Mengenal Shinrin-yoku, Terapi Hutan dari Jepang yang Bantu Redakan Stres, Bisakah Diterapkan di Indonesia?

Reporter

Mutmainah J

Editor

Yunan Helmy

14 - Jun - 2026, 05:48

Ilustrasi Shinrin-yoku. (Foto: iStock)

JATIMTIMES - Di tengah kehidupan modern yang serba cepat dan penuh tekanan, banyak orang mulai mencari cara alami untuk menjaga kesehatan mental. Salah satu metode yang semakin populer adalah Shinrin-yoku atau terapi hutan, sebuah praktik relaksasi yang berasal dari Jepang dan telah dikenal luas karena manfaatnya bagi kesehatan fisik maupun psikologis.

Kesibukan pekerjaan, paparan gawai yang nyaris tak pernah berhenti, hingga berbagai tekanan kehidupan sehari-hari membuat banyak orang rentan mengalami stres dan kelelahan mental. Karena itu, metode relaksasi berbasis alam mulai dilirik sebagai cara sederhana untuk membantu menenangkan pikiran. Salah satunya melalui praktik Shinrin-yoku yang telah lama dikenal di Jepang.

Baca Juga : Dianggap Mengancam Sumber Hidup, Rencana Pendirian Markas Batalyon TP Jember Resahkan Ratusan Petani Silo

Lantas, apa sebenarnya terapi hutan itu? Dan apakah konsep ini cocok diterapkan di Indonesia yang juga memiliki kekayaan alam melimpah?

Apa Itu Shinrin-yoku atau Terapi Hutan?

Shinrin-yoku secara harfiah berarti "mandi hutan" (forest bathing). Namun, aktivitas ini bukan berarti berendam di air, melainkan membenamkan diri dalam suasana hutan dengan melibatkan seluruh indera.

Dilansir dari Japan Travel, terapi hutan merupakan aktivitas sederhana yang dilakukan di lingkungan hutan untuk menciptakan ketenangan dan pengalaman yang menenangkan bagi pikiran. Kegiatannya bisa sesederhana berjalan santai di antara pepohonan, duduk diam sambil mendengarkan suara burung, gemerisik daun, atau menikmati aroma alami hutan.

Di Jepang, terapi hutan bahkan telah berkembang menjadi wisata kesehatan yang dipandu oleh instruktur profesional. Peserta biasanya mengikuti sesi selama dua hingga tiga jam yang dirancang untuk membantu mereka lebih terhubung dengan alam dan diri sendiri.

Konsep Shinrin-yoku mulai diperkenalkan di Jepang pada era 1980-an. Saat itu, masyarakat mulai menghadapi tekanan akibat perkembangan teknologi dan perubahan gaya hidup yang semakin cepat.

Tingginya tingkat stres, kelelahan mental, hingga gangguan konsentrasi mendorong para ahli kesehatan untuk mencari pendekatan yang lebih alami. Alam kemudian dipandang sebagai sarana pemulihan yang efektif untuk membantu mengurangi dampak negatif kehidupan modern.

Dokter Qing Li MD PhD dari Nippon Medical School di Tokyo yang juga menjabat sebagai presiden Forest Therapy Society, menjelaskan bahwa kondisi mental yang buruk dapat memengaruhi emosi dan kualitas hidup seseorang. Menurutnya, menghabiskan waktu beberapa jam di lingkungan hutan dapat membantu menekan emosi negatif serta memberikan efek relaksasi yang signifikan.

Beragam Manfaat Terapi Hutan

Terapi hutan kerap dibandingkan dengan meditasi Zen yang juga berasal dari Jepang. Keduanya sama-sama mengajak seseorang untuk lebih fokus pada kondisi saat ini dan meningkatkan kesadaran terhadap lingkungan sekitar.

Berbagai penelitian yang dilakukan di Jepang menunjukkan bahwa Shinrin-yoku memiliki sejumlah manfaat, di antaranya:

• Membantu menurunkan tingkat stres.

• Memperbaiki kualitas tidur.

• Menjaga suasana hati tetap stabil.

• Meningkatkan kemampuan fokus dan konsentrasi.

• Memberikan efek relaksasi bagi tubuh dan pikiran.

Tak heran jika terapi ini kini semakin diminati oleh masyarakat yang ingin menyeimbangkan kesehatan mental di tengah rutinitas yang padat.

Destinasi Terapi Hutan Populer di Jepang

Bagi wisatawan yang ingin merasakan langsung pengalaman Shinrin-yoku, Jepang memiliki banyak lokasi yang menawarkan program terapi hutan dengan pemandu profesional.

Baca Juga : Bus Ringsek Tabrak Truk Tronton Usai Mendadak Pindah Lajur di Tol Pandaan-Malang

Beberapa destinasi yang direkomendasikan antara lain kawasan Pegunungan Alpen Jepang, area kuil di Semenanjung Kii, serta hutan-hutan yang berada di Taman Nasional Yoshino-Kumano. Selama sesi berlangsung, peserta diajak menikmati suasana alam secara perlahan dan biasanya ditutup dengan tradisi minum teh hangat untuk memperkuat efek relaksasi.

Cocokkah Diterapkan di Indonesia?

Melihat kondisi geografis Indonesia yang kaya akan kawasan hutan, pegunungan, dan taman nasional, konsep terapi hutan sebenarnya sangat memungkinkan untuk diterapkan. Indonesia memiliki banyak lokasi dengan suasana alami yang tenang dan masih terjaga, mulai dari hutan pinus, kawasan konservasi, hingga taman nasional yang tersebar di berbagai daerah.

Selain menjadi alternatif wisata kesehatan, terapi hutan juga berpotensi menjadi cara sederhana bagi masyarakat untuk mengurangi stres tanpa memerlukan peralatan khusus. Aktivitas seperti berjalan santai di alam terbuka, mendengarkan suara alam, atau sekadar duduk menikmati udara segar dapat menjadi bentuk Shinrin-yoku yang mudah dilakukan.

Dengan meningkatnya kesadaran akan pentingnya kesehatan mental, terapi hutan bisa menjadi salah satu pilihan gaya hidup sehat yang relevan bagi masyarakat Indonesia di masa depan.