Jatim Times Network Logo
Poling Pilkada 2024 Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Poling Pilkada 2024
Peristiwa

Pengguna WhatsApp Web Hati-Hati! Ekstensi Chrome Bisa Dipakai Kirim Spam hingga Promosi Judol

Penulis : Binti Nikmatur - Editor : Yunan Helmy

19 - Aug - 2026, 09:53

Placeholder
Ilustrasi penggunaan WhatsApp Web. (Foto: Shutterstock)

JATIMTIMES - Pengguna WhatsApp Web sebaiknya mulai lebih selektif memasang ekstensi di browser. Ratusan ekstensi yang mengaku menawarkan fitur CRM dan otomatisasi WhatsApp ternyata digunakan untuk menyisipkan kode ke WhatsApp Web dan menjalankan pengiriman pesan secara massal.

Temuan tersebut berkaitan dengan 131 ekstensi Chrome yang teridentifikasi sebagai spamware. Ekstensi-ekstensi itu menggunakan berbagai nama dan tampilan, tetapi memiliki pola kode serta infrastruktur yang sama. Secara keseluruhan, ekstensi tersebut tercatat digunakan oleh sekitar 20.905 pengguna aktif.

Baca Juga : Polres Gresik Gencar Edukasi Warga Bahaya Judol dan Pinjol Ilegal

Temuan ini sebelumnya diungkap peneliti keamanan siber dan kemudian diunggah kembali oleh akun Instagram @cyberity_network. Dalam unggahannya, Cyberity Network mengingatkan pengguna soal modus ekstensi yang menyamar sebagai perangkat "CRM WhatsApp" untuk bisnis.

"Google baru saja menghapus 131 ekstensi yang menyamar sebagai tools 'CRM WhatsApp' untuk bisnis," tulis Cyberity Network dalam unggahannya.

Di balik tampilan sebagai alat bantu bisnis, ekstensi tersebut dapat menyuntikkan kode langsung ke halaman WhatsApp Web. Kode itu kemudian dipakai untuk mengotomatiskan pengiriman pesan dalam jumlah besar.

Riset Socket yang dikutip The Hacker News menyebut ekstensi tersebut menjalankan kode langsung di halaman WhatsApp Web dan mengotomatisasi pengiriman serta penjadwalan pesan. Modus ini memungkinkan pelaku melewati sejumlah mekanisme pembatasan spam WhatsApp.

Pengamat keamanan siber Vaksincom, Alfons Tanujaya, sebelumnya menjelaskan persoalan dalam modus ini bukan berada pada sistem autentikasi WhatsApp. Yang menjadi masalah justru ekstensi yang sudah terpasang di browser.

Ekstensi tersebut dapat memanfaatkan sesi WhatsApp Web yang sedang aktif. Jadi, pelaku tidak harus melakukan login sebagai perangkat baru. Ekstensi cukup "menumpang" pada sesi yang memang sudah dibuka pengguna di komputer. Inilah yang membuat modus tersebut cukup sulit disadari.

Pengguna bisa saja merasa akun WhatsApp-nya aman karena tidak pernah memberikan kode OTP atau menyetujui login dari perangkat asing. Padahal, ada perangkat lunak tambahan di browser yang ikut menjalankan perintah ketika WhatsApp Web digunakan.

Sudah Logout, Kok Bisa Terjadi Lagi?

Logout dari WhatsApp Web atau mengeluarkan perangkat dari menu Perangkat Tertaut memang penting dilakukan jika ada aktivitas mencurigakan.

Namun, langkah tersebut belum menyelesaikan masalah apabila ekstensi yang menjadi sumber persoalan masih terpasang.

Ketika pengguna kembali membuka WhatsApp Web dan login dengan browser yang sama, ekstensi tersebut berpotensi kembali bekerja pada sesi baru.

Dengan kata lain, yang perlu dibersihkan bukan hanya akun WhatsApp-nya, tetapi juga browser yang digunakan untuk mengakses WhatsApp Web.

Modusnya Menyamar sebagai Alat Bantu Bisnis

Ekstensi yang teridentifikasi tidak selalu tampil sebagai aplikasi mencurigakan. Sebagian justru menawarkan fitur yang terdengar menarik bagi pelaku usaha, seperti CRM, otomatisasi pesan, pengelolaan kontak, broadcast hingga penjadwalan pesan.

Salah satu ekstensi yang ditemukan dalam riset tersebut adalah YouSeller yang tercatat memiliki sekitar 10 ribu pengguna. Ada pula sejumlah ekstensi lain seperti performancemais, Botflow dan ZapVende.

Baca Juga : Aktivis Ini Tantang Wamendikti Stella Christie Buka Data Camaba Tak Mampu Bayar UKT

Peneliti menemukan 131 ekstensi itu memiliki kesamaan kode, desain dan infrastruktur. Sebagian besar disebut diterbitkan oleh pihak yang menggunakan nama WL Extensao atau variasinya.

Yang perlu diperhatikan, memasang ekstensi dari Chrome Web Store juga bukan berarti pengguna otomatis terbebas dari risiko. Malwarebytes menjelaskan proses peninjauan Chrome Web Store bukan sertifikasi keamanan atau audit kode menyeluruh.
Bisa Kirim Pesan Tanpa Disadari Pemilik Akun

Ketika ekstensi sudah mendapatkan akses ke halaman WhatsApp Web, kode yang disisipkan dapat berjalan berdampingan dengan skrip WhatsApp.

Aktivitas tersebut kemudian bisa digunakan untuk mengotomatiskan pengiriman pesan ke banyak penerima. Riset yang dipublikasikan pada 2025 menyebut kampanye ini digunakan untuk melakukan spam dalam skala besar dan berupaya menghindari sistem anti-spam WhatsApp.

Di Indonesia, modus seperti ini tentu menjadi perhatian karena WhatsApp juga kerap digunakan sebagai sarana penyebaran promosi ilegal, termasuk judi online.

Apa Yang Harus Dilakukan?

Jika pernah memasang ekstensi WhatsApp untuk kebutuhan broadcast, CRM atau otomatisasi dan merasa ada aktivitas yang tidak wajar, langkah pertama adalah memeriksa ekstensi yang terpasang. Di Chrome, pengguna bisa membuka chrome://extensions/. 

Setelah itu, lihat daftar ekstensi satu per satu. Hapus ekstensi yang tidak dikenal, tidak lagi digunakan atau berasal dari pengembang yang reputasinya tidak jelas.

Jangan hanya mengandalkan nama dan logo. Periksa juga pengembang, izin yang diminta serta fungsi ekstensi tersebut.

Jika tidak yakin ekstensi mana yang bermasalah, membuat profil browser baru atau melakukan reset browser bisa menjadi pilihan. Setelah itu, jangan buru-buru memasang kembali ekstensi yang sama.

Langkah lain yang tetap penting adalah mengecek menu Perangkat Tertaut di WhatsApp. Jika ada perangkat yang tidak dikenali, segera keluarkan dari akun.

Pengguna juga sebaiknya mengaktifkan verifikasi dua langkah untuk menambah lapisan perlindungan akun.


Topik

Peristiwa WhatsApp Web Chrome spam promosi judol



JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Ngawi Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

Binti Nikmatur

Editor

Yunan Helmy