Jatim Times Network Logo
Poling Pilkada 2024 Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Poling Pilkada 2024
Pemerintahan

Kota Malang Kejar Imunitas Campak 95 Persen, 13 Ribu Anak Disasar

Penulis : Riski Wijaya - Editor : A Yahya

01 - Apr - 2026, 16:05

Placeholder
Kepala Dinkes Kota Malang dr. Husnul Muarif.(Foto: Dokumen JatimTIMES).

JATIMTIMES - Ancaman campak tak lagi bisa dianggap remeh. Di tengah meningkatnya kewaspadaan nasional, Pemerintah Kota Malang langsung tancap gas mengejar kekebalan kelompok (herd immunity) hingga 95 persen melalui vaksinasi kejar bagi ribuan anak.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Malang, Husnul Muarif, menegaskan bahwa langkah ini merupakan tindak lanjut serius atas Surat Edaran Kementerian Kesehatan (Kemenkes) terkait kewaspadaan campak di kalangan tenaga kesehatan dan masyarakat luas.

Baca Juga : RINGKASAN LAPORAN PENYELENGGARAAN PEMERINTAH DAERAH (RLPPD) KOTA MALANG TAHUN 2025

“Mulai 1 April, kami laksanakan Catch Up Campaign (CUC) campak di 16 puskesmas. Sasarannya sekitar 13 ribu anak,” tegas Husnul.

Program ini bukan sekadar vaksinasi biasa. CUC difokuskan untuk “menyulam” kelompok rentan. Yakni anak usia 9 bulan hingga 13 tahun dan yang belum mendapatkan imunisasi campak secara lengkap.

Namun, tidak semua anak otomatis divaksin. Dinkes akan melakukan penyaringan terlebih dahulu. Anak yang sudah memiliki riwayat imunisasi lengkap tidak akan menjadi sasaran.

“Ini untuk memastikan capaian herd immunity minimal 95 persen, seperti yang disampaikan Menteri Kesehatan,” jelasnya.

Husnul mengingatkan, persepsi masyarakat yang masih menganggap campak sebagai penyakit biasa justru menjadi celah berbahaya dalam pengendalian penularan.

“Sekarang ini campak bukan lagi penyakit biasa. Ini yang perlu dipahami masyarakat,” tegasnya.

Ia juga menyoroti tingginya mobilitas warga di Kota Malang yang memperbesar risiko penyebaran virus. Tanpa kekebalan kelompok yang kuat, potensi transmisi akan semakin sulit dikendalikan.

Apalagi, secara nasional sudah muncul kasus fatal, termasuk laporan dua dokter meninggal dunia akibat campak.

“Makanya kami bergerak cepat sesuai SE Kemenkes, termasuk pelaksanaan CUC ini,” imbuhnya.

Baca Juga : Ahmad Irawan Soroti Aturan Alih Fungsi Sawah, Biaya Kos Mahasiswa di Kota Malang Khawatir Melonjak

Meski vaksinasi difokuskan pada anak-anak, kelompok usia dewasa tetap berisiko tertular. Karena itu, Dinkes meminta masyarakat kembali disiplin menerapkan pola hidup seperti saat pandemi Covid-19.

Mulai dari tidak beraktivitas saat kondisi tubuh tidak sehat, membatasi kerumunan di ruang tertutup, hingga meningkatkan kewaspadaan terhadap gejala awal.

“Kalau ada batuk, pilek, segera periksa ke fasilitas kesehatan. Nanti akan dilihat juga riwayat imunisasinya,” jelas Husnul.

Di sisi lain, tenaga kesehatan juga diminta meningkatkan kewaspadaan, meski belum perlu menggunakan alat pelindung diri (APD) lengkap seperti saat pandemi.

“Tidak sampai APD lengkap, tapi bagaimana meminimalisir transmisi, karena penularannya lewat saluran pernapasan,” tegasnya.

Dinkes pun telah menginstruksikan tenaga kesehatan untuk menjaga diri sekaligus aktif mengedukasi masyarakat.

Langkah ini menjadi krusial. Sebab tanpa kesadaran kolektif, target herd immunity hanya akan menjadi angka, sementara ancaman campak terus mengintai di tengah mobilitas tinggi warga Kota Malang.


Topik

Pemerintahan Campak Dinkes kota malang Husnul Muarif



JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Ngawi Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

Riski Wijaya

Editor

A Yahya

Pemerintahan

Artikel terkait di Pemerintahan