Jatim Times Network Logo
Poling Pilkada 2024 Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Poling Pilkada 2024
Pemerintahan

Pemkab Jember Belajar Tata Kelola ke Pemkot Blitar, Gus Fawait Puji Kepemimpinan Mas Ibin dan Targetkan SAKIP A

Penulis : Aunur Rofiq - Editor : Sri Kurnia Mahiruni

08 - May - 2026, 16:38

Placeholder
Wali Kota Blitar H Syauqul Muhibbin atau Mas Ibin menyerahkan cinderamata patung Bung Karno kepada Bupati Jember Muhammad Fawait atau Gus Fawait dalam kunjungan studi banding implementasi SAKIP di Ruang Sasana Praja Kantor Wali Kota Blitar, Jumat (8/5/2026). Dalam kesempatan tersebut, Gus Fawait memuji kepemimpinan Mas Ibin yang dinilai berhasil membawa perkembangan Kota Blitar semakin baik. Terlebih, menurutnya Kota Blitar merupakan kota yang menjadi tujuan kunjungan banyak tokoh nasional karena keberadaan makam Bung Karno.(Foto: Aunur Rofiq/JatimTIMES)

JATIMTIMES - Pemerintah Kota Blitar menerima kunjungan kerja Pemerintah Kabupaten Jember dalam agenda studi banding penguatan tata kelola pemerintahan dan implementasi Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (SAKIP), Jumat (8/5/2026). Kegiatan yang berlangsung di Ruang Sasana Praja Kantor Wali Kota Blitar itu dipimpin langsung Wali Kota Blitar H Syauqul Muhibbin atau Mas Ibin bersama Bupati Jember Muhammad Fawait atau Gus Fawait.

Kunjungan tersebut menjadi forum strategis antardaerah dalam memperkuat reformasi birokrasi, pengelolaan pemerintahan yang efektif dan akuntabel, sekaligus mempererat sinergi pembangunan di Jawa Timur. Pemerintah Kabupaten Jember secara khusus menjadikan Kota Blitar sebagai salah satu daerah rujukan dalam penguatan implementasi SAKIP.

Tri iman

Gus Fawait Soroti Terobosan dan Kepemimpinan Mas Ibin

Dalam sambutannya, Gus Fawait menjelaskan bahwa Kabupaten Jember saat ini terus melakukan berbagai pembenahan tata kelola pemerintahan. Sebagai daerah dengan jumlah penduduk terbesar ketiga di Jawa Timur, tantangan birokrasi dan pelayanan publik di Jember dinilai cukup kompleks.

Baca Juga : Aktif Kembangkan Literasi Halal, UIN Maliki Malang Diganjar Penghargaan di UB Halal Metric Awards 2026

“Jember adalah kabupaten dengan jumlah penduduk terbesar ketiga, sekitar 2,6 sampai 2,7 juta jiwa. Kami punya 248 desa dan kelurahan. Kami berada di ujung timur Pulau Jawa bersama Banyuwangi. Dan SAKIP kami masih B. Makanya kami jauh-jauh keliling belajar,” ujar Gus Fawait.

Ia mengatakan, sebelum berkunjung ke Kota Blitar, Pemerintah Kabupaten Jember telah melakukan studi banding ke sejumlah daerah lain yang memiliki capaian tata kelola pemerintahan baik, termasuk Daerah Istimewa Yogyakarta dan Jakarta.

“Kami kemarin dari Jogja karena provinsi itu juga mendapat nilai A dan AA. Kemudian juga ke Jakarta. Dan hari ini saya mengunjungi saudara saya yang hebat sekali,” katanya.

Dalam kesempatan tersebut, Gus Fawait secara khusus memberikan apresiasi terhadap kepemimpinan Mas Ibin dalam membawa perkembangan Kota Blitar. Menurutnya, keberhasilan Kota Blitar tidak hanya terlihat dari capaian administratif pemerintahan, tetapi juga dari pola kepemimpinan dan komunikasi publik yang aktif serta progresif.

“Sebetulnya bukan karena faktor nilai A saja SAKIP-nya. Beliau ini, Gus Wali, adalah orang pilihan. Beliau luar biasa. Bisa memimpin kota yang dikunjungi banyak tokoh nasional karena di Kota Blitar ada makam founding father kita Ir Soekarno, idola kita semuanya,” ujarnya.

Gus Fawait mengaku dirinya bersama jajaran Pemerintah Kabupaten Jember aktif memantau perkembangan kepala daerah di Jawa Timur, termasuk Kota Blitar. Pemantauan tersebut dilakukan untuk melihat berbagai tren kepemimpinan, pola komunikasi publik, hingga inovasi pembangunan yang dijalankan pemerintah daerah.

“Kami di Jember juga punya tim media sosial dan Kominfo. Kami mengamati perkembangan para kepala daerah di Jawa Timur, tren kepemimpinannya seperti apa. Kami amati juga Kota Blitar. Dan memang Gus Wali ini luar biasa. Saya lihat, saya amati, terobosannya luar biasa,” katanya.

Menurut dia, berbagai prestasi yang selama ini diraih Kota Blitar mampu dipertahankan sekaligus ditingkatkan melalui berbagai inovasi dan langkah percepatan pembangunan.

“Prestasi-prestasi yang dulu diraih dipertahankan dan meraih prestasi berikutnya. Mudah-mudahan kalau di Blitar ini SAKIP-nya bisa A, mudah-mudahan Jember tahun ini juga bisa mendapat A seperti Kota Blitar,” ujar Gus Fawait.

Pernyataan tersebut disambut hangat peserta kegiatan yang terdiri dari jajaran organisasi perangkat daerah kedua daerah. Suasana diskusi berlangsung cair dan terbuka, dengan sejumlah pembahasan mengenai strategi penguatan akuntabilitas kinerja pemerintahan, pengendalian internal, evaluasi program pembangunan, hingga penguatan komunikasi publik pemerintahan.

Gus fawait

Mas Ibin: SAKIP Harus Berdampak bagi Masyarakat

Sementara itu, Wali Kota Blitar Mas Ibin menyampaikan apresiasi atas kunjungan kerja Pemerintah Kabupaten Jember ke Kota Blitar. Menurutnya, studi banding menjadi bagian penting dalam membangun budaya pemerintahan yang kolaboratif dan terbuka terhadap praktik-praktik baik antardaerah.

“Kami ucapkan selamat datang di Bumi Bung Karno. Ini merupakan suatu kehormatan dan kebanggaan bagi kami dipilih sebagai lokus studi banding bagi Pemerintah Kabupaten Jember dalam upaya penguatan tata kelola pemerintahan yang efektif, efisien, dan akuntabel,” kata Mas Ibin.

Ia menegaskan, penguatan SAKIP tidak dapat dipandang semata-mata sebagai kewajiban administratif ataupun sekadar mengejar nilai predikat. Lebih dari itu, SAKIP harus mampu menjadi instrumen untuk memastikan bahwa seluruh kebijakan dan penggunaan anggaran pemerintah benar-benar memberikan dampak nyata bagi masyarakat.

“SAKIP bukan sekadar kewajiban administratif atau sekadar mengejar nilai predikat semata. Tetapi instrumen penting untuk memastikan bahwa setiap rupiah APBD yang kita gunakan benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat melalui kinerja yang terukur,” tegasnya.

Mas Ibin menjelaskan, Pemerintah Kota Blitar terus mendorong budaya kerja birokrasi yang adaptif, responsif, dan berorientasi pada pelayanan publik. Penguatan tata kelola pemerintahan dilakukan tidak hanya melalui perbaikan sistem administrasi, tetapi juga melalui inovasi pelayanan dan peningkatan kualitas komunikasi publik.

Baca Juga : Konsep Takut ala Wisudawan Terbaik STIE Malangkucecwara: Bukan Penghalang tapi Pengingat Mimpi Besar

Menurut dia, tantangan birokrasi di era modern semakin kompleks. Karena itu, pemerintah daerah dituntut mampu bergerak cepat sekaligus menjaga kualitas akuntabilitas dan efektivitas program pembangunan.

“Dalam pertemuan ini, kami sangat terbuka untuk berbagi pengalaman mengenai langkah strategis dan inovasi yang telah kami lakukan di Kota Blitar. Namun kami juga menyadari bahwa tantangan di setiap daerah berbeda-beda,” ujarnya.

Karena itu, Mas Ibin menilai forum studi banding seperti tersebut menjadi ruang penting untuk membangun diskusi dua arah antarpemerintah daerah. Tidak hanya berbagi keberhasilan, tetapi juga membahas berbagai hambatan dan tantangan dalam penguatan reformasi birokrasi.

“Oleh karena itu, kegiatan ini merupakan wadah yang sangat baik bagi kita untuk saling bertukar informasi dan berdiskusi secara dua arah mengenai hambatan yang dihadapi dalam penguatan akuntabilitas kinerja,” katanya.

Ibin

Perkuat Kolaborasi Antardaerah

Dalam sesi materi, Pj Sekda Kota Blitar Tri Iman Prasetyono memaparkan strategi penguatan tata kelola pemerintahan yang mengantarkan Kota Blitar meraih predikat SAKIP A pada 2024.

Mas Ibin berharap melalui diskusi tersebut, Pemerintah Kabupaten Jember dapat memperoleh poin-poin penting yang dapat diadaptasi sesuai karakteristik daerah masing-masing.

“Kami berharap melalui diskusi siang ini, rekan-rekan dari Kabupaten Jember bisa mendapatkan poin-poin penting yang dapat diadaptasi untuk meningkatkan kualitas implementasi SAKIP di lingkup Pemerintah Kabupaten Jember,” ujarnya.

Namun demikian, Mas Ibin menegaskan bahwa Pemerintah Kota Blitar juga ingin belajar dari berbagai pengalaman dan praktik baik yang dimiliki Kabupaten Jember.

“Sebaliknya, kami pun ingin belajar dari kelebihan-kelebihan yang dimiliki oleh Kabupaten Jember,” katanya.

Kegiatan studi banding tersebut sekaligus memperlihatkan semakin kuatnya semangat kolaborasi antardaerah di Jawa Timur dalam membangun tata kelola pemerintahan yang modern dan adaptif. Di tengah tuntutan masyarakat terhadap pelayanan publik yang semakin tinggi, pemerintah daerah dinilai perlu terus membuka ruang pembelajaran dan inovasi.

Pertemuan itu juga menjadi momentum memperkuat hubungan kelembagaan antara Pemerintah Kota Blitar dan Pemerintah Kabupaten Jember. Selain diskusi formal, kedua kepala daerah dan jajaran OPD tampak melakukan dialog santai mengenai tantangan pembangunan daerah, penguatan reformasi birokrasi, hingga strategi membangun komunikasi publik yang efektif di era digital.

Di akhir kegiatan, Mas Ibin berharap kunjungan kerja tersebut mampu memberikan manfaat nyata bagi kedua daerah sekaligus memperkuat silaturahmi antarpemerintah daerah di Jawa Timur.

“Semoga kunjungan singkat ini membuahkan hasil yang bermanfaat bagi kemajuan daerah kita masing-masing dan semakin mempererat silaturahmi,” ujar Mas Ibin.


Topik

Pemerintahan Pemkab Jember Tata Kelola Pemkot Blitar Gus Fawait Mas Ibin Kepemimpinan Mas Ibin SAKIP A



JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Ngawi Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

Aunur Rofiq

Editor

Sri Kurnia Mahiruni

Pemerintahan

Artikel terkait di Pemerintahan