Temuan Saluran Air Era Majapahit di Sendang Sumberbeji Jombang Bertambah

Reporter

Adi Rosul

03 - Jul - 2019, 12:18

BPCB Jatim saat melakukan pengecekan penemuan saluran air yang diduga era Majapahit. (Foto : Adi Rosul/ JombangTIMES)

Bangunan purbakala berbentuk kanal kuno atau saluran air yang ditemukan di dasar sendang Dusun Sumberbeji, Desa Kesamben, Kecamatan Ngoro, Kabupaten Jombang, mulai nampak memanjang.

Bangunan berupa struktur bata merah kuno membentuk saluran air ini, semula berukuran panjang 10 meter pada awal ditemukan oleh warga setempat saat membersihkan sendang.

Setelah dilakukan pemeriksaan, Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Jawa Timur menemukan bangunan tambahan di sisi timur penemuan awal.

Bangunan itu merupakan sambungan saluran air dari temuan sebelumnya. Kini bangunan saluran air yang tersusun dari bata merah kuno itu bertambah panjang menjadi 14 meter.

"Dari hasil pengukuran kami saat ini, pertama kami meninjau dan membersihkan struktur-struktur bata yang tertutup lumpur, yang terlihat saat ini panjang dari struktur ini 14 meter," ungkap Arkeolog BPCB Jatim Wicaksono Dwi Nugroho, saat diwawancarai di lokasi penemuan, Selasa (2/7).

Wicaksono memastikan temuan tersebut merupakan saluran air dengan model tertutup, dengan panjang struktur 14 meter membentang barat ke timur dan total lebar struktur bangunan 1,5 meter.

Diungkapkan Wicaksono, bangunan saluran air yang memiliki struktur bata merah kuno kiri dan kanan ini, memiliki kedalaman 205 sentimeter, dengan bata merah kunu yang tersusun 35 lapis bata. Celah lubang antara dua sisi memiliki lebar 55 sentimer.

"Dari hasil kegiatan ini kita memastikan struktur bata di Sumberbeji ini berfungsi sebagai saluran air," bebernya.

Struktur bata merah membentuk saluran air ini, dicurigai BPCB dibuat pada era Kerajaan Majapahit. Hal tersebut terlihat dari material bata merah yang memiliki dimensi panjang 38 sentimer, lebar 23 sentimer, dan tebal 6 sentimeter.

Dimensi bata merah kuno itu, dikatakan Wicaksono, mirip dengan material situs yang ditemukan di Desa Sugihwaras Waras, Kecamatan Ngoro, dan Dusun Kedaton, Desa Bulurejo, Kecamatan Diwek beberapa waktu lalu. Situs di dua desa itu dicurigai sebagai permukiman era Majapahit.

"Kalau dari dimensi bata sendiri memang mengerucut pada analoginya menyerupai peninggalan dari masa Majapahit," terangnya.

Sementara, pihak BPCB Jatim mengaku telah berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Jombang dan Pemerintah Desa setempat untuk segera melakukan ekskavasi atau penggalian untuk menampakkan wujud dari temuan tersebut.

Dikatakan Wicaksono, upaya ekskavasi dinilai lebih mudah karena lahan dari lokasi penemuan merupakan aset dari pemerintah Desa Kesamben.

"Karena ini berada di tanah desa, juga saya sampaikan nanti ke pimpinan untuk mendapat prioritas dilakukan ekskavasi," pungkasnya.(*)