Apa Itu NFT yang Dilakukan Ghozali Everday hingga Raup Miliar Rupiah? Berikut Penjelasan dan Cara Jual Belinya | Ngawi TIMES

Apa Itu NFT yang Dilakukan Ghozali Everday hingga Raup Miliar Rupiah? Berikut Penjelasan dan Cara Jual Belinya

Jan 14, 2022 13:54
NFT (Foto: finhaven.com)
NFT (Foto: finhaven.com)

JATIMTIMES - Nama Ghozali Everday mendadak menjadi perbincangan publik. Diketahui, Ghozali merupakan salah 1 penjual NFT (non-fungible token) di platform OpenSea hingga meraup Rp 13,8 miliar. 

Diketahui, NFT milik Ghozali berupa foto selfie dirinya selama 4 tahun yang diambil sejak ia berusia 18 tahun hingga kini 22 tahun. Foto tersebut tersedia di OpenSea dengan jumlah 933 foto. Mengejutkannya, semua foto itu dibeli dengan mata uang kripto Ethereum (ETH). Harga beli dari NFT Ghozali awalnya hanya berkisar 0,0001 ETH (sekitar Rp 45.000) per foto.

Baca Juga : Tingkatkan Pelayanan Customer, FIFGROUP Resmikan Gedung Baru Cabang Rungkut

Kini, harga itu melambung setelah banyak kolektor NFT yang menawar. Satu foto selfie Ghozali saat ini berada di harga sekitar 0,3 ETH atau Rp 14 Juta. Kenaikan harga yang fantastis dari satu foto itu tentu sangat menggiurkan untuk diikuti. 

NFT memang termasuk aset digital berbasis teknologi blockchain yang sedang populer di dunia kripto. Sebagian besar, NFT diperdagangkan memakai ether (ETH), koin buatan Ethereum. 

Seperti namanya, "non-fungible", NFT adalah aset digital yang mewakili barang berharga dengan nilai yang tak bisa ditukar atau digantikan. Tiap NFT mengandung catatan transaksi dalam blockchain yang berisi data penciptanya, harga, serta histori kepemilikannya.

Berangkat dari cryptocurrency, NFT memiliki bentuk, tujuan, dan penggunaan yang berbeda daripada aset kripto lain, misalnya Bitcoin. Pasalnya, tiap-tiap NFT hanya dibuat sekali dan tidak bisa ditukarkan atau diperdagangkan dengan barang lain.

Hal itu dikarenakan nilainya dianggap tak sepadan. NFT juga memiliki data unik seperti sidik jari yang bekerja untuk memudahkan verifikasi pemiliknya. Bahkan, pemilik NFT juga bisa menyimpan informasi tertentu seperti menempatkan tanda tangan pada karya seni mereka dengan memasukkannya ke dalam metadata NFT.

Selain itu kepemilikan NFT juga bersifat mutlak. Pemiliknya yakni satu-satunya pihak yang memiliki karya orisinil NFT meskipun ia punya hak cipta untuk memperbanyak karya. NFT juga tak bisa dibagi menjadi denominasi yang lebih kecil, seperti wei ETH atau satoshi BTC. Pasalnya, mereka ada sebagai suatu keseluruhan secara eksklusif.

Penggunaan NFT

1. Konteks Bisnis

- Industri olahraga dan fashion

Masuk melalui kartu koleksi NBA Top Shot saat penggemar bisa mengumpulkan cuplikan-cuplikan penting pertandingan favorit mereka, Jupiler Pro League hingga liga sepak bola Belgia juga bermitra dengan perusahaan game untuk NFT.

Perusahaan yang dimaksud adalah Ubisoft dan startup Sorare yang meluncurkan game sepak bola fantasi berbasis NFT ini.

- Industri tiket dan keanggotaan

NFT juga menawarkan solusi untuk masalah calo yang membeli tiket sebanyak mungkin untuk dijual kembali dan kasus penipuan lewat calo atau jasa lainnya ketika tiket mudah dipalsukan. Sistem verifikasi dan identifikasi NFT membuatnya tidak bisa diubah.

Salah satu perusahaan pengguna NFT sebagai kartu keanggotaannya yakni Kraken Kratom yang mencetak 5 gambar NFT untuk memberi penggunanya kupon diskon khusus atau potongan seumur hidup.

- Sertifikat properti, lisensi, aset

Aset fisik semacam bukti kepemilikan rumah atau properti lain ternya juga bisa dihubungkan dengan NFT. Sistem blockchain akan menyimpan akta kepemilikan fisik dengan proses verifikasi yang cepat. Sayangnya, implementasi NFT dalam hal ini masih  terbatas.

2. Konteks hobi dan hiburan

- Game NFT

Baca Juga : Jika Pria Dapat Bidadari di Surga, Ini yang Didapatkan Wanita di Surga

Seperti yang banyak dicontohkan sebelumnya, pasar gaming berbasis NFT juga menjadi salah satu sektor menjanjikan dalam dunia kripto. Beberapa game NFT yang sangat populer saat ini seperti CryptoKitties dan Axie Infinity.

- Koleksi

Selain game, NFT juga digunakan dalam pasar barang koleksi. Pasalnya, pasar NFT saat ini justru didominasi barang-barang yang bertujuan untuk dikoleksi. 
Contoh saja seperti cuplikan dari NBA Top Shot, kucing virtual CryptoKitties, sampai avatar-avatar unik CryptoPunks. Menariknya, harga ke-3 barang itu bisa mencapai jutaan dolar.

3. Konteks Karya Seni

Dengan NFT, karya yang dipublikasikan secara online lebih aman karena konten tidak akan dengan mudah tersebar bebas dan diklaim dengan mudah. Hal itu tentu akan meminimalisir kerugian pembuatnya. 

Ada pula jaminan bagi seniman atas kepemilikan karyanya dan ini akan melawan pencurian kreatif hingga plagiarisme. Harga dari aset NFT di sektor ini mencapai harga super tinggi. 

"Everydays-The First 5000 Days" karya Beeple menjadi karya NFT termahal yang terjual seharga USD69 juta dolar (Rp986,7 miliar/kurs Rp14.300 per USD) pada Maret 2021 lalu.

Koin NFT berdasarkan kapitalisasi pasar

1. The Sandbox (SAND)

2. My Neighbor Alice (ALICE)

3. Axie Infinity (AXS)

4. Tezos (XTZ)

Bagaimana jual beli NFT?

Sebagai informasi banyak marketplace yang menjual NFT. Pasar digital ini biasanya menawarkan NFT dalam berbagai bentuk. Sesuai platform, kalian bisa menggunakan aset kripto untuk membeli NFT. Misalnya, seperti CryptoPunks, Rarible, atau OpenSea yang hanya menerima pembayaran dengan Dolar dan ETH. 

Sementara, untuk situs seperti NBA Top Shot memberikan kebebasan bagi penggunanya untuk membayar lewat beberapa jenis aset kripto.

Topik
ghozali everday nft non fungible token cara penggunaan nft penjual nft

Berita Lainnya