JATIMTIMES - Angin kencang masih menerjang sejumlah wilayah di Jawa Timur dalam beberapa hari terakhir. Data terbaru Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat kecepatan angin di sejumlah titik mencapai kategori tinggi dan berpotensi membahayakan aktivitas masyarakat.
Berdasarkan pantauan alat telemetri dan laporan UPT BMKG Iklim Jawa Timur periode 22 Januari pukul 07.00 WIB hingga 23 Januari 2026 pukul 07.00 WIB, terjadi peningkatan signifikan kecepatan angin di berbagai daerah.
Baca Juga : Ahmad Irawan Soroti Lambannya Penyelesaian Desa di Kawasan Hutan, Picu Konflik Agraria
Dari data yang dirilis BMKG Iklim Jawa Timur, berikut 6 wilayah dengan kecepatan angin paling kencang di Jawa Timur:
• Tuban – AAWS Tuban mencatat kecepatan angin tertinggi 48,2 km/jam pada 22 Januari 2026 pukul 14.00 WIB.
• Sumenep – AWS Digi Stamet Kalianget mencatat angin hingga 48,7 km/jam pada 22 Januari 2026 pukul 13.50 WIB.
• Situbondo – AWS Panarukan mencatat kecepatan 44,3 km/jam pada 23 Januari 2026 pukul 01.30 WIB.
• Sampang – AWS Sampang merekam angin kencang 43,2 km/jam pada 22 Januari 2026 pukul 14.50 WIB.
• Wilayah Staklim Jatim – Alat IKRO Stasiun Klimatologi Jawa Timur mencatat kecepatan 41,0 km/jam pada 23 Januari 2026 pukul 06.30 WIB.
• Pasuruan (Pandaan) – AWS Stageof Pasuruan mencatat angin hingga 38,1 km/jam pada 22 Januari 2026 pukul 20.40 WIB.
Selain enam wilayah tersebut, BMKG juga mencatat angin kencang di sejumlah daerah lain. Wilayah pegunungan juga tak luput dari terjangan angin kencang. Kota Batu tercatat mengalami kecepatan angin 37,8 km/jam pada 22 Januari 2026 pukul 09.40 WIB, sementara Lanud Iswahyudi mencatat 37 km/jam pada 22 Januari 2026 pukul 13.00 WIB.
Angin kencang juga terpantau di Nganjuk, dengan AWS SMPK Nganjuk mencatat 36,4 km/jam pada 22 Januari 2026 pukul 14.00 WIB, serta AWS Paron Ngawi yang mencatat 35,6 km/jam pada 22 Januari 2026 pukul 10.40 WIB.
Sejumlah wilayah lain mencatat kecepatan angin di atas 30 km/jam, antara lain Kanigoro Blitar (34,2 km/jam), Sawahan Nganjuk (32,8 km/jam), Glenmore Banyuwangi (31,3 km/jam), Tanggul Jember (30,2 km/jam), hingga Perak Surabaya (31,5 km/jam).
Sebagaimana diberitakan sebelumnya, angin kencang di Jawa Timur dipicu oleh dampak tidak langsung Siklon Tropis Luana. Meski pusat siklon berada jauh dari Indonesia, pengaruhnya masih terasa pada sistem atmosfer regional.
BMKG menjelaskan Siklon Tropis Luana berasal dari Bibit Siklon Tropis 91S. “Siklon Tropis LUANA tumbuh dari Bibit Siklon Tropis 91S sejak 24 Januari 2026 pukul 01.00 WIB. Saat ini posisinya berada di wilayah monitoring TCWC Jakarta, sekitar Samudra Hindia selatan Nusa Tenggara Timur,” demikian keterangan BMKG, Sabtu (24/1/2026).
BMKG memprakirakan intensitas siklon tersebut akan melemah dalam waktu dekat. “Dalam 24 jam ke depan, intensitas Siklon Tropis LUANA menurun menjadi Low dan bergerak ke arah tenggara menjauhi wilayah Indonesia,” tulis BMKG.
Meski melemah, BMKG menegaskan dampak tidak langsungnya masih berpotensi memengaruhi kondisi cuaca Indonesia hingga Minggu, 25 Januari 2026 pukul 07.00 WIB.
Baca Juga : Diterjang Angin Kencang, Atap Ruang Mengaji SPS Tunas Harapan Oro-Oro Ombo Kota Batu Ambruk
BMKG mencatat angin kencang masih berpotensi melanda beberapa wilayah di Indonesia, khususnya:
• Jawa Tengah bagian timur
• Jawa Timur
• Bali
• Nusa Tenggara Barat
• Nusa Tenggara Timur
Selain angin kencang, wilayah Nusa Tenggara Timur juga berpotensi mengalami hujan dengan intensitas sedang hingga lebat.
Dampak Siklon Tropis Luana juga terasa di sektor kelautan. BMKG memperingatkan adanya potensi gelombang sedang setinggi 1,25–2,5 meter di sejumlah perairan, termasuk Laut Jawa bagian timur dan perairan selatan Jawa Timur.
Sementara itu, gelombang tinggi 2,5–4 meter berpotensi terjadi di perairan selatan Bali hingga Nusa Tenggara Timur, Laut Sawu, serta Samudra Hindia selatan Jawa.
BMKG mengimbau masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan, terutama saat beraktivitas di luar ruangan. “Masyarakat pesisir dan pelayaran di wilayah terdampak diimbau untuk tetap waspada terhadap angin kencang dan gelombang tinggi, serta selalu memperhatikan informasi cuaca terbaru,” tulis BMKG.
BMKG juga meminta warga, khususnya yang melintas di area dengan banyak pohon besar dan papan reklame, untuk lebih berhati-hati serta rutin memantau informasi resmi melalui kanal BMKG guna mengantisipasi risiko cuaca ekstrem.
