JATIMTIMES – Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kabupaten Situbondo kembali menunjukkan komitmen kuat dalam aksi kemanusiaan. Ansor mendirikan dapur umum bagi warga terdampak banjir di wilayah barat Kabupaten Situbondo, khususnya Kecamatan Besuki dan Banyuglugur.
Melalui kader dan Barisan Ansor Serbaguna (Banser), dapur umum tersebut didirikan di Desa Kalianget, Kecamatan Banyuglugur, Sabtu (24/1/2026). Langkah ini menjadi bagian dari respons cepat GP Ansor dalam membantu pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat pascabencana.
Baca Juga : Empat Nilai Kearifan Samin, Resep Selesaikan Konflik Era Medsos
Ketua Pimpinan Cabang (PC) GP Ansor Situbondo Johantono,mengatakan bahwa dapur umum ini difokuskan untuk melayani para penyintas banjir yang hingga kini masih membutuhkan bantuan, terutama dalam hal konsumsi harian.
"Dapur umum ini kami dirikan sebagai bentuk tanggung jawab kemanusiaan GP Ansor. Kader dan Banser turun langsung ke lapangan untuk memastikan masyarakat terdampak tetap mendapatkan makanan siap saji," ujar Johantono saat ditemui di lokasi dapur umum.
Dalam pelaksanaannya, Ansor Situbondo tidak bekerja sendiri. Organisasi kepemudaan di bawah naungan Nahdlatul Ulama tersebut bersinergi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Situbondo, pemerintah kecamatan, serta sejumlah pihak terkait lainnya.
Johantono menjelaskan, keberadaan dapur umum di Desa Kalianget dinilai sangat mendesak karena wilayah tersebut belum terjangkau dapur umum lain. Sementara posko utama BPBD berada di Kecamatan Besuki yang jaraknya cukup jauh dari permukiman warga terdampak.
"Saat ini di Desa Kalianget kami melayani sekitar 600 orang untuk kebutuhan makan pagi dan 600 orang pada sore hari. Totalnya sekitar 1.200 porsi makanan setiap hari," jelasnya.
Seluruh kebutuhan logistik dapur umum, lanjut Johantono, telah dikoordinasikan dengan BPBD agar distribusi bantuan tidak tumpang tindih dan tetap merata sesuai kebutuhan di lapangan.
Tak hanya di Desa Kaliange., GP Ansor Situbondo juga menyiapkan layanan serupa bagi warga Desa Lubawang. Di desa tersebut, dapur umum GP Ansor melayani sekitar 600 penerima manfaat setiap pagi dengan skema pembagian tugas bersama BPBD.
Baca Juga : Cuaca Ekstrem, Pohon Tumbang di Jalan Agus Salim Kota Batu Timpa Teras Rumah Warga
Selain menyalurkan bantuan makanan, GP Ansor Situbondo juga membuka donasi dari internal organisasi, mulai tingkat cabang, PAC hingga ranting, serta dari masyarakat umum. Donasi tersebut digunakan untuk menopang operasional dapur umum dan kebutuhan darurat lainnya.
Johantono menegaskan bahwa keterlibatan GP Ansor dalam penanganan bencana merupakan bagian dari komitmen sosial dan kemanusiaan yang selalu dipegang teguh oleh kader Ansor dan Banser di berbagai situasi kebencanaan.
Di akhir pernyataannya, Johantono juga mengajak dunia usaha untuk turut ambil bagian dalam membantu korban banjir, khususnya perusahaan-perusahaan besar yang beroperasi di wilayah Banyuglugur dan sekitarnya.
"Kami mengajak seluruh perusahaan besar di Kabupaten Situbondo, terutama di wilayah barat, untuk ikut bersumbangsih. Dengan kebersamaan dan gotong royong, beban para penyintas banjir tentu akan jauh lebih ringan," pungkasnya.
