Jatim Times Network Logo
Poling Pilkada 2024 Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Poling Pilkada 2024
Pemerintahan

Pendekatan Hati-Hati, Cara Pemkot Malang Serap Aspirasi Pedagang Pasar Besar

Penulis : Riski Wijaya - Editor : A Yahya

04 - Apr - 2026, 15:35

Placeholder
Pasar Besar Malang.(Foto: Riski Wijaya/MalangTIMES).

JATIMTIMES - Pemerintah Kota Malang mulai mengedepankan pendekatan humanis dalam menyelesaikan polemik penataan Pasar Besar. Tak lagi sekadar lewat forum formal, kini komunikasi dilakukan langsung dari hati ke hati dengan para pedagang.

Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, mengatakan bahwa langkah ini menjadi bagian dari skema Kerjasama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU) yang tengah disiapkan untuk mencari solusi menyeluruh. “Pendekatannya nanti tidak hanya lewat paguyuban, tapi langsung ke pedagang. Dari hati ke hati,” ujar Wahyu belum lama ini.

Baca Juga : Kuliah Tak Lagi Mahal, Beasiswa 1.000 Sarjana Pemkot Batu Rangkul Mahasiswa Kampus Negeri hingga Swasta

Menurutnya, selama ini komunikasi yang terbangun masih didominasi oleh perwakilan kelompok. Padahal, belum tentu seluruh pedagang memiliki pandangan yang sama, terutama terkait rencana pembongkaran atau rehabilitasi pasar.

Karena itu, Pemkot Malang bersama tim profesional dari KPBU akan turun langsung ke lapangan. Mereka akan melakukan jajak pendapat sekaligus berdialog secara personal dengan para pedagang untuk menggali keinginan yang sebenarnya. “Harapannya pedagang seperti apa, itu yang ingin kita dengar langsung. Supaya tidak ada tekanan dan benar-benar sesuai dengan kondisi di lapangan,” tegasnya.

Tak hanya berhenti pada survei, hasil jajak pendapat tersebut juga akan diverifikasi kembali. Langkah ini dilakukan untuk memastikan bahwa aspirasi yang terkumpul benar-benar mencerminkan suara mayoritas pedagang, bukan sekadar opini segelintir pihak.

Wahyu menegaskan, pendekatan ini penting agar kebijakan yang diambil nantinya tidak menimbulkan polemik baru. Terlebih, persoalan Pasar Besar sudah berlangsung bertahun-tahun tanpa penyelesaian yang jelas. “Ini untuk kepentingan pedagang. Pemerintah hadir untuk menyelesaikan masalah yang mereka rasakan,” ungkapnya.

Ia juga berharap tidak ada lagi kepentingan lain yang justru menghambat proses penataan. Fokus utama, kata dia, adalah menciptakan solusi terbaik bagi para pedagang agar aktivitas ekonomi bisa berjalan lebih nyaman dan aman.

Baca Juga : Ayat Turun di Tengah Ketegangan: Jejak Konflik Bani Qainuqa

Lebih lanjut, Pemkot Malang juga akan melibatkan perguruan tinggi dalam mengkaji hasil survei tersebut. Analisis akademis dinilai penting agar keputusan yang diambil tidak hanya berbasis persepsi, tetapi juga data yang valid dan terukur.

Dengan pendekatan yang lebih personal dan terbuka ini, Pemkot Malang optimistis dapat menemukan titik temu dari berbagai perbedaan pandangan yang selama ini mengemuka di kalangan pedagang Pasar Besar.


Topik

Pemerintahan pasar besar pasar besar kota malang wahyu hidayat kota malang wali kota wahyu hidayat pak mbois



JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Ngawi Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

Riski Wijaya

Editor

A Yahya