Tahun ini Pemerintah Kota (Pemkot) Blitar memastikan akan menyelesaikan pembangunan 5 ruang operasi di Rumah Sakit Daerah (RSD) Mardi Waluyo Kota Blitar.
Demi merealisasikan proyek pembangunan infrastruktur kesehatan itu, Pemkot Blitar menganggarkan Rp 10 Miliar guna membiayai proses pengerjaan pembangunan ruang operasi itu.
“Ya, tahun ini kembali dilanjutkan untuk pembangunan beberapa ruangan dan fasilitas lainnya. Kamar operasi ini nanti digunakan untuk kasus-kasus elektif (kasus tertentu atau pilihan). Dengan dibangunnya gedung bedah central itu, diharapkan pasien terlayani dengan optimal,” kata Direktur RSD Mardi Waluyo, Ramiadji, Selasa (19/03/2019).
Dari lima kamar yang dibangun, lanjut dia, tiga kamar operasi dipergunakan untuk kasus tertentu atau pilihan, sedangkan dua kamar lagi dengan konsep Instalasi Gawat Darurat (IGD), diperuntukkan bagi kasus bersifat darurat.
Pembangunan ruang operasi tahun ini, merupakan lanjutan proyek tahun 2018 yang lalu karena sempat terhenti. Melalui Badan Layanan Umum Daerah (BULD), pihaknya menggelontor Rp 10 Miliar untuk pembangunan lima ruang operasi tersebut agar rampung di tahun ini.
Terkini, proses pelaksanaan masih tahap lelang. Ramiadji memperkirakan lima ruang operasi yang dibangun tersebut rampung dikerjakan dan bisa difungsikan pada bulan Juni atau Juli. "Mungkin bulan Juni atau Juli sudah bisa beroperasi," pungkasnya.(*)
