JATIMTIMES - Pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA) tahun 2026 resmi dimulai hari ini, Senin (6/4/2026). Ujian ini diperuntukkan bagi siswa kelas 9 jenjang SMP/MTs/sederajat dan akan berlangsung hingga 16 April 2026. Sementara itu, pelaksanaan TKA untuk siswa kelas 6 SD/MI/sederajat dijadwalkan menyusul pada 20 hingga 30 April 2026.
TKA menjadi salah satu instrumen penting pemerintah dalam mengukur capaian akademik siswa secara nasional. Hasil dari tes ini diharapkan dapat memberikan gambaran yang lebih akurat mengenai kemampuan siswa, sekaligus menjadi bahan evaluasi bagi sekolah dan pemerintah dalam meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia.
Baca Juga : Ketergantungan Dana Pusat Capai 80 Persen, Puguh Pamungkas Soroti Lemahnya Perencanaan Fiskal Daerah
Pelaksanaannya pun dirancang tidak hanya tertib dan sistematis, tetapi juga mengedepankan nilai kejujuran serta kenyamanan bagi peserta. Oleh karena itu, seluruh pihak yang terlibat baik siswa, pengawas, maupun sekolah diimbau untuk menjaga integritas selama proses ujian berlangsung.
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu'ti menegaskan bahwa tidak akan ada toleransi bagi praktik kecurangan selama ujian berlangsung. Ia memastikan sanksi tegas akan langsung diberikan kepada pihak yang terbukti melanggar.
“Kami tegas ya prinsipnya. Kalau ada murid yang curang atau sekolah yang curang, maka langsung kita nolkan nilainya,” ujar Mu’ti di Kantor Kemendikdasmen, Jakarta, Senin (30/3/2026) lalu.
Menurut dia, TKA mengusung semangat “jujur dan gembira”. Karena itu, seluruh pihak diharapkan menjalankan ujian sesuai aturan yang berlaku tanpa tekanan maupun kecurangan.
Untuk mendukung pelaksanaan yang transparan, Kemendikdasmen telah menyiapkan berbagai aturan teknis. Mulai dari protokol tetap (protap) hingga standar operasional prosedur (SOP) sudah diterbitkan sebagai panduan bagi sekolah dan panitia.
“Sudah ada SOP yang kita terbitkan. Jadi bagaimana pemeriksaan, sanksi, dan berbagai hal menyangkut mekanisme untuk memastikan bahwa TKA berjalan dengan jujur dan gembira,” jelasnya.
Dari sisi kesiapan, pemerintah memastikan pelaksanaan TKA tahun ini telah melalui berbagai uji coba, baik dari aspek teknis maupun sarana pendukung. Infrastruktur seperti jaringan internet dan perangkat komputer disebut sudah dipersiapkan dengan matang.
Baca Juga : Bromo Tutup 6 Hari Mulai Senin 6 April, Wisatawan Jangan Sampai Salah Jadwal
Bagi sekolah yang belum memiliki fasilitas komputer memadai, pemerintah juga memberikan solusi dengan skema peminjaman dari sekolah lain yang tidak menyelenggarakan TKA.
“Sekolah-sekolah yang tidak atau belum punya komputer memang kita atur sedemikian rupa supaya bisa pinjam di sekolah lain yang tidak menyelenggarakan TKA,” tambahnya.
Dengan berbagai persiapan yang telah dilakukan, pemerintah berharap pelaksanaan TKA 2026 dapat berjalan lancar, tertib, dan sesuai dengan prinsip yang telah ditetapkan. Kejujuran menjadi kunci utama agar hasil yang diperoleh benar-benar mencerminkan kemampuan siswa.
Selain itu, suasana ujian yang nyaman dan menyenangkan juga diharapkan mampu membantu siswa mengerjakan soal dengan optimal. Dengan demikian, TKA tidak hanya menjadi alat evaluasi, tetapi juga pengalaman belajar yang positif bagi peserta didik.
