JATIMTIMES - Meski masih menyisakan waktu sekitar 19 hari, tensi jelang laga panas antara Arema FC menghadapi Persebaya Surabaya di Stadion Kanjuruhan sudah terasa di Malang. Salah satu sorotan utama adalah jaminan keamanan bagi skuad Bajol Ijo saat bertandang ke markas Singo Edan.
Presidium Aremania, Ali Rifki, memastikan pihaknya telah melakukan koordinasi intensif dengan koordinator wilayah, komunitas, hingga tokoh Aremania di Malang Raya dan luar kota. Hasilnya, disepakati komitmen bersama untuk menjaga kondusivitas pertandingan.
Baca Juga : Harisandi DPRD Jatim: KEK Tembakau Madura Kunci Investasi dan Lapangan Kerja Baru
Komitmen tersebut mencakup larangan segala bentuk kekerasan baik di dalam maupun luar stadion, penghormatan terhadap tim tamu, ofisial, dan wasit, hingga keterlibatan aktif Aremania dalam menjaga keamanan. Tak hanya itu, sanksi tegas juga disiapkan bagi pelanggar, serta penguatan edukasi sportivitas bagi generasi muda suporter terus digencarkan.
"Kita juga akan melakukan hal yang sama seperti kawan-kawan Bonek di Surabaya yang mengawal tim Arema FC naik bus, kita juga akan mengawal tim Persebaya ketika bertandang ke Kanjuruhan. Itupun juga pernah kita lakukan terhadap tim Persik Kediri dan Semen Padang sebelumnya. Tapi nanti mungkin jumlah personilnya yang akan kita tambah untuk pengawalan ini," terang Ali.
Ali menegaskan, langkah pengawalan ini dilakukan untuk memastikan seluruh tamu yang datang ke Malang dapat merasakan keamanan dan kenyamanan. Dengan begitu, pertandingan dapat berlangsung tertib tanpa gangguan.
Lebih jauh, Ali meyakinkan bahwa Aremania saat ini telah berbenah pasca Tragedi Kanjuruhan. Ia menilai perubahan tersebut mulai terlihat dalam penyelenggaraan kompetisi musim Super League 2025/2026 yang berjalan tanpa insiden berarti di Stadion Kanjuruhan.
"Bahkan saat away yang notabene-nya ada larangan away, kita memastikan tuan rumah kalau menerima kita, baru kita perbolehkan Aremania berangkat, kalau tuan rumah tidak menerima, kita pastikan menghimbau dan melarang untuk hadir. Jadi bisa dilihatlah dalam kurun waktu ini, kita ingin berubah menjadi lebih baik, daripada kejadian yang kita pernah alami. Alhamdulillah sekarang step-by-step Aremania sudah berubah," tegasnya.
Menurut Ali, mengembalikan kepercayaan publik bukan perkara mudah. Namun ia mengapresiasi kesadaran Aremania dan Aremanita yang terus berproses menjadi suporter yang lebih dewasa dan bertanggung jawab.
Baca Juga : Demi Keselamatan Warga, DPRD Jatim Desak Pemprov-Pemkot Gercep Tuntaskan Jalan Pandugo
Di sisi lain, Ali juga menaruh harapan besar agar laga derby Jatim ini benar-benar digelar di Stadion Kanjuruhan. Selain sebagai pembuktian perubahan Aremania, pertandingan tersebut diyakini mampu menghidupkan kembali roda perekonomian warga sekitar stadion yang sempat lesu selama dua tahun terakhir.
Ia menegaskan, keberhasilan penyelenggaraan laga ini membutuhkan persiapan matang dan sinergi lintas pihak, mulai dari aparat keamanan hingga elemen akar rumput suporter. Semua pihak diminta menjaga komitmen agar pertandingan tidak ternodai oleh tindakan oknum yang tidak bertanggung jawab.
"Kalau saya secara pribadi dan secara mewakili organisasi persiapan kami terhadap nawak-nawak, kami nawak-nawak suporter Aremania dan Aremanita, untuk persiapan laga dan digelarnya ini pihak keamanan dan Panpel yang pasti harus menyiapkan fasilitas. Jadi segalanya kalau konsentrasi saya ya terhadap suporter," pungkasnya.
