Jatim Times Network Logo
Poling Pilkada 2024 Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Poling Pilkada 2024
Pemerintahan

Sinergi Tiga Kabupaten di Tapal Kuda, Rapat Koordinasi Tim Aglomerasi Dorong Kolaborasi Pembangunan Wisata

Penulis : Wisnu Bangun Saputro - Editor : A Yahya

08 - Apr - 2026, 14:58

Placeholder
Rapat Koordinasi Tim Aglomerasi Tiga Kabupaten (Jember, Bondowoso dan Situbondo) di Ballroom Wisma Rengganis Wisata Pasir Putih Situbondo, Rabu (8/4/2026). (Foto: Wisnu Bangun Saputro/ JATIMTIMES)

JATIMTIMES - Upaya Tim Aglomerasi Tiga Kabupaten yakni Kabupaten Jember, Bondowoso dan Situbondo dalam meningkatkan semangat sinergi dan kolaborasi pembangunan antar wilayah, khususnya dalam mendukung pengembangan destinasi wisata.

Hal tersebut diwujudkan dalam bentuk Rapat Koordinasi Tim Aglomerasi Tiga Kabupaten dimana dalam kegiatan tersebut dihadiri langsung oleh Kepala Dinas Pariwisata dari masing-masing kabupaten, perwakilan dua anggota tim aglomerasi setiap kabupaten, serta perwakilan sepuluh pelaku atau penggiat pariwisata dari masing-masing daerah, Rabu (8/4/2026).

Baca Juga : Kecamatan Asembagus Beri Kado Ulang Tahun Bupati Situbondo Mas Rio Puluhan Bibit Pohon

Dalam kegiatan tersebut, Bupati Situbondo, Yusuf Rio Wahyu Prayogo atau yang akrab disapa Mas Rio, turut hadir dan memberikan sambutan sekaligus dukungan penuh terhadap pengembangan pariwisata berbasis kawasan melalui konsep aglomerasi antar daerah di wilayah Tapal Kuda.

Dalam sambutannya, Mas Rio menegaskan bahwa pembangunan sektor pariwisata harus dilakukan secara kolaboratif dan terencana agar mampu memberikan dampak nyata terhadap pertumbuhan ekonomi daerah dan kesejahteraan masyarakat.

"Pemerintah daerah tidak bisa bekerja sendiri. Kita membutuhkan sinergi antar kabupaten untuk membangun kekuatan wisata kawasan. Dengan kebersamaan, potensi wisata di Tapal Kuda akan semakin dikenal dan mampu menarik lebih banyak wisatawan," ujar Mas Rio di hadapan peserta rapat koordinasi.

Menurutnya, Situbondo memiliki posisi strategis sebagai salah satu pintu gerbang kawasan wisata Tapal Kuda, sehingga diperlukan komitmen bersama untuk membangun konektivitas dan memperkuat identitas kawasan wisata secara terpadu.

Mas Rio juga menekankan pentingnya kesiapan seluruh stakeholder, mulai dari pemerintah daerah, pelaku usaha, hingga masyarakat, dalam menyukseskan program pengembangan wisata berbasis aglomerasi.

"Kita harus menyiapkan diri dengan serius, mulai dari infrastruktur, pelayanan, hingga promosi wisata. Saya berharap kolaborasi ini tidak berhenti pada pertemuan saja, tetapi benar-benar diwujudkan dalam program konkret yang dirasakan manfaatnya oleh masyarakat," tambahnya.

Kegiatan yang difasilitasi oleh Dinas Pariwisata Kabupaten Situbondo ini dilaksanakan di Ballroom Wisma Rengganis, kawasan Wisata Pasir Putih Situbondo. Pertemuan tersebut menjadi wadah strategis untuk menyatukan visi dan langkah dalam mengembangkan potensi wisata unggulan yang saling terhubung antar wilayah.

Selain membahas penguatan kerja sama, rapat koordinasi ini juga menjadi momentum untuk mengidentifikasi potensi wisata yang dapat dikembangkan secara terintegrasi, termasuk promosi bersama, pengembangan paket wisata lintas daerah, serta peningkatan kualitas layanan wisata bagi wisatawan domestik maupun mancanegara.

Pada kesempatan itu, Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Situbondo, Edi Wiyono, menjelaskan bahwa konsep aglomerasi menjadi salah satu strategi penting dalam mendorong percepatan pembangunan sektor pariwisata yang berkelanjutan di wilayah Tapal Kuda.

"Pengembangan pariwisata saat ini tidak bisa lagi berjalan sendiri-sendiri. Kita harus membangun kekuatan kawasan, karena wisatawan melihat pengalaman secara menyeluruh, bukan hanya satu destinasi. Melalui aglomerasi ini, kita ingin menghadirkan wisata Tapal Kuda yang terintegrasi dan berdaya saing," ujar Edi Wiyono.

Menurutnya, kolaborasi antar kabupaten tidak hanya akan memperkuat daya tarik destinasi wisata, tetapi juga membuka peluang peningkatan ekonomi masyarakat lokal melalui sektor pariwisata yang terintegrasi.

Ia juga menegaskan bahwa pemerintah daerah bersama seluruh pemangku kepentingan perlu memiliki komitmen yang sama dalam mengembangkan sektor pariwisata berbasis kawasan.

Baca Juga : Disorot Masalah Lingkungan hingga Perizinan, Pemkot Batu Audit Operasional Mikutopia

"Sinergi antar daerah ini bukan sekadar wacana, tetapi harus diwujudkan dalam program nyata, mulai dari promosi bersama, penyusunan paket wisata lintas daerah, hingga peningkatan kualitas layanan kepada wisatawan," tambahnya.

Sementara itu, Koordinator Tim Aglomerasi Tiga Kabupaten, Fernandes Rosyidi, mengungkapkan bahwa forum koordinasi ini tidak hanya bersifat seremonial, tetapi juga diarahkan untuk menghasilkan langkah-langkah strategis yang terukur melalui sejumlah pedoman atau guideline pengembangan kawasan wisata berbasis aglomerasi.

"Kami ingin menggeser pola pikir dari wisata daerah menjadi wisata kawasan. Ketika tiga kabupaten ini bergerak bersama, maka kekuatan destinasi akan jauh lebih besar dan mampu menarik minat wisatawan dalam skala yang lebih luas," ungkap Rosyidi.

Tidak hanya itu, Rosyidi juga menyampaikan beberapa poin penting yang menjadi fokus kerja bersama antar kabupaten. Poin pertama adalah pemantapan pengembangan kawasan pariwisata berbasis aglomerasi, yakni dengan menggeser mindset dari wisata berbasis daerah menjadi wisata berbasis kawasan, sekaligus menyusun strategi branding wisata kawasan Tapal Kuda agar memiliki identitas yang kuat di tingkat regional maupun nasional.

Poin kedua, lanjut Rosyidi, adalah penguatan konektivitas dan integrasi layanan transportasi wisata. Hal ini mencakup upaya membentuk sistem transportasi wisata yang terintegrasi, efisien, dan memiliki standar pelayanan wisata lintas wilayah, sehingga mobilitas wisatawan antar destinasi di tiga kabupaten dapat berjalan lebih mudah dan nyaman.

"Konektivitas menjadi kunci utama. Wisatawan harus bisa berpindah dari satu destinasi ke destinasi lain dengan mudah, aman, dan nyaman. Oleh karena itu, integrasi transportasi wisata lintas wilayah harus kita siapkan secara serius," tegasnya.

Selanjutnya pada poin ketiga Rosyidi mengatakan bahwa pembentukan paket wisata terpadu atau paket bundling antar daerah. Dalam hal ini, setiap kabupaten didorong untuk menyusun kalender event bersama serta menyiapkan paket destinasi lintas daerah yang siap jual kepada wisatawan maupun agen perjalanan.

"Kami menargetkan adanya paket wisata terpadu yang benar-benar siap dipasarkan. Dengan kalender event bersama dan paket bundling lintas daerah, wisatawan dapat menikmati pengalaman wisata yang lebih lengkap dalam satu perjalanan," jelas Rosyidi.

Pada poin terkahir atau poin keempat yang menjadi perhatian bersama adalah penetapan deadline Grand Launching Wisata Kawasan sebagai momentum resmi peluncuran konsep wisata kawasan Tapal Kuda. Target tersebut diharapkan menjadi pemicu percepatan koordinasi dan kesiapan seluruh pihak dalam menyukseskan program aglomerasi pariwisata.

"Grand launching wisata kawasan menjadi tonggak penting bagi kita semua. Ini bukan hanya acara seremonial, tetapi simbol kesiapan tiga kabupaten untuk bersatu dalam membangun pariwisata Tapal Kuda yang terintegrasi dan berkelanjutan," pungkasnya.


Topik

Pemerintahan Situbondo Yusuf Rio Wahyu prayogo wisata tapal kuda



JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Ngawi Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

Wisnu Bangun Saputro

Editor

A Yahya