Jatim Times Network Logo
Poling Pilkada 2024 Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Poling Pilkada 2024
Pendidikan

14 Dosen Unisba Blitar Lolos Hibah Nasional 2026, Perkuat Riset dan Pemberdayaan Masyarakat

Penulis : Aunur Rofiq - Editor : Sri Kurnia Mahiruni

21 - Apr - 2026, 15:25

Placeholder
Unisba Blitar kembali menorehkan prestasi. Sebanyak 14 tim dosen lolos pendanaan program penelitian dan pengabdian masyarakat Tahun Anggaran 2026. Capaian ini menegaskan komitmen kampus dalam memperkuat riset, inovasi, dan pengabdian kepada masyarakat. (Foto: Unisba Blitar)

JATIMTIMES – Universitas Islam Balitar (Unisba) Blitar kembali menorehkan prestasi di tingkat nasional. Sebanyak 14 dosen kampus tersebut dinyatakan lolos pendanaan Program Penelitian, Pengabdian kepada Masyarakat, Hilirisasi Riset Prioritas, Riset Konsorsium Unggulan Berdampak, dan Inovasi Seni Nusantara Tahun Anggaran 2026 yang diselenggarakan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek).

Capaian itu menjadi penanda meningkatnya kapasitas akademik Unisba Blitar dalam menjalankan tridharma perguruan tinggi, khususnya pada bidang riset, inovasi, dan pengabdian masyarakat. Di tengah kompetisi nasional yang ketat, keberhasilan tersebut menunjukkan dosen-dosen Unisba mampu menghadirkan gagasan ilmiah yang relevan dengan kebutuhan zaman sekaligus menjawab persoalan riil masyarakat.

Baca Juga : Pengawasan Super Ketat UTBK UB 2026, Peserta Berbehel Pun Diperiksa Demi Cegah Kecurangan

Rektor Unisba Blitar, Dr Soebiantoro, M.Si, menyampaikan apresiasi atas keberhasilan para dosen menembus program hibah nasional tersebut. Menurut dia, capaian ini merupakan hasil kerja kolektif yang dibangun melalui budaya akademik, peningkatan mutu penelitian, dan semangat inovasi yang terus dikembangkan di lingkungan kampus.

“Alhamdulillah, ini menjadi kabar membanggakan bagi keluarga besar Unisba Blitar. Keberhasilan 14 dosen memperoleh hibah nasional menunjukkan bahwa kualitas sumber daya manusia kami semakin kompetitif. Kami ingin riset di kampus tidak berhenti di jurnal, tetapi memberi solusi nyata bagi masyarakat,” ujar Soebiantoro, Selasa (21/4/2026). 

Ia menegaskan, perguruan tinggi saat ini dituntut tidak hanya menghasilkan lulusan berkualitas, tetapi juga menjadi pusat pengembangan ilmu pengetahuan dan pemberdayaan sosial ekonomi masyarakat.

“Kami terus mendorong dosen untuk meneliti persoalan yang dekat dengan rakyat, mengembangkan teknologi terapan, memperkuat UMKM, pertanian, pendidikan, hingga lingkungan hidup. Itulah arah pembangunan perguruan tinggi yang kami jalankan,” katanya.

Penelitian Menjawab Tantangan Daerah dan Nasional

Dari skema Penelitian Dosen Pemula, sejumlah dosen Unisba Blitar mengusung tema-tema strategis. Agustina Widyasworo K meneliti intensifikasi produksi hijauan tebon jagung berbasis sludge biogas media guna meningkatkan biomasa dan nutrisi pakan ternak. Riset ini dinilai penting untuk mendukung sektor peternakan dan ketahanan pangan.

Muhammad Iqbal Baihaqi mengembangkan media Augmented Reality (AR) bertajuk “Sahabat Pancasila” sebagai intervensi dini pencegahan perundungan serta peningkatan kecerdasan emosional siswa sekolah dasar. Inovasi ini memadukan teknologi digital dengan pendidikan karakter.

Ulva Roifatul Lailin meneliti tipologi kerentanan rumah tangga miskin di Kota Blitar melalui integrasi data sosial, kesehatan, dan ekonomi. Penelitian tersebut diharapkan menjadi rujukan kebijakan penanggulangan kemiskinan perkotaan yang lebih presisi.

Hangga Prima Setiawan mengangkat kajian mekanik dan termal mortar komposit berbasis abu tongkol jagung dengan pendekatan ramah lingkungan. Riset ini membuka peluang pemanfaatan limbah pertanian menjadi material konstruksi bernilai tambah.

Novia Damayanti menyusun Model LENTERA, yakni intervensi empati berbasis structured learning approach untuk membangun budaya anti-bullying bagi konselor SMP. Program tersebut relevan dengan meningkatnya kebutuhan sekolah terhadap lingkungan belajar yang aman.

Parid Rilo Pambudi mengembangkan MIND-RISK, platform indeks risiko kesehatan mental berbasis adaptasi akademik dan ketahanan psikologis untuk penguatan layanan konseling perguruan tinggi.

Sementara itu, Jalu Sora Wicitra meneliti kebijakan transportasi berkelanjutan berbasis kendaraan listrik dan pengetahuan lokal guna mengoptimalkan distribusi hasil pertanian menuju event ekonomi kreatif di Kabupaten Blitar.

Inovasi Teknologi, Pertanian, dan Kebencanaan

Pada skema Penelitian Fundamental Reguler, Arinda Sari Sofiyana mengembangkan FloraShare, platform crowdsourcing digital untuk penguatan data tumbuhan dan literasi biodiversitas berbasis partisipasi publik.

Sabitul Kirom merancang game edukasi “SIGAB” dengan pendekatan deep learning untuk meningkatkan literasi kebencanaan dan kesiapsiagaan siswa sekolah dasar. Inovasi tersebut penting mengingat pendidikan mitigasi bencana perlu dikenalkan sejak dini.

Tri Endrawati meneliti optimalisasi produktivitas budidaya melon greenhouse melalui integrasi media organik, beneficial microorganism, dan aplikasi bionanofertilizer. Riset ini berpotensi mendukung produktivitas hortikultura modern.

Mar’atus Sholihah mengembangkan Phyto Interactive berbasis game untuk memberdayakan keterampilan berpikir sistemis mahasiswa pada materi hubungan tumbuhan dengan air. Pendekatan tersebut memperkuat model pembelajaran interaktif di perguruan tinggi.

Baca Juga : Wabup Lathifah Komitmen Tingkatkan Produktivitas Kentang Kabupaten Malang

Rektor Soebiantoro menilai ragam tema penelitian tersebut menunjukkan bahwa dosen Unisba tidak terpaku pada satu bidang ilmu, melainkan mampu bergerak lintas sektor.

“Ada yang meneliti pertanian modern, pendidikan karakter, kesehatan mental, lingkungan, hingga teknologi digital. Ini membuktikan Unisba Blitar berkembang sebagai kampus multidisiplin yang adaptif terhadap perubahan,” ujarnya.

Pengabdian Masyarakat Berorientasi Solusi

Selain bidang penelitian, Unisba Blitar juga mencatat keberhasilan dalam program pengabdian kepada masyarakat. Empat dosen lolos pendanaan untuk skema pemberdayaan masyarakat dan desa binaan.

Dwi Kameluh Agustina mengusung program inovasi augmentarium konservasi parasitoid terintegrasi pengelolaan limbah lalat buah berbasis citizen science di P4S Sari Luhur. Program ini menggabungkan edukasi lingkungan, pengendalian hama, dan partisipasi warga.

Hanik Amaria menjalankan peningkatan kapasitas Kelompok Wanita Tani Azalea melalui pengembangan usaha persemaian sayuran berbasis ecobisnis dan urban farming. Program tersebut dinilai mampu memperkuat ketahanan pangan keluarga sekaligus meningkatkan pendapatan warga.

Tri Endrawati kembali lolos melalui program implementasi waste to value lewat inovasi produk konversi dan mitigasi sampah menuju ekonomi sirkular di Bank Sampah Cemara Asri.

Adapun Palupi Puspitorini mengembangkan peningkatan circular economy melalui inovasi produk limbah terkonversi dan ekstraksi minyak sereh merah menuju Kelurahan Gedog Berdampak.

“Pengabdian kepada masyarakat adalah wajah nyata perguruan tinggi. Kami ingin ilmu dari kampus hadir di tengah warga, membantu petani, ibu rumah tangga, pelaku usaha, komunitas lingkungan, dan generasi muda,” kata Soebiantoro.

Menggerakkan Pembangunan Daerah

Menurut Soebiantoro, keberhasilan dosen memperoleh hibah nasional akan memberi dampak langsung terhadap pembangunan daerah. Riset-riset terapan dapat menjadi solusi bagi persoalan lokal, mulai sektor pertanian, pendidikan, pengelolaan sampah, ekonomi kreatif, hingga kesehatan masyarakat.

Ia menambahkan, Unisba Blitar akan terus memperkuat kolaborasi dengan pemerintah daerah, dunia usaha, sekolah, dan komunitas masyarakat agar hasil penelitian tidak berhenti sebagai dokumen akademik.

“Kami ingin hasil riset bisa dihilirisasikan, diterapkan, dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Kampus harus hadir sebagai mitra strategis pembangunan daerah,” ujarnya.

Pengumuman resmi penerimaan hibah tersebut disampaikan Kemdiktisaintek melalui laman BIMA. Program pendanaan ini menjadi instrumen penting pemerintah dalam meningkatkan mutu riset nasional serta memperkuat kontribusi perguruan tinggi dalam memecahkan persoalan bangsa.

Bagi Unisba Blitar, capaian 2026 ini bukan sekadar prestasi administratif. Lebih dari itu, keberhasilan tersebut menegaskan posisi kampus sebagai pusat pembelajaran, inovasi, dan pemberdayaan yang terus tumbuh di Kota Blitar.

Dengan semangat itu, Unisba Blitar menatap masa depan sebagai perguruan tinggi yang produktif melahirkan gagasan, responsif terhadap kebutuhan masyarakat, dan konsisten mendukung agenda pembangunan berkelanjutan.


Topik

Pendidikan 14 Dosen Unisba Blitar universitas balitar Hibah Nasional 2026 Riset Pemberdayaan Masyarakat



JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Ngawi Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

Aunur Rofiq

Editor

Sri Kurnia Mahiruni

Pendidikan

Artikel terkait di Pendidikan