Anggota KPU Ngawi Divisi Sosialisasi Pendidikan Pemilih, Sudarsono. (Foto: Dokumen JatimTIMES)
Anggota KPU Ngawi Divisi Sosialisasi Pendidikan Pemilih, Sudarsono. (Foto: Dokumen JatimTIMES)

Pelaksanaan pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Ngawi di tengah pandemi Covid-19 berimbas pada membengkaknya jumlah tempat pemungutan suara (TPS). Pasalnya, Komisi Pemilihan Umum (KPU) akan menerapkan protokol kesehatan dengan ketat termasuk pembatasan jumlah pemilih di satu TPS. 

Anggota KPU Ngawi Divisi Sosialisasi Pendidikan Pemilih, Sudarsono menjelaskan merebaknya penyakit Covid-19 menyebabkan adanya pembatasan jumlah pemilih di TPS maksimal 500 orang.

Baca Juga : KPU Tetapkan Jumlah DPT Pilkada Kabupaten Blitar Sebanyak 961.971 Pemilih

Kondisi tersebut juga berimbas pada jumlah TPS. Sebelumnya pada Pemilu Legislatif lalu, tercatat sebanyak 1.575 TPS di Ngawi. Angka ini membengkak menjadi 1.798 TPS atau terjadi penambahan 223 TPS. 

Satu di antaranya termasuk TPS di dalam Lembaga Pemasyarakatan (Lapas). "Penambahan jumlah TPS konsekuensi untuk mencegah penyebaran virus Covid-19 saat pemungutan suara," ucap Sudarsono.

Sudarsono menguraikan, penambahan jumlah TPS pada pemilihan Bupati Dan Wakil Bupati Ngawi juga akan membawa dampak pada bertambahnya jumlah tenaga Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS). Dalam aturannya, setiap TPS terdapat tujuh orang anggota KPPS dan dua orang keamanan.

Saat ini kebutuhan tenaga KPPS telah disiapkan oleh masing-masing Panitia Pemungutan Suara (PPS) di setiap kelurahan.

“Tenaga penyelenggara pemilu di TPS kini telah disiapkan,” pungkasnya.