Jatim Times Network Logo
Poling Pilkada 2024 Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Poling Pilkada 2024
Pendidikan

PPG FITK UIN Malang Torehkan Kelulusan 100 Persen, Ribuan Guru Resmi Sandang Predikat Profesional

Penulis : Anggara Sudiongko - Editor : Yunan Helmy

02 - Jul - 2026, 20:30

Placeholder
Yudisium dan pengukuhan program Pendidikan Profesi Guru (PPG) Dalam Jabatan Batch 4 Tahun 2025 Program Studi Pendidikan Profesi Guru (PPG) Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK). (Anggara Sudiongko/JatimTIMES)

JATIMTIMES - Sebanyak  2.781 peserta Program Pendidikan Profesi Guru (PPG) Dalam Jabatan Batch 4 Tahun 2025 Program Studi Pendidikan Profesi Guru (PPG) Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK) Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim (UIN Maliki) Malang resmi diyudisium dan dikukuhkan sebagai guru profesional, Kamis sore, (2/7/2026) di salah satu hotel di Kota Malang. Prosesi pengukuhan menjadi penanda selesainya rangkaian pendidikan profesi sekaligus awal tanggung jawab baru bagi para guru dalam meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia.

1

Dari ribuan peserta tersebut, sekitar 600 guru hadir secara langsung dalam prosesi pengukuhan. Mereka berasal dari berbagai daerah di Indonesia, mulai Papua, Jambi, Jawa Barat hingga sejumlah provinsi lainnya. Kehadiran para peserta dari berbagai wilayah menunjukkan jangkauan nasional penyelenggaraan PPG di UIN Malang.

6

Dekan FITK UIN Maliki Malang Dr H Muhammad Walid MA mengungkapkan tingkat kelulusan peserta pada batch 4 mencapai hasil yang sangat memuaskan. Awalnya terdapat sekitar 98 persen peserta yang dinyatakan lulus, sementara 12 peserta lainnya merupakan peserta retaker yang mengikuti ujian susulan.

"Ke-12 peserta itu semuanya merupakan retaker. Alhamdulillah setelah mengikuti ujian susulan, semuanya dinyatakan lulus. Jadi untuk batch 4 ini tingkat kelulusannya mencapai 100 persen bagi peserta yang mengikuti pelaksanaan PPG di LPTK UIN Malang," ujarnya.

3

Ia menjelaskan, kendala yang dialami peserta retaker bukan semata-mata karena kemampuan akademik, melainkan lebih banyak dipengaruhi penguasaan teknologi. Menurut dia, sebagian peserta yang telah lama mengajar masih membutuhkan adaptasi dalam penggunaan perangkat digital saat mengikuti proses pembelajaran maupun ujian berbasis teknologi.

Baca Juga : Kementerian PKP Kucurkan Rp 531 Miliar KUR Perumahan Tanpa Jaminan di Malang Raya hingga Blitar

"Yang paling sering menjadi kendala adalah penguasaan teknologi. Biasanya guru-guru yang usianya sudah lebih senior membutuhkan penyesuaian. Karena itu, kami memberikan pelatihan secara intensif, mulai dari pengoperasian perangkat hingga penggunaan sistem pembelajaran dan ujian," katanya.

2

Batch 4 ini terdapat delapan bidang studi yang diikuti peserta, di antaranya Al-Qur'an Hadis, Fikih, Sejarah Kebudayaan Islam (SKI), Akidah Akhlak, Pendidikan Agama Islam (PAI), serta beberapa mata pelajaran lainnya. Peserta dari lingkungan madrasah menjadi kelompok terbanyak, disusul guru mata pelajaran Pendidikan Agama Islam.

Muhammad Walid menegaskan, pengukuhan guru profesional bukanlah akhir perjalanan para peserta. Justru setelah memperoleh predikat guru profesional, mereka memiliki tanggung jawab moral yang lebih besar dalam mendidik peserta didik.

4

"Kami berharap ini menjadi langkah awal yang baik ketika mereka benar-benar terjun di dunia pendidikan. Label guru profesional membawa beban moral agar mereka terus menunjukkan sikap profesional, cara berpikir yang baik, dan selalu berorientasi kepada peserta didik," tuturnya.

Sementara itu, Rektor UIN Maliki Malang Prof Dr Hj Ilfi Nur Diana,l MSi CAHRM CRMP menekankan bahwa peningkatan mutu pendidikan harus dimulai dari peningkatan kualitas guru. Menurut dia, perkembangan teknologi, ilmu pengetahuan, hingga kehadiran kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) menjadi tantangan yang harus dihadapi para pendidik.

5

"Kalau kualitas gurunya meningkat, maka kualitas lulusan juga akan semakin baik. Tantangan pendidikan hari ini bukan hanya teknologi dan AI, tetapi bagaimana guru terus meningkatkan kualitas diri dan profesionalismenya," jelasnya.

Selama mengikuti PPG, para guru menjalani proses pembelajaran intensif selama sekitar 40 hari untuk memperkuat kompetensi akademik maupun profesional. Namun, menurut Ilfi, keberhasilan seorang guru tidak hanya ditentukan oleh kemampuan akademik semata.

"Yang jauh lebih penting adalah membangun karakter. Guru tidak mungkin membentuk karakter peserta didik apabila karakternya sendiri belum terbentuk. Karena itu kami menanamkan karakter Ulul Albab yang memadukan intelektualitas dengan spiritualitas," katanya.

Baca Juga : Paripurna DPRD Situbondo: Soroti LHP BPK 2025 dan Sahkan Tiga Raperda Inisiatif

Ia menjelaskan karakter Ulul Albab mendorong guru agar terus belajar mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan sekaligus memperkuat hubungan spiritual kepada Allah SWT. Dengan demikian, guru tidak hanya mampu menyampaikan ilmu, tetapi juga menjadi teladan melalui akhlak, integritas, dan doa yang dipanjatkan untuk peserta didiknya.

"Guru harus terus membaca agar intelektualitasnya berkembang. Di sisi lain spiritualitas juga harus dibangun, karena doa seorang guru untuk peserta didiknya merupakan kekuatan yang sangat besar. Output yang kami harapkan adalah guru yang berakhlak mulia, berintegritas, dan inovatif," ungkapnya.

Pada kesempatan tersebut, UIN Maliki Malang juga kembali memperkenalkan program Golden Ticket bagi calon mahasiswa berprestasi. Program ini memberikan berbagai bentuk apresiasi, mulai bebas UKT, bebas biaya Ma'had, kombinasi keduanya, hingga kesempatan masuk UIN Malang tanpa mengikuti tes sesuai kategori prestasi akademik maupun nonakademik tingkat nasional dan internasional.

Di sela prosesi pengukuhan, rektor UIN Maliki Malang turut menyampaikan belasungkawa kepada keluarga salah seorang peserta bernama Yusuf yang telah wafat. Ia mengajak keluarga untuk mengikhlaskan kepergian almarhum seraya meyakini bahwa ilmu yang telah diajarkan seorang guru akan menjadi amal jariyah yang terus mengalir.

"Selama ilmu yang diajarkan adalah kebaikan, maka pahalanya akan terus mengalir. Kami berharap keluarga diberikan kekuatan dan ketabahan menerima takdir terbaik dari Allah SWT," tutupnya.

 


Topik

Pendidikan UIN Malang UIN Maliki Malang PPG FITK guru profesional



JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Ngawi Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

Anggara Sudiongko

Editor

Yunan Helmy

Pendidikan

Artikel terkait di Pendidikan