Jatim Times Network Logo
Poling Pilkada 2024 Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Poling Pilkada 2024
Pemerintahan

Industri Pariwisata Melandai Saat Ramadan, Hiburan Malam Off Sementara

Penulis : Riski Wijaya - Editor : Dede Nana

24 - Feb - 2026, 18:18

Placeholder
Ilustrasi pariwisata di Kota Malang.(Foto: Istimewa).

JATIMTIMES - Memasuki pekan awal Ramadan 2026, Pemerintah Kota Malang memastikan suasana Kota Pendidikan tetap kondusif tanpa aktivitas hiburan malam. Tak ada kompromi, seluruh tempat hiburan malam diwajibkan tutup total selama bulan suci.

Kepastian itu ditegaskan Kepala Disporapar Kota Malang, Baihaqi. Ia menyampaikan bahwa kebijakan tersebut mengacu pada Surat Edaran Wali Kota Malang Nomor 5 Tahun 2025 tentang Pelaksanaan Kegiatan di Bulan Ramadan dan Idul Fitri 2026 yang telah diterbitkan sebelumnya.

Baca Juga : Keutamaan Salat Tarawih Malam ke-7 Ramadan: Seperti Menolong Nabi Musa dari Fir'aun

“Industri pariwisata berpedoman pada SE Ramadan tersebut. Seluruh hiburan malam wajib tutup total selama Ramadan,” tegas Baihaqi, Selasa (24/2/2026).

Dalam regulasi itu, sejumlah jenis usaha masuk dalam kategori yang harus menghentikan operasional. Mulai dari diskotik, bar, klub malam, karaoke, spa, panti pijat hingga kafe yang berkonsep hiburan malam. Aturan tersebut juga berlaku bagi fasilitas hiburan yang berada di dalam hotel.

Menurut Baihaqi, pihaknya telah melakukan sosialisasi secara masif sebelum Ramadan dimulai. Surat edaran telah dikirimkan langsung kepada pelaku usaha, termasuk jaringan perhotelan yang tergabung dalam Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kota Malang.

“Kami sudah sampaikan secara menyeluruh, baik ke hotel-hotel maupun tempat hiburan malam dan destinasi pariwisata lainnya,” ujarnya.

Hasil pemantauan di awal Ramadan pun menunjukkan kepatuhan pelaku usaha. Disporapar tidak menemukan adanya tempat hiburan malam yang nekat beroperasi. “Sejauh ini semua tutup sesuai ketentuan,” imbuhnya.

Baca Juga : Undangan Pernikahan Bocor! Virgoun Diduga Siap Lepas Status Duda di Tanggal Cantik Ini

Di sisi lain, Baihaqi mengakui bahwa Ramadan memang menjadi periode yang relatif tenang bagi sektor pariwisata Kota Malang. Tren kunjungan biasanya melandai karena minimnya paket wisata selama bulan puasa. Namun kondisi itu disebutnya sebagai siklus tahunan yang wajar. Lonjakan wisatawan justru diprediksi terjadi setelah Hari Raya Idul Fitri, terutama saat libur panjang.

“Biasanya setelah Lebaran kunjungan akan meningkat signifikan. Itu sudah menjadi pola setiap tahun,” tandasnya.


Topik

Pemerintahan disporapar kota malang hiburan malam ramadan kota malang



JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Ngawi Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

Riski Wijaya

Editor

Dede Nana

Pemerintahan

Artikel terkait di Pemerintahan