Edif Hayunan Siswanto usai hadiri rapat bersama Komisi 1 DPRD Trenggalek
Edif Hayunan Siswanto usai hadiri rapat bersama Komisi 1 DPRD Trenggalek

Tahun 2021, Kabupaten Trenggalek punya dua target pencapaian yang cukup besar. Pertama, mewujudkan Trenggalek satu data dan yang kedua merintis Smart City. Target tersebut terlihat begitu berat, maka tak ayal jika anggaran yang diperlukan juga tidak sedikit.

Sementara anggaran yang ada di Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Trenggalek masih kurang. Dilihat dari perencanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) induk 2021, Diskominfo hanya tersedia Rp 10,3 miliar.

Baca Juga : Progres Jembatan Kedungkandang Sudah 51%, Sutiaji Yakin Malang Timur Jadi Metropolitan

Kepala Diskominfo Trenggalek Edif Hayunan Siswanto, menerangkan, dalam merancang Trenggalek satu data, dibutuhkan konektivitas jaringan pada seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) hingga jajaran kecamatan.

"Kami butuh akses cepat antar setiap OPD hingga ke Kecamatan. Oleh sebab itu kami membutuhkan tambahan anggaran guna membangun jaringan yang ada di setiap kecamatan," ujar Edif usai rapat koordinasi dengan komisi 1 DPRD Trenggalek, Rabu (30/09/2020).

Dengan demikian, Diskominfo mengajukan penambahan anggaran di APBD induk tahun 2021 sebesar Rp 1,4 miliar. Besaran ini akan digunakan untuk membeli aplikasi dan server yang nantinya di tempatkan pada Diskominfo Trenggalek.

"Kami sudah merintis sejak tahun ini dengan membuat kamus standar data. Nah, untuk menindaklanjuti itu kami butuh aplikasi yang bisa menampung sekaligus bisa mengolah data," jelasnya.

Lanjutnya, data-data tersebut akan diolah dan disinkron-kan menjadi big data. Sehingga nanti bupati maupun OPD tidak kebingungan jika harus membuat kebijakan untuk masyarakat Trenggalek.

"Jika penambahan tidak direalisasi, maka untuk menuju Trenggalek satu data akan terkendala. Semoga saja pengajuan kami disetujui, sebab telah mendapat dukungan secara politis dari dewan," ujarnya.

Baca Juga : Jembatan Muharto Tak Dianggarkan di 2021, Sutiaji Sebut Penyangga Kuat Hingga 15 Tahun

Edif menambahkan, jika Trenggalek satu data sudah berjalan dengan baik, baru menginjak ke master plan Smart City. Pasalnya, dalam Smart City tidak hanya fokus pada informasi dan teknologi, namun lebih menekankan pada Sumber Daya Manusia (SDM) nya.

"Tantangan yang sulit pada smart city yakni bagaimana mencerdaskan manusianya. Munculkan inovasi dan membangun tanpa mengganggu lingkungan. Hal tersebut membutuhkan master plan yang akurat," pungkasnya.