Ilustrasi (Istimewa).
Ilustrasi (Istimewa).

Persahabatan antara kaum musyrikin Quraisy Makkah dan muslimin ternyata terjadi di masa perjuangan Rasulullah SAW. Kisah persahabatan itu terjadi antara pemimpin suku besar di Madinah dengan sosok berpengaruh di kalangan kaum musyrikin Quraisy Makkah yang memusuhi Rasulullah SAW.

Dua sahabat itu adalah Umaiyah bin Khalaf dari kaum Quraisy dan Saad bin Muadz yang merupakan pemimpin tokoh Aus, salah satu suku terbesar di Madinah. Persahabatan keduanya memiliki kisah unik dan menjadi pelajaran bagi umat muslim.

Baca Juga : Namanya Tak Banyak Dikenal, ini Sosok yang Dimuliakan dan Sangat Dikenal Kehidupan Langit

Ustaz Khalid Basalamah dalam sebuah kajian menyampaikan, Umaiyah bin Khalaf adalah sahabat dekat Abu Jahal. Dalam riwayat Bukhari, disebutkan Umaiyah bin Khalaf juga bersahabat dengan petinggi Anshar, yaitu Saad bin Muadz, pimpinan suku Aus yang sangat terkenal. Kaum Anshar-lah yang menerima Rasulullah dan pengikutnya saat hijrah dari Makkah karena gangguan kaum Quraisy.

Suatu ketika, Saad bin Muadz ingin melakukan tawaf ke Makkah pada tahun pertama Hijriah. Saad pun mengirimkan surat kepada Umaiyah.

Saat hendak melakukan tawaf dan ditemani Umaiyah, tiba-tiba saja Abu Jahal datang. Kemudian Abu Jahal bertanya, “Wahai Umaiyah, siapakah dia?”

Umaiyah berkata, “Ini Saad bin Muadz, pimpinan Aus, suku yang besar di Madinah.”

Mendengar jawaban itu, Abu Jahal bereaksi. "Saad bin Muadz pimpinan Aus, kamu tidak akan selamat keluar dari Makkah," ucap Abu Jahal.

"Wahai Abu Jahal, jika kau berani menyentuhku, maka aku akan melawanmu. Dan kalaupun aku terbunuh, kau pikir sukuku akan diam? Mereka akan menyerang Makkah," jawab Saad bin Muadz.

"Kau tak bisa," timpal Abu Jahal. "Demi Allah aku bisa," jawab Saad.

Keduanya berantam mulut. Umaiyah berada di tengah dan melihat kedua sahabatnya. Dalam riwayat disebutkan bahwa Umaiyah memiliki kecenderungan berpihak kepada Abu Jahal.

"Wahai Saad, jangan kau tinggikan suaramu kepada Abu Hakam (Abu Jahal) karena dia adalah pemimpin lembah ini. Dia raja kami," katanya.

Padahal Umaiyah telah memberikan jaminan untuk keselamatan Saad saat akan melakukan tawaf di Makkah. Sejak saat itu, Saad menyampaikan hubungannya dengan Umaiyah telah berakhir.

Bukan hanya itu. Saad juga menjelaskan bahwa pada waktunya, sebagaimana hadis Rasulullah SAW, maka umat muslimin akan membunuh Umaiyah dan juga kaum Quraisy. Hal itu membuat Umaiyah kaget hingga benda yang dia pegang di tangannya jatuh.

Baca Juga : Bikin Geger pada Masanya, Ini Sapi dan Serigala yang Berbicara Bahasa Manusia

“Apakah Muhammad menjelaskan di mana aku akan dibunuh?”  tanya Umaiyah. "Tidak ada. Tapi yang jelas kami akan membunuhmu," jawab Saad.

Saat itu, Umaiyah bingung dan meninggalkan keduanya sambil berkata, “Muhammad tak pernah berdusta.”

Abu Jahal ternyata juga takut dan meninggalkan Saad. Maka Saad pun pulang ke rumahnya di Madinah.

Singkat cerita, Umaiyah pun menceritakan apa yang ia dengar dari Saad kepada istrinya. Sang istri pun merasa kaget dan mengatakan bahwa Rasulullah SAW tak pernah berdusta. Sehingga sejak saat itu, Umaiyah berjanji tak akan keluar Makkah kepada istrinya lantaran takut.

Menjelang Perang Badar, Abu Jahal mengajak orang-orang musyrikin Quraisy melawan kaum muslimin. Sementara Umaiyah masih bingung dan menolak ajakan perang Abu Jahal lantaran cerita yang disampaikan Saad bin Muadz. Namun, penolakan Umaiyah tak dibiarkan begitu saja oleh Abu Jahal.

Saat itu, Abu Jahal kembali ke rumahnya mengambil dupa wangi-wangian istrinya. Lalu kembali ke Kakbah dan memberikan dupa itu kepada Umaiyah untuk mempermalukannya.

Umaiyah tak terima dan menepis dupa wewangian tersebut. Kemudian dia menuju rumahnya dan mengenakan baju perang. Sang istri kaget dan kembali mengingatkan bahwa Saad bin Muadz telah menyampaikan cerita jika umat muslim akan membunuhnya.

Akhirnya terkumpul seribu pasukan. Setiap kali istirahat menuju medan peperangan, Abu Jahal selalu menghampiri Umaiyah dan memintanya berdiri. Sehingga Umaiyah selalu terjebak di antara pasukan. Hingga akhirnya ia tiba di medan Perang Badar dan terbunuh di sana. Abu Jahal juga terbunuh di Perang Badar.