Jatim Times Network Logo
Poling Pilkada 2024 Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Poling Pilkada 2024
Hiburan, Seni dan Budaya

Sinopsis Dilan ITB 1997: Peran Ariel NOAH Tuai Pro Kontra hingga Dialog Soeharto Viral

Penulis : Mutmainah J - Editor : Dede Nana

05 - Apr - 2026, 15:03

Placeholder
Poster promosi film Dilan ITB 1997. (Foto: IMDb)

JATIMTIMES - Film Dilan ITB 1997 langsung ramai diperbincangkan usai trailer perdananya dirilis. Dibintangi oleh Ariel NOAH, film ini sukses menyita perhatian publik sejak awal kemunculannya.

Sejak diumumkan, proyek garapan Falcon Pictures ini memang sudah mengundang rasa penasaran. Apalagi dengan kehadiran Raline Shah dalam versi karakter dewasa yang semakin menambah daya tarik cerita.

Baca Juga : Benda Bercahaya Jatuh di Langit Lampung Ternyata Bukan Meteor, Ini Kata Pakar

Namun, perbincangan publik tidak hanya soal cerita, tetapi juga soal pemilihan pemeran utama. Sosok Ariel yang memerankan Dilan menuai beragam komentar. Sejumlah netizen menilai ia kurang cocok memerankan karakter mahasiswa.

“Dilan sama emaknya kayak adik kakak. Ariel memang tampan, tapi terlihat lebih tua,” tulis salah satu netizen di kolom komentar YouTube Falcon Pictures.

Komentar serupa juga bermunculan. Ada yang menilai penampilan Ariel terlihat terlalu matang untuk menggambarkan sosok Dilan di masa kuliah.

Selain soal casting, sorotan juga tertuju pada bagian akhir trailer. Dalam adegan tersebut, Dilan dan teman-temannya tampak menonton siaran televisi yang menampilkan momen pengunduran diri Soeharto pada Mei 1998.

Saat mahasiswa lain bersorak merayakan berakhirnya Orde Baru, Dilan justru memberikan reaksi berbeda. Dengan ekspresi datar, ia mengucapkan kalimat singkat, “Terima kasih, Soeharto.”

Kalimat ini langsung memicu beragam reaksi. Banyak warganet mempertanyakan maknanya—apakah bentuk sindiran, satire, atau bagian dari karakter Dilan yang dikenal nyentrik dan sulit ditebak. Di sisi lain, ada pula yang menilai dialog tersebut kurang sensitif terhadap sejarah kelam Reformasi 1998.

Perdebatan di media sosial pun tak terhindarkan. Sebagian netizen mengaku kaget dan bingung dengan konteks adegan tersebut, terutama bagi yang belum membaca novel karya Pidi Baiq. Sementara lainnya menilai adegan itu kemungkinan besar tetap setia pada versi novel yang menggambarkan konflik batin Dilan.

Terlepas dari kontroversi tersebut, Dilan ITB 1997 tetap menjadi kelanjutan dari kisah populer Dilan setelah Dilan 1990 dan Dilan 1991. Jika dua film sebelumnya lebih menonjolkan romansa remaja, film ketiga ini hadir dengan cerita yang lebih dewasa dan kompleks.

Sinopsis Dilan ITB 1997

Film ini mengambil latar tahun 1997, saat Dilan telah menjadi mahasiswa di Institut Teknologi Bandung. Setelah melalui kisah cintanya dengan Milea serta dinamika hubungan dengan Ancika, Dilan memasuki fase baru dalam hidupnya.

Di lingkungan kampus yang penuh diskusi dan semangat perubahan, Dilan tetap dikenal sebagai sosok cerdas, santai, dan humoris. Namun, kondisi sosial dan politik yang memanas menjelang Reformasi perlahan menyeretnya ke dalam arus pergerakan mahasiswa.

Baca Juga : Viral Video Wahana Mikutopia Diduga Patah, Manajemen Pastikan Tidak Ada Insiden

Ia dihadapkan pada pilihan besar: menjalani kehidupan seperti biasa atau ikut terlibat dalam perjuangan yang menuntut keberanian. Di sinilah sisi idealis Dilan mulai terlihat, ketika ia harus menentukan sikap di tengah situasi negara yang tidak stabil.

Tak hanya soal perjuangan, konflik asmara juga kembali hadir. Milea muncul lagi di kehidupannya, di saat hubungannya dengan Ancika belum benar-benar selesai. Dilan pun harus memilih antara cinta lama yang belum tuntas atau masa depan yang masih abu-abu.

Dengan latar sejarah yang kuat dan konflik yang lebih matang, Dilan ITB 1997 menawarkan warna baru dalam kisah Dilan. Kontroversi yang muncul justru membuat film ini semakin dinantikan, sekaligus memicu rasa penasaran publik terhadap bagaimana cerita lengkapnya akan disajikan di layar lebar.

Jadwal Tayang Dilan ITB 1997

Film Dilan ITB 1997 dijadwalkan tayang serentak di seluruh bioskop Indonesia pada 30 April 2026. Tanggal ini menjadi momen yang cukup dinantikan, mengingat antusiasme publik yang sudah tinggi sejak trailer perdananya dirilis.

Penayangan film ini diperkirakan akan hadir di sejumlah jaringan bioskop besar seperti XXI, CGV, dan Cinepolis di berbagai kota. Dengan basis penggemar yang kuat dari dua film sebelumnya, Dilan ITB 1997 berpotensi menarik jumlah penonton yang besar sejak hari pertama penayangan.

Tak hanya itu, waktu rilis di akhir April juga dinilai strategis karena berdekatan dengan periode libur panjang, sehingga memberi peluang lebih besar bagi masyarakat untuk menonton di bioskop bersama keluarga atau teman.

Meski demikian, jadwal penayangan di masing-masing kota dan bioskop bisa berbeda-beda, tergantung pada kebijakan distribusi dan ketersediaan layar. Penonton disarankan untuk memantau jadwal resmi melalui aplikasi atau situs bioskop favorit agar tidak ketinggalan.

Dengan berbagai kontroversi dan rasa penasaran yang sudah terbangun, Dilan ITB 1997 diprediksi menjadi salah satu film Indonesia yang paling ramai dibicarakan saat resmi tayang nanti.


Topik

Hiburan, Seni dan Budaya film film dilan dilan itb 1997 ariel noah raline shah falcon pictures



JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Ngawi Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

Mutmainah J

Editor

Dede Nana

Hiburan, Seni dan Budaya

Artikel terkait di Hiburan, Seni dan Budaya