Jatim Times Network Logo
Poling Pilkada 2024 Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Poling Pilkada 2024
Peristiwa

SBY Ingatkan Perang AS Israel vs Iran Bisa Meluas, Berpotensi Picu Konflik Kawasan hingga Krisis Global

Penulis : Mutmainah J - Editor : Sri Kurnia Mahiruni

05 - Mar - 2026, 13:14

Placeholder
Presiden ke-6 Republik Indonesia, Susilo Bambang Yudhoyono. (Foto YouTube)

JATIMTIMES - Ketegangan militer antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran di Timur Tengah terus menjadi perhatian dunia. Di tengah eskalasi yang semakin meningkat, Presiden ke-6 Republik Indonesia, Susilo Bambang Yudhoyono, mengingatkan bahwa konflik tersebut berpotensi berkembang menjadi perang kawasan yang lebih luas.

Menurut SBY, jika konflik terus membesar, dampaknya tidak hanya dirasakan oleh negara-negara di Timur Tengah. Situasi ini juga berisiko mengguncang stabilitas global, baik dari sisi keamanan, kemanusiaan, hingga ekonomi dunia.

Baca Juga : Overload, Truk Pengangkut Sekam Oleng hingga Terguling di Jalur Payung Kota Batu

“Kalau peperangan yang ada di Timur Tengah ini meluas, membesar, tentu ada implikasinya pada kehidupan, tidak hanya di kawasan Timur Tengah, tetapi juga di banyak tempat di dunia ini,” ujar SBY, dikutip dari YouTube pribadinya pada Kamis (5/3/2026).

SBY menilai dinamika konflik yang terjadi dalam beberapa hari terakhir menunjukkan potensi perubahan dari konflik terbatas menjadi perang regional. Awalnya, konflik hanya melibatkan Amerika Serikat, Israel, dan Iran.

Namun situasi menjadi semakin kompleks setelah sejumlah negara di kawasan Teluk ikut terdampak akibat serangan balasan.

Beberapa negara yang disebut terdampak antara lain Arab Saudi, Bahrain, Kuwait, Yordania, Uni Emirat Arab, hingga Oman.

Menurut SBY, pada awalnya negara-negara tersebut cenderung mengambil posisi netral. Namun ketika wilayah mereka turut menjadi sasaran serangan, situasinya berubah.

Negara-negara tersebut akhirnya melakukan tindakan balasan untuk mempertahankan kedaulatan wilayahnya.

“Kalau tadinya Amerika dan Israel melawan Iran, sekarang menjadi lebih rumit karena negara-negara Teluk yang diserang juga melakukan pembalasan. Ini membuat konflik semakin kompleks dan berbahaya,” kata SBY.

Selain eskalasi di kawasan, SBY juga menyoroti kemungkinan konflik melibatkan negara-negara besar di luar Timur Tengah.

Ia menyinggung adanya laporan mengenai serangan terhadap posisi militer Inggris di Siprus. Jika laporan tersebut terbukti benar, situasi ini berpotensi memicu penerapan Pasal 5 dari aliansi militer NATO.

Pasal tersebut mengatur bahwa serangan terhadap satu negara anggota dianggap sebagai serangan terhadap seluruh anggota aliansi.

Jika skenario tersebut terjadi, SBY menilai konflik bisa berkembang menjadi jauh lebih besar karena negara-negara kuat dunia berpotensi ikut terlibat. Ia juga menyinggung kemungkinan respons dari negara-negara besar seperti Rusia, Tiongkok, hingga Korea Utara apabila konflik semakin meluas.

“Kalau itu terjadi, Timur Tengah bisa menjadi titik panas yang memicu perang yang jauh lebih besar. Bahkan tidak menutup kemungkinan memicu Perang Dunia Ketiga, meskipun sebenarnya masih bisa dicegah,” ujarnya.

Selain risiko geopolitik, SBY juga menyoroti potensi dampak kemanusiaan jika konflik terus bereskalasi. Ia menyinggung situasi yang terjadi di Gaza, Palestina, yang telah menimbulkan banyak korban sipil dalam konflik sebelumnya.

Menurutnya, kondisi global saat ini menunjukkan perubahan dalam tatanan hubungan internasional. Banyak negara dinilai lebih mengutamakan kepentingan nasional masing-masing dibandingkan kerja sama global.

Baca Juga : Disebut Paling Penting, Ini Keutamaan 10 Hari Kedua Puasa Ramadan yang Perlu Diketahui

SBY juga menilai peran Perserikatan Bangsa-Bangsa atau PBB semakin melemah, sementara hukum internasional kerap diabaikan oleh negara-negara kuat.

“Sekarang banyak negara yang lebih mengutamakan kepentingannya sendiri. Multilateralisme melemah, bahkan hukum internasional sering tidak diindahkan,” kata SBY.

Ia khawatir jika kondisi tersebut terus berlanjut, tragedi kemanusiaan seperti yang terjadi di Gaza dapat terulang di wilayah lain.

Dampak pada Ekonomi Global dan Indonesia

SBY juga mengingatkan bahwa konflik di Timur Tengah memiliki potensi besar mengguncang perekonomian dunia, terutama di sektor energi.

Hal ini karena kawasan tersebut merupakan salah satu sumber utama pasokan minyak global. Jika konflik mengganggu distribusi energi, harga minyak dunia berpotensi melonjak tajam.

Dalam beberapa hari terakhir, harga minyak dunia bahkan disebut sudah naik sekitar 20 dolar per barel. Kondisi ini dapat berdampak langsung pada negara-negara yang bergantung pada impor energi, termasuk Indonesia.

SBY menjelaskan bahwa asumsi harga minyak dalam APBN Indonesia berada di kisaran 70 dolar per barel. Jika harga melonjak hingga 100 hingga 150 dolar per barel, tekanan terhadap anggaran negara bisa meningkat signifikan.

Dalam kesempatan tersebut, SBY juga menyampaikan keyakinannya bahwa Presiden RI saat ini, Prabowo Subianto, akan menyiapkan langkah-langkah antisipatif untuk menghadapi potensi tekanan ekonomi global akibat konflik tersebut.

Ia menekankan pentingnya kebijakan ekonomi dan fiskal yang tepat agar Indonesia tidak terlalu terdampak oleh gejolak global. Menurut SBY, langkah-langkah preventif harus dipersiapkan sejak dini agar stabilitas ekonomi nasional tetap terjaga.

“Harus disiapkan dengan baik. Jangan sampai badai global membuat ekonomi kita terhuyung. Kita perlu antisipasi yang matang dan kebijakan ekonomi yang tepat,” kata SBY.

Dengan situasi yang masih terus berkembang, dunia kini menaruh perhatian besar pada konflik di Timur Tengah. Peringatan SBY menjadi pengingat bahwa eskalasi perang tidak hanya berdampak pada negara yang terlibat langsung, tetapi juga dapat mengguncang stabilitas global, termasuk perekonomian Indonesia.


Topik

Peristiwa SBY Konflik Timur Tengah Perang AS Israel vs Iran Konflik Kawasan Krisis Global



JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Ngawi Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

Mutmainah J

Editor

Sri Kurnia Mahiruni

Peristiwa

Artikel terkait di Peristiwa