CPNS 2022 Ditiadakan, BKN: Cuma PPPK Saja | Ngawi TIMES

CPNS 2022 Ditiadakan, BKN: Cuma PPPK Saja

Oct 11, 2021 10:41
Tes CPNS (Foto: Heta News)
Tes CPNS (Foto: Heta News)

JATIMTIMES - Beredar kabar bahwa seleksi CPNS 2022 ditiadakan dan hanya akan ada seleksi pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK). Kabar itu bermula dari akun TikTok @Milli Umri, yang melampirkan tangkapan layar akun Instagram Plt Kepala Badan Kepegawaian Negara (BKN) Bima Haria Wibisana @wibisanabima. 

Dalam unggahannya, Bima menyebut bahwa di tahun 2022 pengadaan aparatur sipil negara (ASN) yang dibuka hanya PPPK. 

Baca Juga : Seribu Warga Miliki Sertifikat Gerakan Satu Nama Satu Pohon Kota Batu

"2022 hanya PPPK saja. Ke depan penerimaan PNS akan sangat-sangat-sangat sedikit. Yang banyak PPPK. PNS hanya untuk posisi pengambilan kebijakan. Di masa depan Total ASN itu idealnya 20 persen PNS dan 80 persen PPPK. Kesejahteraan sama," tulis akun tersebut. 

Penjelasan BKN

Terkait isu tersebut BKN pun langsung memberikan penjelasan. Kabar bahwa seleksi CPNS 2022 ditiadakan dikonfirmasi langsung oleh Bima. 

"Tahun depan hanya PPPK saja," kata Bima.

Hal itu juga diungkapkan oleh Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan RB) Tjahjo Kumolo. Pengadaan calon ASN tahun 2022 hanya untuk formasi PPPK.

“Pengadaan ASN Tahun 2022 dilakukan hanya untuk PPPK,” ujar Tjahjo.

Untuk diketahui, tahun ini rekrutmen PPPK untuk formasi guru dibuka bagi 1.000.000 formasi. Namun setelah melalui seleksi, hanya ada 507.848 formasi guru PPPK. 

Baca Juga : 5 Mahasiswa Unikama Lolos Program Merdeka Belajar Kampus Merdeka BRIN LIPI

Sehingga, sisa formasi yang ada akan dibuka kembali di tahun 2022 mendatang, untuk diusulkan oleh pemerintah daerah (Pemda). Formasi guru agama di sekolah negeri akan dibuka pada pengadaan ASN tahun 2022, sebab tahun ini hanya dialokasikan sekitar 22.000 formasi. 

Sementara untuk formasi guru PPPK, kemungkinan dialokasikan bagi THK-II yang memenuhi syarat dengan kebijakan afirmasi lebih berpihak kepada guru THK-II dibandingkan guru honorer lainnya. 

"Misalnya dengan tidak mensyaratkan seleksi kompetensi teknis, atau cukup dengan seleksi kompetensi manajerial, sosiokultural, dan wawancara sehingga peluang kelulusannya sangat besar," ujar Tjahjo.

Sebagai informasi, masih adanya guru THK-II yang berpendidikan di bawah lulusan sarjana sehingga tidak memenuhi syarat sebagai guru sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen. Sehingga diharapkan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbud Ristek) bisa meningkatkan pendidikan para guru itu. 

Salah satunya yakni dengan mekanisme rekognisi pembelajaran lampau (RPL) yang bisa diselenggarakan Kemendikbud Ristek. Hal tersebut dilakukan, guna mengakomodir penanganan sisa guru THK-II dan tenaga teknis yang masih berpotensi dapat mengikuti seleksi dan diangkat sebagai PPPK, telah diusulkan tambahan jumlah formasi tahun 2022 ke Kementerian Keuangan (Kemenkeu).

Topik
seleksi CPNS seleksi cpns 2022

Berita Lainnya