Yekti Kristyaningsih, Sekdes Desa Jomblang Takeran Magetan. (Foto: Dokumen JatimTIMES)
Yekti Kristyaningsih, Sekdes Desa Jomblang Takeran Magetan. (Foto: Dokumen JatimTIMES)

Sebenarnya, mimpi Yekti Kristiyaningsih sudah tercapai ketika bekerja di Madrasah Aliyah Al Mujaddadiyyah pada 2004 lalu. Harapannya untuk menjadi seorang guru sudah tercapai. Namun, dia meninggalkan profesi impiannya itu untuk kepentingan masyarakat yang lebih luas. 

Saat menjadi guru, Yekti bahkan sudah dipercaya mengelola SMK Kimia sebagai wakil kepala kurikulum pada 2018  lalu.

Baca Juga : Kisah Relawan Perlintasan KA Tanpa Palang Pintu: Sang Juru Selamat yang Kerap Terabaikan

 

Seiring berjalannya waktu, ia malah memutuskan keluar dari madrasah itu. Dia mempunyai obsesi besar untuk membangun kampung tempau ia dan keluarganya tinggal, yakni di Desa Jomblang, Magetan, Jawa Timur.

Hal yang spontan ia putuskan ini, pada awalnya mengundang tanya dari banyak orang. Apalagi Madrasah Al Mujaddadiyyah adalah sebuah sekolah yang berada di pesantren ternama di Kota Madiun dan sekitarnya.

"Saya sudah 15 tahun mengabdikan diri di lembaga Al mujaddadiyyah sebagai pengajar dan banyak bersinggungan dengan pengetahuan Agama Islam. Dari bekal itu, tiba-tiba muncul sebuah keinginan besar untuk bisa memberikan manfaat pada masyarakat yang lebih luas," tuturnya.

Ternyata kesempatan itu datang, saat Desa Jomblang membuka peluang penerimaan sekretaris desa baru, dia ikut mendaftar dan ternyata berhasil diterima.

Mengapa dirinya lebih memilih berjuang untuk membangun kampungnya?

Baca Juga : Suka Bercanda, ini Bukti Rasulullah SAW Selalu Bergurau dengan Anak-Anak

 

Yekti tidak sedang bercanda. Saking seriusnya, ia berencana untuk menghidupkan UMKM, Bumdes dan desa wisata.

"Saat ini Alhamdulillah sudah terbentuk kelompok kecil untuk usaha kripik pisang. Karena itu akan kita budidayakan lebih banyak lagi perkebunan pisang. Bisa dikata, pisang menjadi ikonnya Desa Jomblang," jelasnya.

Konsep desa kuliner dan desa wisata yang mereka canangkan, diharapkan berhasil menjadi tujuan wisatawan lokal dan nasional. Selain itu, rencananya desa ini dapat dijadikan wisata edukasi untuk pelajar di sekitar Magetan.