Jatim Times Network Logo
Poling Pilkada 2024 Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Poling Pilkada 2024
Peristiwa

Belajar dari Gempa NTT, Ini Cara Menyelamatkan Diri Saat Gempa Besar hingga Tsunami

Penulis : Mutmainah J - Editor : A Yahya

20 - Aug - 2026, 14:16

Placeholder
Dampak gempa di NTT Sabtu (15/8/2026). (Foto X @indepenSumatera)

JATIMTIMES - Gempa bumi besar yang mengguncang Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), menjadi pengingat bahwa bencana bisa datang tanpa aba-aba. Dalam hitungan detik, guncangan kuat dapat membuat bangunan rusak, benda-benda berjatuhan, hingga mengancam keselamatan warga.

Gempa tersebut terjadi pada Sabtu (15/8/2026) pukul 04.58 WIB. Berdasarkan pemutakhiran data BMKG, gempa memiliki magnitudo 7,7 dengan kedalaman 15 kilometer. Episenternya berada di laut, sekitar 30 kilometer timur laut Nagekeo, NTT.

Baca Juga : BMKG Peringatkan Kekeringan Ekstrem Agustus 2026, Ini Daerah yang Masuk Kategori Awas

Karena berpusat di laut dan memiliki kekuatan besar, gempa NTT sempat memicu peringatan dini tsunami untuk sejumlah wilayah. BMKG kemudian mengakhiri peringatan tersebut setelah melakukan pemantauan terhadap kondisi tsunami.

Dampak gempa juga cukup besar. Berdasarkan pembaruan data per Kamis (20/8/2026), tercatat 72 orang meninggal dunia dan sekitar 900 orang mengalami luka atau sakit. Selain itu, puluhan ribu warga masih mengungsi akibat gempa tersebut.

Tragedi gempa NTT kembali menunjukkan pentingnya memahami langkah penyelamatan diri. Lantas, apa yang harus dilakukan sebelum, saat, dan setelah gempa bumi terjadi? Dilansir dari laman BMKG, berikut cara menyelamatkan diri saat terjadi gempa besar.

Sebelum Gempa, Siapkan Diri dan Rumah

Kesiapsiagaan sebaiknya dilakukan jauh sebelum gempa terjadi. Ada beberapa langkah sederhana yang dapat dilakukan setiap keluarga.

Pertama, periksa kondisi bangunan rumah. Pastikan struktur bangunan cukup kuat dan lakukan perbaikan jika terdapat bagian yang sudah rusak atau tidak kokoh.

Selanjutnya, periksa benda-benda yang berada di tempat tinggi. Lemari, rak, televisi, lampu gantung hingga benda berat lainnya sebaiknya dipastikan tidak mudah jatuh ketika terjadi guncangan.

Setiap keluarga juga dianjurkan menyiapkan tas siaga bencana. Isinya dapat berupa air minum, makanan, obat-obatan pribadi, senter, pakaian seperlunya, alat komunikasi, serta dokumen penting yang sudah diamankan.

Hal lain yang tak kalah penting adalah mengetahui jalur evakuasi dan titik kumpul di sekitar rumah, sekolah maupun tempat kerja.

Latihan sederhana seperti berlindung di bawah meja dan melindungi kepala juga perlu dilakukan. Dengan begitu, seseorang tidak perlu berpikir terlalu lama ketika gempa benar-benar terjadi.

Saat Gempa Terjadi, Jangan Langsung Panik

Ketika gempa mengguncang, hal pertama yang perlu dilakukan adalah menjaga ketenangan dan segera mencari perlindungan.

Jika berada di dalam rumah atau bangunan, berlindunglah di bawah meja atau perabot yang kuat sambil melindungi kepala dan leher dari benda yang mungkin jatuh.

Jangan terburu-buru berlari keluar ketika guncangan masih berlangsung. Pecahan kaca, benda yang jatuh maupun bagian bangunan yang runtuh justru dapat membahayakan seseorang yang berusaha keluar dalam kondisi panik.

Setelah guncangan mereda dan situasi memungkinkan, segera keluar dari bangunan dengan hati-hati. Gunakan jalur evakuasi yang telah diketahui sebelumnya dan jauhi bagian bangunan yang terlihat rusak.

Jika Berada di Luar Ruangan

Bagi masyarakat yang sedang berada di luar bangunan ketika gempa terjadi, segera menjauh dari gedung, tiang listrik, papan reklame, pohon besar serta benda lain yang berpotensi roboh.

Perhatikan kondisi tanah dan lingkungan sekitar. Jangan berdiri di dekat bangunan yang mengalami kerusakan karena bagian bangunan masih bisa runtuh meskipun guncangan utama sudah berhenti.

Jika Sedang Berkendara

Jika gempa terjadi ketika sedang mengendarai kendaraan, kurangi kecepatan dan berhenti di tempat yang aman.

Hindari berhenti di bawah jembatan, dekat tiang listrik, papan reklame, pohon atau bangunan yang berpotensi roboh. Setelah berhenti, tetap berada di lokasi aman hingga kondisi memungkinkan untuk melanjutkan perjalanan.

Warga Pesisir Harus Waspada Tsunami

Gempa besar yang terjadi di laut perlu diwaspadai karena dapat diikuti tsunami. Hal ini juga terjadi dalam gempa Flores pada 15 Agustus 2026 yang sempat memicu peringatan dini tsunami.

Karena itu, masyarakat yang tinggal di kawasan pesisir perlu mengetahui jalur evakuasi tsunami sejak sebelum bencana terjadi.

Jika merasakan gempa kuat atau menerima informasi resmi mengenai potensi tsunami, segera menjauh dari pantai dan menuju tempat yang lebih tinggi atau titik evakuasi yang telah ditentukan.

Baca Juga : Bersuci setelah Buang Air Kecil Jangan Disepelekan, Nabi Beri Peringatan soal Siksa Kubur

Jangan menunggu sampai melihat air laut surut atau datangnya gelombang. Ikuti arahan petugas dan informasi resmi BMKG maupun pemerintah daerah.

Setelah Gempa, Jangan Langsung Menganggap Situasi Aman

Berakhirnya guncangan utama bukan berarti bahaya sudah sepenuhnya hilang. Gempa susulan masih dapat terjadi dan berpotensi menyebabkan bangunan yang sebelumnya telah rusak menjadi semakin rapuh.

Aktivitas gempa susulan di Flores masih terus terjadi. Berdasarkan pemantauan BMKG hingga Kamis (20/8/2026) pukul 06.00 WIB, tercatat 3.422 gempa susulan dengan magnitudo terbesar 6,2.

Karena itu, masyarakat perlu memperhatikan beberapa hal berikut:

• Jangan masuk kembali ke bangunan yang retak atau mengalami kerusakan.

• Waspadai gempa susulan.

• Periksa kemungkinan kebocoran gas atau sumber api.

• Matikan listrik apabila terdapat kerusakan pada instalasi.

• Bantu orang yang membutuhkan pertolongan jika kondisi memungkinkan.

• Tetap waspada terhadap potensi tsunami bagi masyarakat di kawasan pesisir.

• Jangan menyebarkan informasi yang belum terverifikasi.

Informasi mengenai gempa dan tsunami sebaiknya diperoleh dari sumber resmi seperti BMKG, BNPB, BPBD, maupun pemerintah daerah.

Kesiapsiagaan Bisa Menyelamatkan Nyawa

Gempa NTT menjadi pelajaran penting bahwa kesiapsiagaan tidak cukup dilakukan setelah bencana terjadi. Mengetahui lokasi aman, menyiapkan tas siaga, memahami jalur evakuasi dan mengetahui cara melindungi diri saat gempa merupakan langkah yang sebaiknya dilakukan sejak sekarang.

Apalagi Indonesia berada di wilayah yang memiliki aktivitas tektonik tinggi. Gempa bumi dapat terjadi sewaktu-waktu dan tidak bisa diprediksi secara pasti kapan akan terjadi.

Kepala Pusat Gempa Bumi dan Tsunami BMKG Daryono, sebagaimana dikutip Antara, menyampaikan bahwa edukasi dan sosialisasi mitigasi diharapkan dapat menekan risiko korban akibat gempa dan tsunami hingga menuju zero victim.

Tragedi di NTT pun menjadi pengingat bagi daerah lain yang berada di wilayah rawan gempa, termasuk Nusa Tenggara Barat (NTB).

Sebab, ketika gempa besar datang, kesempatan untuk menyelamatkan diri bisa sangat singkat. Semakin siap seseorang sebelum bencana terjadi, semakin besar peluang untuk tetap selamat ketika guncangan benar-benar datang.


Topik

Peristiwa gempa bumi gempa ntt gempa flores bmkg daryono



JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Ngawi Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

Mutmainah J

Editor

A Yahya