Jatim Times Network Logo
Poling Pilkada 2024 Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Poling Pilkada 2024
Peristiwa

Pemerintah Kesulitan Negosiasi Langsung dengan Israel untuk Bebaskan 9 WNI Peserta Misi Kemanusiaan Gaza

Penulis : Mutmainah J - Editor : Yunan Helmy

19 - May - 2026, 18:37

Placeholder
Tentara Israel tangkap 9 WNI, termasuk 2 jurnalis Republika. (Foto X @AlWihusin)

JATIMTIMES - Pemerintah Indonesia terus mengupayakan pembebasan sembilan warga negara Indonesia (WNI) yang ditahan militer Israel saat mengikuti misi kemanusiaan Global Sumud Flotilla (GSF) 2.0 menuju Gaza, Palestina. Namun, proses negosiasi disebut tidak mudah karena Indonesia tidak memiliki hubungan diplomatik dengan Israel.

Menteri Koordinator Bidang Hukum, HAM, Imigrasi, dan Pemasyarakatan RI Yusril Ihza Mahendra mengatakan pemerintah tidak dapat melakukan komunikasi maupun perundingan secara langsung dengan otoritas Israel.

Baca Juga : Netanyahu Sebut Misi Global Sumud Flotilla Rencana Jahat, 9 WNI Masih Dipantau Kemlu RI

“Kita tidak punya hubungan diplomatik dengan Israel dan kita tidak dapat melakukan perundingan langsung dengan pihak Israel,” ujar Yusril saat menghadiri kegiatan di Universitas Negeri Surabaya, Selasa (19/5/2026).

Karena itu, pemerintah memilih menempuh jalur diplomatik dan hukum melalui negara maupun pihak ketiga guna melindungi para WNI yang mengikuti misi kemanusiaan ke Gaza tersebut.

“Kita tentu akan mengambil upaya-upaya diplomatik dan upaya-upaya hukum melalui pemerintah dan pihak ketiga untuk melindungi warga negara kita yang diculik oleh negara Israel,” lanjutnya.

Kasus ini menjadi perhatian dunia internasional setelah militer Israel mencegat armada bantuan kemanusiaan Global Sumud Flotilla 2.0 di perairan Siprus, Mediterania Timur. Armada tersebut diketahui membawa bantuan untuk warga Gaza yang masih berada dalam krisis kemanusiaan akibat konflik berkepanjangan.

Selain relawan kemanusiaan, sejumlah jurnalis internasional juga ikut dalam pelayaran tersebut untuk meliput situasi di Palestina secara langsung.

Kementerian Luar Negeri RI sebelumnya telah menyampaikan kecaman keras atas tindakan militer Israel yang melakukan pencegatan terhadap kapal-kapal misi kemanusiaan tersebut.

Juru Bicara Kementerian Luar Negeri RI Yvonne Mewengkang mengungkapkan sedikitnya terdapat 10 kapal yang dikonfirmasi ditangkap otoritas Israel. Beberapa di antaranya yakni kapal Amanda, Barbaros, Josef, dan Blue Toys.

Menurut Yvonne, salah satu WNI berada di kapal Josef, yakni Andi Angga Prasadewa yang merupakan delegasi dari Global Peace Convoy Indonesia (GPCI) bersama Rumah Zakat.

Baca Juga : Wali Kota Blitar Siapkan Transformasi BPR Perseroda dan Penguatan Iklim Investasi Daerah

“Di kapal Josef diinformasikan terdapat seorang Warga Negara Indonesia (WNI) atas nama Andi Angga Prasadewa yang merupakan delegasi dari GPCI-Rumah Zakat,” jelasnya.

Selain aktivis kemanusiaan, keberadaan jurnalis Indonesia yang ikut dalam rombongan juga masih menjadi perhatian serius pemerintah. Hingga kini komunikasi dengan beberapa peserta misi dikabarkan masih terputus.

“Termasuk Bambang Noroyono yang berada di kapal tersebut masih belum dapat dihubungi,” tambah Yvonne.

Pemerintah Indonesia pun mendesak Israel agar menghormati hukum humaniter internasional serta segera membebaskan seluruh aktivis dan relawan kemanusiaan yang ditahan.

Saat ini, Direktorat Pelindungan WNI Kementerian Luar Negeri RI juga terus berkoordinasi dengan KBRI di Ankara, Kairo, dan Amman sebagai langkah kontingensi untuk memastikan keselamatan para WNI sekaligus mempercepat proses pemulangan mereka ke Indonesia.


Topik

Peristiwa Global Sumud Flotilla Israel WNI diculik Israel misi kemanusiaan Gaza



JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Ngawi Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

Mutmainah J

Editor

Yunan Helmy

Peristiwa

Artikel terkait di Peristiwa