Dikecam Komnas HAM, Aksi 'Smackdown' Oknum Polisi ke Mahasiswa Berujung Saling Memaafkan | Ngawi TIMES

Dikecam Komnas HAM, Aksi 'Smackdown' Oknum Polisi ke Mahasiswa Berujung Saling Memaafkan

Oct 14, 2021 09:48
Aksi smackdown oknum polisi ke mahasiswa saat demo di Tangerang (Foto: Screenshoot)
Aksi smackdown oknum polisi ke mahasiswa saat demo di Tangerang (Foto: Screenshoot)

JATIMTIMES - Viral di media sosial video aksi 'smackdown' yang dilakukan oknum polisi kepada mahasiswa yang tengah demo di Pemkab Tangerang Rabu (13/10/2021). Komnas HAM pun mengecam aksi tersebut.

"Komnas mengecam perlakuan aparat kepada kawan-kawan mahasiswa yang melakukan aksi damai," ujar Komisioner Komnas HAM Beka Ulung. 

Baca Juga : Saat Mensos Risma vs Mahasiswa Debat Sengit soal Bansos di Lombok Timur

Beka meminta agar pihak polisi dapat mengusut tuntas peristiwa tersebut dan memberikan sanksi tegas terhadap pelaku. Polisi juga harus menjamin aksi smackdown itu tidak terulang lagi.

Sebelumnya, dalam video itu terlihat kericuhan saat demo berlangsung. Sejumlah polisi dan mahasiswa terlibat aksi dorong-dorongan. 

Salah satu polisi PHH tampak mengamankan pendemo berambut sebahu. Oknum polisi itu lalu memiting leher pendemo dan membanting tubuhnya ke lantai.

Tidak lama, pria itu terlihat kejang-kejang. Polisi lain mencoba membangunkan dan menyadarkan pendemo tersebut.

Untuk diketahui, demo sekelompok mahasiswa itu bertepatan dengan peringatan hari ulang tahun Kabupaten Tangerang ke-389. 

Berujung permintaan maaf dari polisi

Kapolda Banten Irjen Rudy Heriyanto didampingi Kapolresta Tangerang Kombes Pol Wahyu Sri Bintoro, dan Kabid Humas Polda Banten AKBP Shinto Silitonga, meminta maaf secara langsung, kepada mahasiswa yang menjadi korban tindak kekerasan oknum polisi tersebut. Permintaan maaf itu terjadi di Mapolresta Tangerang, Banten.

“Atas nama Polda Banten, saya meminta maaf kepada adek Faris dan ayahanda yang mengalami tindakan kekerasan oleh oknum Polresta Tangerang pada saat pengamanan aksi unjuk rasa. Kami pastikan ada sanksi tegas terhadap oknum tersebut yang saat ini sedang dalam pemeriksaan oleh Divisi Propam Polri dan Bidpropam Polda Banten,” kata Rudy. 

Dalam pertemuan tersebut, nampak M. Faris Amrullah yang merupakan korban didampingi oleh sayahnya. Sementara, terhadap oknum Brigadir NP, saat ini tengah dilakukan pemeriksaan secara intensif oleh Divisi Propam Polri dan Bidpropam Polda Banten. 

"Kapolda Banten telah secara tegas menyatakan akan menindak dan memberi sanksi yang berat terhadap personel yang melakukan pengamanan aksi unjuk rasa di luar prosedur pengamanan," tutup Wahyu.

Brigadir NP secara langsung juga telah menyampaikan permohonan maaf kepada Faris dan orangtuanya dan berterima kasih atas kebesaran hati Faris dan orangtuanya yang menerima permohonan maaf darinya. 

Baca Juga : Gus Fahrur Ungkap Alasan PWNU Jatim Dukung KH Miftachul Akhyar-KH Yahya Cholil Staquf Pimpin PBNU

"Saya meminta maaf kepada Faris dan orangtua atas perbuatan saya," kata Brigadir NP. 

Untuk memastikan kesehatan Faris, Kapolresta Tangerang KBP Wahyu Sri Bintoro langsung membawa Faris ke Rumah Sakit Harapan Mulia Tigaraksa dan langsung ditangani oleh penanggung jawab pasien dr. Florentina. 

"Kami bertanggung jawab penuh atas kesehatan Faris dengan membawa Faris ke rumah sakit untuk pengecekan fisik, dalam, dan torax. Alhamdulillah hasilnya riksa fisik baik, kesadaran composmentis atau sadar penuh dan suhu badan normal. Terhadap Faris telah diberikan obat-obatan dan vitamin," jelas Wahyu.

Korban memaafkan tapi tidak melupakan

M Faris Amrullah sendiri telah meminta maaf atas perbuatannya. Ia juga telah memaafkan Brigadir NP yang telah melakukan tindak kekerasa terhadap dirinya. 

Kendati demikian, Faris mengaku tidak akan melupakan insiden tersebut. 

"Melihat permintaan maaf yang disampaikan oleh oknum kepolisian, tentu saya sebagai sesama manusia menerima permohonan maaf tersebut," kata Faris dalam konferensi pers di Polresta Tangerang, Rabu (13/10/2021).

"Tetapi kejadian tersebut tentu saya tidak akan lupa," terang Faris.

Faris pun berharap kejadian itu tidak terulang lagi ke depannya. Ia juga meminta pihak kepolisian untuk menindak tegas oknum yang melakukan kekerasan.

Topik
pendemo di tangerang polisi smakedown pendemo aksi damai mahasiswa Demo Mahasiswa

Berita Lainnya