JATIMTIMES -Di sejumlah negara, terdapat berbagai tradisi unik untuk mengisi bulan suci Ramadan. Di Indonesia, ada banyak tradisi dalam menyambut maupun mengisi bulan yang penuh dengan rahmat tersebut. Misalnya berbuka puasa bersama hingga momen berkumpul dengan keluarga.
Di negara dengan penduduk Muslim terbesar lainnya seperti di Mesir, ada tradisi unik yang terus dijaga hingga kini, yaitu Meriam Ramadan atau Meriam Buka Puasa.
Baca Juga : Ini Pesan Wagub Jatim Saat Serah Terima Jabatan Bupati dan Wakil Bupati Situbondo 2025-2030
Tradisi ini ditandai dengan dentuman meriam yang ditembakkan tepat saat azan Maghrib berkumandang, sebagai tanda berakhirnya puasa hari itu.
Tradisi yang dikenal dengan nama Midfa Al Iftar ini menjadi salah satu cara khas umat Muslim di Timur Tengah menandai waktu berbuka puasa.
Sejarah Meriam Ramadan
Dilansir dari Daily News Egypt, tradisi meriam Ramadan berasal dari Kairo, Mesir. Tradisi unik tersebut bermula dari kebetulan.
Pada 1455 Hijriah (H) silam, pemimpin pada masa Kekaisaran Ottoman, Khosh Qadam, menerima hadiah sebuah meriam dari seorang pemilik pabrik di Jerman.
Kemudian, Khosh Qadam memerintahkan pasukannya untuk mencoba meriam tersebut. Dentuman meriam tersebut bertepatan dengan waktu salat maghrib pada hari pertama Ramadan.
Muslim Kairo mengira bahwa bunyi dentuman meriam tersebut adalah tanda bahwa waktu maghrib telah datang, sehingga umat Islam bisa berbuka puasa.
Keesokan harinya, warga muslim Kairo mendatangi rumah Khosh Qadam untuk mengucapkan terima kasih atas pemberitahuan waktu berbuka puasa menggunakan meriam tersebut.
Sejak saat itu, meriam ditembakkan setiap hari saat matahari terbenam selama Ramadan untuk mengumumkan waktu berbuka puasa. Tradisi yang bermula secara kebetulan itu masih berlanjut hingga hari ini.
Adapun nama meriam Ramadan tersebut dikenal sebagai Haja Fatma, yang merupakan istri Khosh Qadam. Pada 859 H, tradisi meriam Ramadan sempat berhenti sementara.
Kemudian, para ulama dan sesepuh berkumpul untuk berbicara dengan Khosh Qadam agar kembali menghidupkan tradisi tersebut. Namun, ketika mendatangi rumahnya, mereka hanya bertemu dengan Haja Fatma. Selanjutnya, Haja Fatma menyampaikan permintaan tersebut kepada Khosh Qadam, sehingga tradisi meriam Ramadhan kembali hidup. Sejak saat itu, warga Kairo menamakan meriam tersebut sebagai meriam Haja Fatma.
Negara yang melakukan tradisi meriam Ramadan
Selain Mesir, ada sejumlah negara di Timur Tengah atau Negara Arab di Teluk Persia yang masih menjaga tradisi meriam Ramadan.
Sampai saat ini, Kairo memiliki enam meriam yang berada di Bukit Mokattam. Keenam meriam tersebut ditembakkan bersamaan waktu maghrib selama Ramadan. Berikut daftar negara yang masih menjaga tradisi meriam Ramadan, selain Mesir, seperti dihimpun dari Daily News Egypt dan Arab News.
1. Madinah, Arab Saudi
Sekitar tiga tahun lalu, meriam Ramadan kembali ditembakkan di Madinah setelah berhenti selama 20 tahun. Penduduk Arab Saudi bersikeras agar tradisi meriam Ramadan kembali dihidupkan, meskipun sudah ada TV dan smartphone untuk memberitahukan waktu buka puasa.
2. Qatar
Orang-orang dan turis berkumpul di Qatar untuk melihat dan mendengar meriam saat salat maghrib sepanjang Ramadan.
3. Bahrain
Di Manama, Bahrain orang dewasa dan anak-anak berkumpul bersama untuk menyaksikan tembakan meriam selama Ramadan.
4. Kuwait
Baca Juga : OH!Some & Sociolla Kini Buka di Matos, Belanja & Beauty Enthusiast Makin Dimanjakan!
Kuwait adalah Negara Teluk pertama yang menggunakan meriam Ramadan tersebut.
5. Oman
Masyarakat bisa menemukan model dan replika meriam Ramadan di berbagai museum di Oman.
6. Uni Emirat Arab
Uni Emirat Arab adalah salah satu negara yang terus mempertahankan tradisi meriam Ramadan. Meriam Ramadan bernama meriam Sharjah ditembakkan setiap hari selama Ramadan. Di Dubai, meriam dapat ditemukan di seberang Burj Khalifa.
7. Lebanon
Tradisi meriam Ramadan menghilang selama perang saudara di Lebanon. Namun, tradisi unik itu kembali lagi dilakukan di Beirut
8. Tunisia
Selama bertahun-tahun, warga Tunisia mengetahui waktu berbuka puasa hanya melalui suara meriam. Meski sempat menghilang, tradisi meriam Ramadan di Tunisia kembali dilakukan.
9. Suriah
Meriam merupakan salah satu simbol Ramadan di Suriah. Damaskus, ibu kota Suriah bahkan memiliki 17 meriam, dan negara tersebut masih mempertahankan tradisinya.
10. Bosnia
Pihak berwenang di Bosnia menggunakan meriam untuk mengumumkan awal Ramadan. Kemudian, meriam ditembakkan setiap hari saat maghrib.
Itulah sejarah Meriam Ramadan dan daftar negara yang masih melakukannya hingga saat ini. Semoga bermanfaat!
