Jatim Times Network Logo
Poling Pilkada 2024 Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Poling Pilkada 2024
Serba Serbi

Sejarah Jumat Agung 2026: Makna, Penyaliban Yesus, hingga Tradisi Perayaannya di Dunia

Penulis : Mutmainah J - Editor : Yunan Helmy

03 - Apr - 2026, 06:06

Placeholder
Ilustrasi Jumat Agung. (Foto: iStock)

JATIMTIMES - Umat Kristiani di seluruh dunia memperingati Jumat Agung pada hari ini, Jumat (3/4/2026). Hari suci ini menjadi salah satu momen paling penting dalam kalender liturgi, karena mengenang wafatnya Yesus Kristus di kayu salib.

Jumat Agung merupakan bagian dari Tri Hari Suci Paskah, yaitu rangkaian hari yang terdiri dari Kamis Putih, Jumat Agung, dan Sabtu Suci. Ketiga hari ini menjadi masa refleksi mendalam sebelum umat Kristiani merayakan kebangkitan Yesus pada Hari Paskah.

Baca Juga : Lagi, Banjir Luapan Terjang Bumiaji Kota Batu, 4 Rumah Warga Terendam dan Akses Jalan Selecta Tertutup Lumpur

Di berbagai gereja, umat biasanya mengikuti ibadah khusus yang berlangsung dengan suasana khidmat dan penuh perenungan. Meski tradisinya berbeda di setiap tempat, inti peringatannya tetap sama: mengenang pengorbanan Yesus demi keselamatan umat manusia.

Pengertian Jumat Agung

Dilansir dari laman Christianity, Jumat Agung adalah hari suci yang memperingati penyaliban dan wafatnya Yesus Kristus di Kalvari. Hari ini jatuh pada Jumat terakhir sebelum Paskah dan memiliki beberapa sebutan lain seperti Jumat Suci atau Jumat Hitam.

Jumat Agung dianggap sebagai puncak pelayanan Yesus selama hidup-Nya di dunia. Pada hari inilah Ia rela menderita dan wafat sebagai bentuk pengorbanan untuk menebus dosa manusia.

Sementara itu, mengutip situs resmi Kementerian Agama RI, Jumat Agung bukan hanya sekadar pengantar menuju Paskah. Justru, hari ini merupakan inti dari keseluruhan makna Paskah itu sendiri.

Tanpa peristiwa penderitaan dan kematian Yesus di kayu salib, tidak akan ada kebangkitan yang dirayakan dalam Paskah. Karena itulah, Jumat Agung disebut sebagai hari yang “agung” atau mulia.

Sejarah Jumat Agung

Sejarah Jumat Agung berakar dari peristiwa penyaliban Yesus Kristus yang terjadi pada abad ke-1 Masehi, sekitar tahun 33 M, sebagaimana dijelaskan dalam laman National Today.

Menurut laman Catholic, peristiwa ini diawali dari pengkhianatan Yudas Iskariot pada malam Perjamuan Terakhir yang kini diperingati sebagai Kamis Putih.

Setelah itu, Yesus ditangkap saat berdoa di Taman Getsemani oleh pasukan yang datang bersama Yudas. Ia kemudian diadili di hadapan otoritas Romawi dan dijatuhi hukuman mati dengan cara disalibkan.

Hukuman tersebut dijatuhkan atas perintah Pontius Pilatus, gubernur Romawi saat itu, setelah adanya tekanan dari para pemuka agama Yahudi yang menuduh Yesus mengaku sebagai raja orang Yahudi.

Sebelum penyaliban, Yesus mengalami berbagai siksaan, mulai dari cambukan hingga dipakaikan mahkota duri. Ia kemudian dipaku di kayu salib dan tetap menunjukkan ketabahan luar biasa. Dalam penderitaan-Nya, Yesus bahkan berdoa agar mereka yang menyiksanya diampuni.

Peristiwa ini kemudian menjadi dasar utama peringatan Jumat Agung yang terus dikenang oleh umat Kristiani hingga sekarang.

Makna Jumat Agung bagi Umat Kristiani

Jumat Agung bukan hanya peristiwa sejarah, tetapi juga memiliki makna spiritual yang sangat dalam.

Mengutip Christianity, hari ini menjadi waktu berkabung sekaligus refleksi atas dosa manusia dan kasih Tuhan yang begitu besar. Pengorbanan Yesus dipandang sebagai bentuk cinta tanpa syarat bagi umat manusia.

Baca Juga : Triwulan I 2026, Realisasi Pajak Daerah Kabupaten Malang Capai 20,15 Persen

Makna lain dari Jumat Agung adalah tentang pengampunan. Meski mengalami penderitaan hebat, Yesus tetap menunjukkan kasih dengan memohonkan ampun bagi mereka yang menyiksa-Nya.

Selain itu, Jumat Agung menjadi simbol harapan. Di balik penderitaan dan kematian, terdapat janji kehidupan baru. Kematian Yesus bukanlah akhir, melainkan awal dari kemenangan yang dirayakan pada Hari Paskah.

Melalui kebangkitan-Nya, umat Kristiani percaya bahwa Yesus telah mengalahkan maut dan membuka jalan menuju kehidupan kekal.

Tradisi Perayaan Jumat Agung di Berbagai Negara

Perayaan Jumat Agung di setiap negara memiliki tradisi yang beragam, namun tetap sarat makna.

Di Indonesia, umat Kristiani biasanya mengikuti ibadah Jumat Agung di gereja dengan suasana hening, doa, dan pembacaan kisah sengsara Yesus. Beberapa daerah juga mengadakan drama penyaliban untuk menggambarkan peristiwa tersebut.

Di Filipina, ada tradisi ekstrem di mana sebagian umat melakukan prosesi penyaliban simbolis sebagai bentuk penebusan dosa. Sementara di negara-negara Eropa, Jumat Agung diperingati dengan pawai keagamaan dan doa bersama.

Tradisi-tradisi ini menunjukkan betapa kuatnya makna Jumat Agung dalam kehidupan spiritual umat Kristiani di seluruh dunia.

Jumat Agung mengajarkan banyak hal, mulai dari pengorbanan, kasih, hingga pengampunan. Hari ini menjadi momen untuk merenungkan perjalanan hidup, memperbaiki diri, dan memperkuat iman.

Lebih dari itu, Jumat Agung juga mengingatkan bahwa di tengah kegelapan, selalu ada harapan. Penderitaan bukanlah akhir, melainkan bagian dari perjalanan menuju kebangkitan dan kehidupan yang lebih baik.

Jumat Agung bukan sekadar hari peringatan, tetapi juga kesempatan untuk berhenti sejenak dari kesibukan, merenung, dan memahami arti pengorbanan yang sesungguhnya.


Topik

Serba Serbi Paskah Jumat Agung wafatnya Yesus Kristus



JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Ngawi Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

Mutmainah J

Editor

Yunan Helmy