JATIMTIMES - Rangkaian Bersih Desa ke-1.078 Kelurahan Tlogomas tahun 2026 resmi dimulai. Tradisi diawali dengan ritual Topo Mbisu Mubeng Deso yang digelar pada Kamis (19/2/2026) pukul 22.00 WIB.
Kegiatan dipusatkan di Situs Watugong Jalan Kanjuruhan, Kelurahan Tlogomas, Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang. Sejumlah warga asli Tlogomas berkumpul lebih dulu sebelum memulai ritual keliling desa pada malam hari.

Momen sejumlah warga asli Tlogomas berkumpul lebih dulu sebelum memulai ritual keliling desa pada malam hari. (Foto: istimewa)
Prosesi diawali dengan tawasul atau kirim doa kepada para leluhur dan pembuka Desa Tlogomas. Warga juga memasang janur, memanjatkan doa bersama di Situs Watugong, hingga menjalani ritual sebelum pemberangkatan mubeng deso.
Lurah Tlogomas Arwanto mengatakan peringatan bersih desa tahun ini digelar lebih sederhana. Pasalnya, pada 2025 lalu sudah diadakan karnaval besar. Selain itu, rangkaian kegiatan tahun ini berdekatan dengan bulan suci Ramadan.
"Kegiatan Bersih Desa Tlogomas diawali dengan pemasangan janur di kantor kelurahan dan semua akses jalan di gang-gang di wilayah Tlogomas. Dan pada malam hari ini, kami melakukan Topo Mbisu Mubeng Deso yang ke-2 kalinya,” kata Arwanto.

Tahapan ritual Topo Mbisu Mubeng Deso. (Foto: istimewa)
Ia menjelaskan, topo mbisu dimaknai sebagai upaya menangkap sinyal dari alam. Tradisi ini masih dijaga masyarakat Tlogomas yang memegang teguh nilai budaya lokal.
“Pada dunia lain dikatakan sebagai indera keenam. Jadi, dengan kita diam, itu mendengarkan tanda dari alam,” ungkapnya.

Tawasul atau kirim doa kepada para leluhur dan pembuka Desa Tlogomas sebelum ritual Topo Mbisu Mubeng Deso. (Foto: istimewa)
Sementara, mubeng deso merupakan tradisi leluhur untuk memagari desa secara gaib. Ritual ini dilakukan sebagai bentuk penghormatan kepada para pendahulu sekaligus menjaga warisan budaya.
“Langkah ini dillakukan sebagai bentuk hormat kita ke leluhur dan uri-uri serta melestarikan budaya,” imbuh Arwanto.
Baca Juga : 60 Masjid di Malang Raya Ini Siapkan Buka Puasa Gratis Selama Ramadan 2026
Selama prosesi keliling desa, peserta terus melantunkan wirid. Rute yang ditempuh sekitar 10 kilometer, melintasi sejumlah titik, mulai dari Situs Watugong, makam Mbah Joyo, makam Mbah Singo Menggolo, makam Mbah Aruman, hingga makam Mbah Sentono, sebelum akhirnya kembali ke Situs Watugong.
“Setelah keliling desa dan perbatasan desa, mulai dari Situs Watugong, makam Mbah Joyo, makam Mbah Singo Menggolo, makam Mbah Aruman, dan Mbah Sentono, kami kembali ke Situs Watugong, dengan jarak kurang leboh 10 Km. Selama perjalanan kami baca wirid dan kami kembali kumpul kemudian baca doa,” beber Arwanto.
Arwanto menegaskan tradisi yang dijalankan murni budaya dan tidak bertentangan dengan syariat agama. Ia berharap melalui ritual ini seluruh unsur masyarakat Tlogomas dijauhkan dari marabahaya.
“Ini murni budaya kita. Yang kita lakukan juga tidak menyalahi syariat agama. Harapan kami setelah memagari gaib, warga mulai pegawai di kelurahan, ketua lembaga sosial dan seluruh komponen masyarakat Tlogomas terjauh dari bencana baik jasmani ataupun rohani,” tukas Arwanto.
Selain Topo Mbisu Mubeng Deso, rangkaian Bersih Desa Tlogomas 2026 juga diisi napak tilas ke makam Mbah Aruman, makam Mbah Ider, dan Situs Watugong pada Sabtu (21/2/2026). Kemudian ditutup dengan tasyakuran, doa bersama, serta santunan anak yatim pada Minggu (22/2/2026).
