Untuk menjadi anggota Marinir, siswa dan Taruna Marinir harus menjalani Pendidikan Komando. Pendidikan Komando ini akan membentuk mereka menjadi prajurit marinir yang tangguh. Pendidikan Komando ini dilaksanakan selama 77 hari terhitung mulai 17 Maret 2019 lalu.
Ada lima tahapan yang harus dijalani dalam Pendidikan Komando ini. Tahap pertama adalah Tahap Laut. Materinya latihan renang sejauh satu kilometer. Kedua, Tahap Dasar Komando yakni latihan naik turun tali mountain ring dari mana dia harus turun, dimana dia harus naik dengan menggunakan tali-talian.

Ketiga adalah Tahap Hutan yakni latihan melaksanakan perang di hutan dalam kondisi apapun. Keempat Tahap GLG yaitu Gerilya Lawan Gerilya. Pada tahap ini siswa dibekali ilmu untuk mengamankan negara. Yang kelima adalah Tahap Lintas Medan. "Jalan kaki dari Banyuwangi sampai Surabaya. Melintasi semua medan dari jalan raya, hutan, kemudian perkotaan sampai ke Surabaya di home base mereka," jelas Direktur Pendidikan dan Latihan Kodiklatal, Laksamana Pertama Deni Septiana, Senin (29/4/19).
Saat ini, menurutnya, Pendidikan Komando Siswa dan Taruna Marinir sudah memasuki tahap ketiga yakni tahap hutan. Mereka melakukan latihan tembak lorong, tembak reaksi, latihan menangkap hewan liar. "Kemudian bagaimana melaksanakan sea survival termasuk jungle survival. Termasuk bagaimana menangkap binatang buas," tegasnya saat meninjau Pendidikan Komando siswa dan Taruna Marinir di daerah latihan Komando 159 Marinir, Dusun Selogiri, Desa Ketapang, Kecamatan Kalipuro, Banyuwangi.
Dalam Pendidikan Komando Tahap Hutan ini mereka dibekali kemampuan survival atau cara bertahan hidup. Materi survival penting bagi prajurit untuk tetap bertahan hidup dengan memanfaatkan kemampuan yang dimiliki dan peralatan yang seadanya. Bagaimana menghadapi hewan buas yang ada di hutan, memasak tanpa alat dan memanfaatkan tumbuhan yang ada di hutan sebagai makanan dan minuman.
Pendidikan Komando ini diikuti 193 personel yang terdiri dari 19 taruna dan 174 siswa Bintara dari Dikmaba 38 dan 37. Setelah menjalani Pendidikan Komando ini, para prajurit siswa Dikmaba akan dilantik menjadi Bintara Marinir dan lulusan Taruna akan menjadi perwira Marinir yang profesional. "Diko (Pendidikan Komando) ini diterima semua prajurit Marinir. Dari mulai tahap dasar komando sampai ke tahap lintas medan," pungkasnya
