Jatim Times Network Logo
Poling Pilkada 2024 Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Poling Pilkada 2024
Pendidikan

Resmi Dilantik: Fatayat NU Kota Malang Tetapkan 5 Pilar Prioritas, Dari Perlindungan Perempuan hingga Penguatan Ekonomi Kader

Penulis : Anggara Sudiongko - Editor : Nurlayla Ratri

31 - May - 2026, 13:51

Placeholder
Pengurus Cabang Fatayat NU Kota Malang masa khidmat 2025-2030 resmi dilantik, Minggu, (31/5/2026), di Universitas Islam Malang (Unisma). (Anggara Sudiongko/JatimTIMES)

JATIMTIMES – Pengurus Cabang Fatayat NU Kota Malang masa khidmat 2025-2030 resmi dilantik, Minggu, (31/5/2026), di Universitas Islam Malang (Unisma). Pengurus baru ini membawa fokus kerja yang lebih konkret terhadap berbagai persoalan yang dihadapi perempuan, keluarga, dan masyarakat perkotaan. Di tengah meningkatnya kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak, tantangan penggunaan teknologi digital, persoalan kesehatan mental, hingga tekanan ekonomi keluarga, organisasi perempuan muda Nahdliyin itu menetapkan lima pilar utama sebagai arah gerakan selama lima tahun ke depan.

Lima pilar tersebut meliputi penguatan kaderisasi dan kepemimpinan perempuan muda, ketahanan keluarga dan perlindungan perempuan serta anak, gerakan sosial kemanusiaan, transformasi organisasi berbasis kolaborasi dan teknologi, serta pemberdayaan ekonomi kader dan masyarakat.

1

Ketua PC Fatayat NU Kota Malang, Widiarini M.Kes, mengatakan kepengurusan baru memandang tantangan yang dihadapi perempuan saat ini semakin kompleks. Karena itu, organisasi tidak cukup hanya menjalankan aktivitas rutin, tetapi harus mampu menghadirkan program yang menjawab kebutuhan masyarakat.

Baca Juga : Roadrace x Supermoto Championship 2026 Kembali Hidupkan Atmosfer Balap di Malang

Menurutnya, Kota Malang memiliki karakter yang khas. Sebagai kota pendidikan dan kota kreatif, wilayah ini menjadi tempat berkumpulnya ribuan perempuan muda dari berbagai daerah dengan latar belakang yang beragam. Kondisi tersebut menghadirkan banyak peluang, namun di sisi lain juga memunculkan persoalan sosial yang perlu mendapat perhatian bersama.

3

"Kota Malang adalah kota pendidikan, kota kreatif, dan menjadi rumah bagi ribuan perempuan muda dari berbagai daerah. Di tengah transformasi digital, meningkatnya kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak, persoalan kesehatan mental, ketahanan keluarga, hingga tantangan ekonomi global, Fatayat NU Kota Malang harus hadir sebagai organisasi yang relevan dan mampu memberikan solusi," kata Widiarini.

Ia menjelaskan, pilar pertama yang akan diperkuat adalah kaderisasi dan kepemimpinan perempuan muda. Fatayat ingin memastikan proses regenerasi organisasi berjalan baik sekaligus melahirkan kader perempuan yang memiliki kemampuan kepemimpinan, kapasitas organisasi, dan wawasan yang memadai untuk menjawab perkembangan zaman.

2

Pilar kedua adalah penguatan ketahanan keluarga serta perlindungan perempuan dan anak. Isu ini dipilih karena masih banyak persoalan yang terjadi di tengah masyarakat, mulai dari kekerasan terhadap perempuan dan anak hingga tantangan yang muncul akibat perubahan sosial dan perkembangan teknologi.

Pilar ketiga berfokus pada penguatan gerakan sosial dan kemanusiaan. Melalui program ini, Fatayat ingin memperluas keterlibatan kader dalam berbagai kegiatan sosial yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat.

Sementara itu, pilar keempat menitikberatkan pada transformasi organisasi berbasis kolaborasi dan teknologi. Fatayat melihat perkembangan digital telah mengubah cara masyarakat berkomunikasi dan bekerja. Karena itu, organisasi juga harus beradaptasi agar tetap relevan dan mampu menjangkau lebih banyak kalangan.

Adapun pilar kelima adalah pemberdayaan ekonomi kader dan masyarakat. Bidang ini menjadi salah satu fokus penting karena berkaitan langsung dengan ketahanan keluarga. Fatayat berupaya mendorong lahirnya perempuan-perempuan mandiri melalui pengembangan usaha mikro, ekonomi kreatif, kewirausahaan digital, dan penguatan jaringan usaha antar kader.

"Kami berkomitmen mendorong lahirnya perempuan-perempuan mandiri melalui pengembangan UMKM, ekonomi kreatif, kewirausahaan digital, dan jejaring usaha kader Fatayat Kota Malang," ujarnya.

Komitmen tersebut mulai diwujudkan melalui pengembangan produk UMKM binaan Fatayat berupa minuman berbahan dasar bunga rosella. Produk itu mulai digagas setelah konferensi organisasi sebagai salah satu langkah awal penguatan ekonomi kader.

Widiarini menjelaskan bunga rosella dipilih karena mudah diperoleh dan memiliki kandungan antioksidan yang tinggi. Selain memiliki nilai kesehatan, produk tersebut juga diharapkan menjadi contoh bahwa kader Fatayat mampu mengembangkan usaha yang memiliki nilai ekonomi sekaligus manfaat bagi masyarakat.

Selain fokus pada program internal, Fatayat NU Kota Malang juga membuka ruang kerja sama dengan berbagai pihak. Organisasi ini menilai tantangan sosial yang dihadapi masyarakat tidak dapat diselesaikan oleh satu lembaga saja.

Karena itu, sinergi dengan PCNU Kota Malang, Muslimat NU, badan otonom dan lembaga NU, Pemerintah Kota Malang, perguruan tinggi, rumah sakit, dunia usaha, komunitas perempuan, organisasi kepemudaan, dan berbagai elemen masyarakat akan terus diperkuat selama masa kepengurusan ini.

5

Ketua PW Fatayat NU Jawa Timur, Siti Maulida M.Pd, menilai arah gerakan yang disusun Fatayat Kota Malang sudah sesuai dengan kebutuhan daerah. Menurutnya, Kota Malang memiliki potensi besar sebagai pusat pengembangan kader, ekonomi, dan inovasi organisasi karena didukung banyak perguruan tinggi serta jaringan sosial yang kuat.

Ia menyebut meskipun secara struktur Fatayat Kota Malang hanya memiliki lima Pengurus Anak Cabang (PAC), potensi yang dimiliki tidak kalah dibanding daerah lain.

"Malang ini kota pendidikan, kota wisata, dan pemberdayaan ekonominya luar biasa. Saya berharap Fatayat Kota Malang menjadi kecil-kecil cabai rawit. Kaderisasinya berjalan, perlindungan perempuan dan anak kuat, kepedulian sosial tumbuh, dan memberikan dampak yang nyata bagi masyarakat," ujarnya.

Baca Juga : Jawaban Istikharah Tak Selalu Datang Lewat Mimpi, Ini Tanda-Tanda Petunjuk dari Allah

Siti Maulida juga menekankan pentingnya kolaborasi dalam menjalankan program organisasi. Menurutnya, banyaknya mitra yang hadir dalam pelantikan menunjukkan Fatayat memiliki modal sosial yang kuat untuk memperluas jangkauan program.

Ia mengingatkan bahwa kepengurusan baru telah menyusun rencana strategis dan program kerja sebelum pelantikan dilaksanakan. Karena itu, setelah prosesi pelantikan selesai, pengurus diharapkan segera menjalankan agenda yang telah dirancang.

"Momentum hari ini jangan hanya menjadi seremonial. Program sudah ada, jejaring sudah ada, tinggal bagaimana seluruh pengurus bergerak dan menjalankan amanah yang telah diberikan," katanya.

Dukungan juga datang dari Ketua Tanfidziyah PCNU Kota Malang, KH Dr Isroqunnajah M.Ag. Ia menyoroti sejumlah isu yang menurutnya perlu menjadi perhatian Fatayat selama lima tahun mendatang.

Salah satunya adalah penguatan ketahanan keluarga di tengah derasnya arus informasi digital. Menurutnya, keluarga saat ini menghadapi tantangan baru berupa paparan berbagai konten negatif yang beredar di media sosial.

"Fatayat harus mampu membentengi keluarga dari serangan ideologi transnasional dan berbagai konten negatif yang beredar di media sosial," ujarnya.

Selain itu, ia mendorong Fatayat untuk memperkuat program pemberdayaan ekonomi perempuan. Di tengah ketidakpastian ekonomi global, perempuan dinilai memiliki peran penting dalam menjaga ketahanan ekonomi keluarga melalui pengembangan usaha yang adaptif dan produktif.

Ia juga menyoroti pentingnya keterlibatan organisasi perempuan dalam upaya perlindungan anak dan pencegahan kekerasan seksual yang masih menjadi persoalan di berbagai daerah.

"Fatayat perlu memberikan literasi kepada anak-anak dan kader-kadernya terkait perlindungan diri dan pencegahan kekerasan. Perempuan adalah penyangga negeri sehingga harus memiliki ketahanan dan literasi yang kuat," katanya.

Ketua Panitia Pelaksana, Fina Faizah S.Pd., M.PdI., menjelaskan pelantikan ini merupakan hasil persiapan yang dilakukan selama kurang lebih dua bulan. Kegiatan tersebut melibatkan seluruh jajaran pengurus serta kader Fatayat NU Kota Malang.

Menurut Fina, Widiarini terpilih sebagai Ketua PC Fatayat NU Kota Malang melalui konferensi cabang yang berlangsung pada Juni 2025. Sebelum terpilih sebagai ketua cabang, ia merupakan Ketua PAC Fatayat NU Lowokwaru.

Pelantikan dihadiri sekitar 350 peserta yang terdiri atas unsur pemerintah, legislatif, akademisi, organisasi kemasyarakatan, mitra kerja, dan kader Fatayat dari berbagai wilayah. Saat ini PC Fatayat NU Kota Malang membawahi lima PAC dan 75 ranting yang tersebar di seluruh kecamatan di Kota Malang.

"Harapannya sesuai slogan kami, yaitu Berkelas, Melesat, dan Berdampak. Fatayat NU Kota Malang bisa semakin maju dan memberikan manfaat tidak hanya bagi organisasi, tetapi juga bagi masyarakat luas, khususnya perempuan," ujar Fina.

Melalui lima pilar yang telah ditetapkan, kepengurusan baru Fatayat NU Kota Malang menargetkan organisasi tidak hanya menjadi ruang kaderisasi perempuan muda Nahdliyin, tetapi juga mampu mengambil peran dalam menjawab berbagai persoalan sosial yang berkembang di masyarakat. Fokus pada perlindungan perempuan dan anak, penguatan keluarga, transformasi digital, gerakan sosial, serta pemberdayaan ekonomi diharapkan menjadi kontribusi nyata Fatayat bagi Kota Malang dalam lima tahun mendatang.


Topik

Pendidikan fatayat nu kota malang



JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Ngawi Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

Anggara Sudiongko

Editor

Nurlayla Ratri