Jatim Times Network Logo
Poling Pilkada 2024 Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Poling Pilkada 2024
Gaya Hidup

Jangan Asal Cuci Muka, Ini Teknik yang Tepat agar Wajah Bersih Tanpa Merusak Kulit

Penulis : Irsya Richa - Editor : Yunan Helmy

26 - Jun - 2026, 17:02

Placeholder
Mencuci wajah menggunakan face wash. (Foto: Pinterest)

JATIMTIMES - Mencuci wajah sering dianggap sebagai langkah paling sederhana dalam rutinitas perawatan kulit. Padahal, teknik yang kurang tepat hingga pemilihan sabun pembersih yang tidak sesuai justru dapat membuat kulit menjadi kering, iritasi, bahkan memicu berbagai masalah kulit.

Skincare Educator dr Giovanni Mustopo mengungkapkan, masih banyak orang yang hanya menggosok wajah secara asal saat mencuci muka. Padahal, setiap area wajah memiliki arah usapan yang berbeda agar kotoran, minyak, hingga sisa sunscreen dapat terangkat lebih optimal tanpa memberikan tekanan berlebihan pada kulit.

Baca Juga : Kelestarian Mata Air Berada di Titik Kritis, Aktivis Desak Pemkot Batu Lakukan Kajian Mendalam Soal Krisis Hulu

Menurut dokter Gio, proses mencuci wajah sebaiknya dimulai dari bagian dagu dengan gerakan usapan dari tengah ke arah samping. Kemudian usapan dilanjutkan mengikuti garis rahang ke arah atas, kemudian area pipi dibersihkan dari sisi hidung menuju arah luar dan sedikit ke atas.

Untuk area hidung, ia menyarankan gerakan dari pangkal hidung ke bawah lalu ke arah luar. Lalu bagian bawah mata dibersihkan dengan usapan lembut dari sisi dalam ke arah luar, dilanjutkan area pelipis dari alis menuju pelipis, dan diakhiri membersihkan dahi dari bagian tengah ke arah samping.

“Lakukan seluruh gerakan tersebut sebanyak dua kali agar wajah benar-benar bersih tanpa harus menggosok kulit terlalu keras,” jelas dokter Gio.

Selain teknik mencuci muka, pemilihan facewash juga menjadi hal yang tidak kalah penting. Menurut dia, banyak orang keliru memilih produk hanya karena tergiur kandungan bahan aktif tertentu atau tren yang sedang populer.

“Facewash yang bagus bukan dinilai karena mengandung salicylic acid, vitamin C, retinol, atau karena tidak mengandung SLES. Yang paling penting adalah mampu membersihkan kotoran, minyak, dan sunscreen dengan baik tanpa membuat kulit terasa kering atau ketarik setelah dibilas,” imbuhnya.

Ia juga mengimbau agar masyarakat tidak menghabiskan anggaran skincare terlalu besar untuk produk pembersih wajah. Idealnya, biaya membeli facewash tidak melebihi sekitar 25 persen dari total anggaran skincare karena fungsi utamanya adalah membersihkan kulit.

Menurut dr Giovanni, masih banyak anggapan bahwa facewash mampu mencerahkan wajah atau membuat kulit awet muda. Padahal, manfaat utamanya hanyalah menjaga kebersihan kulit sehingga lebih sehat dan siap menerima produk skincare berikutnya.

“Facewash tidak bikin kulit cerah dan awet muda, tapi cuci muka yang benar membuat kulit tetap sehat dan bersih,” tambah dokter Gio.

Baca Juga : Apa Itu DDMF? Anak Baru Danantara yang Dikaitkan dengan Proyek Giant Sea Wall Rp 1.300 Triliun

Tak hanya teknik dan produk, urutan membersihkan tubuh juga dinilai memengaruhi kebersihan kulit wajah. Ia menyarankan keramas dilakukan terlebih dahulu agar minyak dan sisa produk rambut tidak mengalir ke wajah, dilanjutkan mandi menggunakan sabun badan, lalu menyikat gigi, dan mencuci muka sebagai langkah terakhir.

“Urutan yang benar adalah shampoo, body wash, sikat gigi, baru cuci muka. Dengan begitu, kotoran yang mungkin turun ke wajah selama mandi bisa dibersihkan pada tahap terakhir,” jelasnya.

Di sisi lain, dokter Gio meminta masyarakat tidak takut mencuci wajah lebih dari dua kali sehari jika kulit memang dalam kondisi kotor, misalnya setelah beraktivitas di luar ruangan atau berolahraga. Namun, syaratnya adalah menggunakan facewash yang lembut sehingga tidak merusak skin barrier.

“Kalau kulit memang kotor, cuci muka lebih dari tiga kali sehari juga boleh, asalkan menggunakan facewash yang gentle dan tidak membuat kulit terasa ketarik,” ucap dokter Gio.

Tak hanya itu saja. Dia juga menyarankan penggunaan handuk khusus wajah yang diganti setiap hari untuk mengurangi risiko perpindahan bakteri. Menurut dia, menjaga kebersihan wajah jauh lebih penting dibandingkan takut mencuci muka menggunakan sabun pembersih yang lembut.

“Kulit yang kotor justru lebih berisiko menimbulkan masalah dibanding mencuci muka menggunakan facewash yang gentle,” tutup dokter Gio.


Topik

Gaya Hidup Cuci muka wajah bersih kulit tidak rusak



JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Ngawi Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

Irsya Richa

Editor

Yunan Helmy