Bu Sulastri dengan keponakannya saat menunggu pembeli di warungnya Warung Kopi Mbah No Bon. (Foto: Dokumen JatimTIMES)
Bu Sulastri dengan keponakannya saat menunggu pembeli di warungnya Warung Kopi Mbah No Bon. (Foto: Dokumen JatimTIMES)

Di sebuah warung kecil berdinding  setengah jadi di Pasar Srijaya No 28B, Sulastri duduk menjaga warungnya dengan tenang. Jika hanya dilihat sekilas, orang tak banyak yang tahu jika Sulastri memiliki keterbatasan gerak. 

Perempuan 53 tahun itu telah lama mengalami kelumpuhan pada kaki kirinya, sehingga tidak bisa beraktivitas dengan leluasa. Di balik pembawaannya yang ceria, Sulastri mempunyai harapan yang tak kunjung terwujud hingga kini.

Baca Juga : Menangis Terisak, Begini Kisah Khalifah Umar Menanggapi Anaknya yang Di-bully

 

“Saya minta anak saya untuk membelikan motor roda tiga, murah-murahan juga tidak apa-apa. Kasian setiap ke kamar kecil harus dibopong anak lanang, karena kamar mandinya agak jauh dari sini,” tuturnya.

Dia sudah berupaya menyisihkan uang hasil dari berjualan kopi dan gorengan di warungnya untuk membeli motor roda tiga. Namun, hingga sekarang belum terwujud.

Prima Mahendra (22) anak lelakinya tidak mengizinkan karena takut ibunya jatuh jika ke kamar mandi sendirian.

"Saya itu kasihan, sejak suamiku meninggal Prima yang selalu mengantar dan memapah saat ke kamar mandi, sampai dia gak pernah main dengan teman-temannya. Karena itulah, saya ingin membuat sepeda motor roda tiga dan bisa ke kamar mandi sendiri," jelasnya.

Memang sejak suaminya meninggal dunia, Sulastri harus menghidupi dua anaknya sendirian. Tepatnya sejak 9 tahun lalu, saat suaminya meninggal akibat kecelakaan di perempatan Jalan Diponegoro Madiun.

Baca Juga : Beredar Usulan Pengubahan Nama SGB, Abah Baidi: Saya Sangat Tidak Setuju

 

“Dulu waktu suami sepedaan motor melintas di Jalan Diponegoro, tabrakan dengan pengemudi lain dan akhirnya meninggal. Saya pontang-panting dengan keadaan kaki seperti ini,” cerita Sulastri sambil berkaca-kaca menahan tangis.

Kini Sulastri masih berharap dapat memiliki kendaraan atau motor roda tiga. Dia uuga sedang menunggu bantuan presiden untuk program UMKM-nya cair.

"Sudah dua bulan lebih saya mengurus program bantuan untuk pedagang itu. Saya mengurus di BRI, Jalan Alun-alun Madiun. Beberapa warga yang lain sudah ada yang menerima, mudah-mudahan punya saya juga bisa cair. Karena kata pegawai BRI dahulu, persyaratan saya sudah lengkap," pungkasnya polos.