Jatim Times Network Logo
Poling Pilkada 2024 Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Poling Pilkada 2024
Pemerintahan

Kominfo Tanggapi Grup Facebook LGBT Gunakan Nama Situbondo, Siap Lakukan Kajian dan Koordinasi

Penulis : Wisnu Bangun Saputro - Editor : Dede Nana

02 - Jul - 2026, 11:52

Placeholder
Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Kabupaten Situbondo, Sugiyono saat dikonfirmasi JATIMTIMES, Kamis (2/7/2026). (Foto: Wisnu Bangun Saputro/ JATIMTIMES)

JATIMTIMES - Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Kabupaten Situbondo, Sugiyono, angkat bicara terkait munculnya grup media sosial bertema LGBT dan Bisex Situbondo yang beredar di platform Facebook. Menurutnya, informasi tersebut baru diterima dari sejumlah pihak dan saat ini masih menjadi perhatian untuk dikaji lebih lanjut.

Sugiyono mengatakan, pemerintah daerah tidak ingin tergesa-gesa mengambil langkah tanpa melalui proses analisis yang matang. Menurutnya, setiap fenomena yang muncul di ruang digital perlu dipelajari secara komprehensif agar kebijakan yang diambil tidak menimbulkan polemik baru di tengah masyarakat.

Baca Juga : Aktris Pevita Pearce Ajak Gaya Hidup Sehat Lewat Jaga Pencernaan Usus

"Yang kami lakukan saat ini masih sebatas mengumpulkan informasi. Hal-hal yang dianggap berseberangan dengan kultur masyarakat tentu menjadi atensi. Namun, kami harus melakukan kajian terlebih dahulu, melihat dampak positif maupun dampak negatifnya sebelum menentukan langkah yang tepat," ujarnya kepada JATIMTIMES, Kamis (2/7/2026).

Ia menegaskan, Situbondo dikenal sebagai kota santri dan daerah yang memiliki nilai-nilai religius yang kuat. Karena itu, setiap perkembangan yang terjadi di ruang digital perlu disikapi secara hati-hati agar tidak menimbulkan keresahan ataupun menjadi preseden buruk bagi masyarakat.

Meski demikian, Sugiyono menekankan bahwa pemerintah tidak ingin mengambil keputusan secara emosional maupun reaktif. Ia mengingatkan bahwa penanganan isu di media sosial harus dilakukan secara bijaksana agar tidak justru memicu kontroversi yang lebih besar.

"Kami tidak ingin serta-merta mengambil langkah pemblokiran, atau sikap yang justru memperkeruh suasana. Kami ingin mendalami persoalan ini terlebih dahulu sehingga langkah yang diambil nantinya benar-benar tepat," katanya.

Sugiyono juga mengajak insan media untuk ikut memberikan masukan kepada pemerintah daerah. Menurutnya, media memiliki peran strategis dalam menyampaikan informasi yang berimbang sekaligus menjadi mitra pemerintah dalam menghadapi berbagai persoalan yang berkembang di ruang digital.

Selain itu, Kominfo akan berkomunikasi dengan berbagai pihak yang berkepentingan guna memperoleh gambaran yang utuh mengenai persoalan tersebut. Koordinasi lintas sektor dinilai penting agar upaya penanganan dapat dilakukan secara efektif tanpa mengabaikan aspek sosial maupun edukatif.

Menurut Sugiyono, perhatian pemerintah sebenarnya tidak hanya tertuju pada keberadaan sebuah grup media sosial, tetapi lebih luas kepada dampak penggunaan media sosial terhadap anak-anak usia sekolah. Ia menilai kelompok usia tersebut merupakan pihak yang paling rentan terpapar berbagai konten negatif di dunia digital.

Baca Juga : Menteri PKP Apresiasi Realisasi Rumah Subsidi di Malang, Turut Bantu Angsuran Rumah Warga

Karena itu, Kominfo mendorong penguatan literasi digital, baik kepada pelajar maupun kepada para orang tua. Pengawasan terhadap penggunaan gawai dan media sosial dinilai menjadi salah satu langkah penting untuk meminimalkan dampak negatif perkembangan teknologi informasi.

"Upaya ini tidak bisa dilakukan pemerintah sendiri. Kami membutuhkan dukungan dari orang tua, tokoh masyarakat, tokoh agama, dunia pendidikan, hingga teman-teman media agar edukasi mengenai penggunaan media sosial yang sehat dapat tersampaikan kepada masyarakat," ungkapnya.

Ia juga menegaskan bahwa penanganan berbagai persoalan di ruang digital harus menjadi kerja bersama.

 "Pemerintah Kabupaten Situbondo melalui Dinas Kominfo akan terus memperkuat edukasi literasi digital serta melakukan koordinasi dengan pemerintah provinsi dan berbagai pemangku kepentingan sebagai langkah antisipatif terhadap dampak negatif media sosial, khususnya bagi generasi muda," tegas Sugiyono.

Perlu diketahui saat ini DPRD Kabupaten Situbondo bersama dengan Pemerintah Daerah sedang proses pengambilan persetujuan dan penetapan terkait rancangan peraturan daerah (Ranperda) Penyelenggaraan Kearsipan, Penanggulangan Pelacuran, Penanggulangan Penyakit HIV, AIDS dan Tuberculosis.


Topik

Pemerintahan kominfo situbondo lgbt bisex facebook berita situbondo



JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Ngawi Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

Wisnu Bangun Saputro

Editor

Dede Nana

Pemerintahan

Artikel terkait di Pemerintahan