Jatim Times Network Logo
Poling Pilkada 2024 Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Poling Pilkada 2024
Internasional

Iran Tegas Tolak Negosiasi dengan AS, IRGC Ancam Serangan Balasan Lebih Keras

Penulis : Mutmainah J - Editor : Sri Kurnia Mahiruni

21 - Apr - 2026, 12:17

Placeholder
Iran dan AS kembali memanas. (Foto: iStock)

JATIMTIMES - Ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat kembali memanas. Komandan Angkatan Udara Korps Garda Revolusi Islam (IRGC), Seyyed Majid Mousavi, menegaskan bahwa Teheran tidak menaruh kepercayaan pada jalur negosiasi dengan Washington, meskipun upaya diplomasi terus dilakukan.

Pernyataan tersebut muncul di tengah meningkatnya ancaman dari Amerika Serikat, sekaligus adanya upaya mediasi yang dilakukan Pakistan untuk mempertemukan kembali Iran dan AS sebelum masa gencatan senjata berakhir dalam waktu dekat.

Baca Juga : Hukum Menyakiti Diri dalam Islam: Larangan Tegas dan Konsekuensinya dalam Al-Qur’an dan Hadis

Mousavi menegaskan bahwa sikap Iran sejalan dengan arahan Pemimpin Tertinggi, Mojtaba Khamenei. Ia menekankan bahwa Iran lebih mengandalkan kekuatan internal dibandingkan janji-janji diplomasi dari pihak lawan.

“Kami tidak mempercayai negosiasi dengan Anda. Kami percaya pada kekuatan Tuhan, rakyat, dan para pejuang,” ujarnya, dikutip dari Press TV, Selasa (21/4/2026).

Tak hanya itu, Mousavi juga melontarkan peringatan keras. Ia menegaskan bahwa setiap ancaman terhadap Iran akan dibalas dengan tindakan tegas dan tidak ragu.

Menurutnya, Iran saat ini bukan lagi negara yang mudah ditekan. Ia menyebut era kelemahan dan penyerahan diri telah berlalu, dan Iran siap merespons setiap bentuk tekanan dari luar.

“Di mana pun Anda berada, kami akan merespons dengan keras kapan pun kami mau,” tegasnya.

Ketegangan ini bermula sejak 28 Februari lalu, ketika serangan udara yang dikaitkan dengan AS dan Israel menghantam sejumlah target di Iran. Serangan tersebut dilaporkan menewaskan beberapa pejabat serta komandan senior.

Sebagai balasan, Iran meluncurkan lebih dari 100 gelombang serangan yang menyasar target strategis milik Amerika dan Israel di kawasan tersebut.

Baca Juga : Viral Kapal Pertamina di Selat Hormuz Tanpa WNI, Kreator Indonesia Ini Syok: Sebagai Putra Bangsa Kecewa

Situasi semakin memanas ketika Iran mengambil langkah drastis dengan memblokade jalur vital energi dunia, Selat Hormuz. Langkah ini menargetkan kapal-kapal tanker minyak dan gas yang dianggap memiliki keterkaitan dengan pihak musuh.

Upaya meredakan konflik sebenarnya sempat dilakukan. Pada 8 April, tepat 40 hari sejak konflik dimulai, gencatan senjata selama dua minggu berhasil diberlakukan berkat mediasi Pakistan.

Namun, harapan damai belum terwujud. Putaran pertama pembicaraan antara Teheran dan Washington berakhir tanpa kesepakatan. Iran menilai tuntutan dari pihak Gedung Putih terlalu berlebihan dan tidak realistis.

Dengan situasi yang masih tegang dan pernyataan keras dari pihak militer Iran, masa depan gencatan senjata kini berada di ujung tanduk. Dunia pun menanti apakah jalur diplomasi masih bisa menyelamatkan situasi, atau justru konflik akan kembali memanas dalam waktu dekat.


Topik

Internasional Iran Negosiasi Amerika Serikat AS IRGC Serangan Balasan



JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Ngawi Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

Mutmainah J

Editor

Sri Kurnia Mahiruni