagai berikut:
اَللّٰهُمَّ اغْفِرْ لَهُ وَارْحَمْهُ وَعَافِهِ وَاعْفُ عَنْهُ، وَأَكْرِمْ نُزُلَهُ، وَوَسِّعْ مَدْخَلَهُ، وَاغْسِلْهُ بِالْمَاءِ وَالثَّلْجِ وَالْبَرَدِ، وَنَقِّهِ مِنَ الْخَطَايَا كَمَا نَقَيْتَ الثَّوْبَ الْأَبْيَضَ مِنَ الدَّنَسِ، وَأَبْدِلْهُ دَارًا خَيْرًا مِنْ دَارِهِ، وَاَهْلًا خَيْرًا مِنْ اَهْلِهِ، وَزَوْجًا خَيْرًا مِنْ زَوْجِهِ وأَدْخِلْهُ الْجَنَّةَ وَأَعِذْهُ مِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ وَ مِنْ عَذَابِ النَّارِ
Baca Juga : Program Cek Kesehatan Gratis di Sekolah Surabaya Sasar 242 Ribu Siswa
Allâhummaghfir lahu warhamhu wa ‘âfihi wa‘fu anhu wa akrim nuzulahu wa wassi’ madkhalahu waghsilhu bilmâ’i wats tsalji wal baradi, wa naqqihi minal khathâyâ kamâ naqaita ats-tsauba al-abyadh minad danasi, wa abdilhu dâran khairan min dârihi wa ahlan khairan min ahlihi wa zaujan khairan min zaujihi wa adkhilhu al-jannata wa a’idzhu min ‘adzâbil qabri wa min adzâbinnâr
Artinya: Ya Allah, ampunilah dia, rahmatilah dia, bebaskanlah dan maafkanlah dia. Muliakanlah tempatnya, luaskanlah kuburnya, dan mandikanlah ia dengan air, salju, dan es. Bersihkan dia dari segala kesalahan, sebagaimana Engkau membersihkan baju yang putih dari kotoran. Berikan ia rumah yang lebih baik dari rumahnya (di dunia), keluarga yang lebih baik dari keluarganya, pasangan yang lebih baik dari pasangannya. Kemudian masukkanlah ia ke dalam surga dan lindungilah ia dari siksa kubur dan siksa neraka.
Sedangkan ketika jenazah berkelamin perempuan, maka dianjurkan membaca doa berikut ini:
اَللّٰهُمَّ اغْفِرْ لَها وَارْحَمْهَا وَعَافِهَا وَاعْفُ عَنْهَا، وَأَكْرِمْ نُزُلَهَا، وَوَسِّعْ مَدْخَلَهَا، وَاغْسِلْهَا بِالْمَاءِ وَالثَّلْجِ وَالْبَرَدِ، وَنَقِّهَا مِنَ الْخَطَايَا كَمَا نَقَيْتَ الثَّوْبَ الْأَبْيَضَ مِنَ الدَّنَسِ، وَأَبْدِلْهَا دَارًا خَيْرًا مِنْ دَارِهَا، وَاَهْلًا خَيْرًا مِنْ اَهْلِهَا، وَزَوْجًا خَيْرًا مِنْ زَوْجِهَا وأَدْخِلْهَا الْجَنَّةَ وَأَعِذْهَا مِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ وَ مِنْ عَذَابِ النَّارِ
Allâhummaghfir lahâ warhamhâ wa ‘âfihâ wa‘fu anhâ wa akrim nuzulahâ wa wassi’ madkhalahâ waghsilhâ bilmâ’i wats tsalji wal baradi, wa naqqihâ minal khathâyâ kamâ naqaita ats-tsauba al-abyadh minad danasi, wa abdilhâ dâran khairan min dârihâ wa ahlan khairan min ahlihâ wa zaujan khairan min zaujihâ wa adkhilhâ al-jannata wa a’idzhâ min ‘adzâbil qabri wa min adzâbinnâr
Artinya: Ya Allah, ampunilah dia, rahmatilah dia, bebaskanlah dan maafkanlah dia. Muliakanlah tempatnya, luaskanlah kuburnya, dan mandikanlah ia dengan air, salju, dan es. Bersihkan dia dari segala kesalahan, sebagaimana Engkau membersihkan baju yang putih dari kotoran. Berikan ia rumah yang lebih baik dari rumahnya (di dunia), keluarga yang lebih baik dari keluarganya, pasangan yang lebih baik dari pasangannya. Kemudian masukkanlah ia ke dalam surga dan lindungilah ia dari siksa kubur dan siksa neraka.
7. Takbir Keempat dan Doa Penutup
Setelah takbir keempat, disunnahkan membaca doa penutup. Untuk jenazah laki-laki:
اَللّٰهُمَّ لاتَحرِمْنا أَجْرَهُ ولاتَفْتِنَّا بَعدَهُ وَاغْفِرْ لَنَا وَلَهُ
Allâhumma lâ tahrimnâ ajrahu wa la taftinna ba’dahu waghfir lanâ wa lahu
Artinya: Ya Allah, jangan haramkan kami dari pahalanya dan jangan beri fitnah (cobaan) bagi kami sepeninggalnya. Ampunilah kami dan ampunilah dia.
Untuk jenazah perempuan:
اَللّٰهُمَّ لاَ تَحْرِمْنَا أَجْرَهَا وَلاَ تَفْتِنَّا بَعْدَهَا وَاغْفِرْ لَنَا وَلَهَا
Allâhumma lâ tahrimnâ ajrahâ wa la taftinna ba’dahâ waghfir lanâ wa lahâ
Artinya: Ya Allah, jangan haramkan kami dari pahalanya dan jangan beri fitnah (cobaan) bagi kami sepeninggalnya. Ampunilah kami dan ampunilah dia.
8. Mengucapkan Salam
Rukun terakhir dari salat jenazah adalah mengucapkan salam, yang dibaca sebagaimana dalam salat lima waktu:
السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ
Assalâmu‘alaikum warahmatullâhi wabarakâtuh
Artinya: Semoga keselamatan, rahmat, dan berkah dari Allah tercurah kepada kalian.
Disunnahkan memberi salam ke kanan untuk salam pertama dan ke kiri untuk salam kedua, meskipun sebagian ulama menyebutkan cukup satu salam saja.
Demikian panduan lengkap mengenai rukun dan tata cara salat jenazah menurut mazhab Syafi’i. Semoga informasi ini bermanfaat.
