JATIMTIMES - Hanya dalam kurun waktu sekitar enam bulan memimpin Polresta Malang Kota, sejak dilantik pada Januari hingga akhir Juli 2026, Kombes Pol Putu Kholis Aryana berhasil meninggalkan jejak kepemimpinan yang kuat. Berbagai program pelayanan masyarakat, penegakan hukum, hingga kepedulian terhadap keluarga korban Tragedi Kanjuruhan menjadi warna tersendiri selama masa kepemimpinannya sebelum mendapat amanah baru sebagai Kapolres Metro Bekasi Kota.
Sejak hari pertama bertugas, Putu Kholis menegaskan komitmennya untuk menghadirkan Polri yang dekat dengan masyarakat. Menurutnya, tugas kepolisian bukan hanya menangkap pelaku kejahatan, tetapi juga membangun kepercayaan publik melalui pelayanan yang humanis.
“Kami ingin menghadirkan Polri yang benar-benar hadir di tengah masyarakat. Polisi bukan hanya hadir ketika terjadi tindak pidana, tetapi juga menjadi mitra masyarakat dalam menjaga keamanan, mendengar aspirasi, dan memberikan solusi atas berbagai persoalan kamtibmas,” kata Putu Kholis.
Saat itu usai dilantik sebagai Kapolresta Malang Kota, Putu Kholis langsung melakukan silaturahmi ke jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), mulai Pemerintah Kota Malang, DPRD, Kodim 0833/Kota Malang hingga Kejaksaan Negeri. Baginya, menjaga keamanan Kota Malang tidak bisa dilakukan hanya oleh kepolisian.
“Keamanan adalah tanggung jawab bersama. Karena itu kami membangun komunikasi dan sinergi dengan seluruh stakeholder agar setiap persoalan dapat diselesaikan secara kolaboratif,” imbuhnya.
Salah satu program yang konsisten dijalankan adalah Sambang Kamtibmas. Lewat kegiatan ini, Putu Kholis bersama pejabat utama Polresta Malang Kota rutin mengunjungi kampung-kampung, berdialog dengan warga, menyerap aspirasi, sekaligus mencari solusi terhadap berbagai persoalan keamanan lingkungan.
“Kami datang bukan untuk memberikan ceramah, tetapi mendengar. Apa yang menjadi keluhan masyarakat menjadi bahan evaluasi kami agar pelayanan kepolisian semakin baik,” ungkap Putu Kholis
Program tersebut juga menjadi ruang diskusi mengenai pencegahan kriminalitas, peredaran narkoba, keamanan lingkungan, hingga penyelesaian persoalan sosial secara kekeluargaan.
Putu Kholis juga memberi perhatian besar terhadap pembinaan generasi muda melalui Program Sambang Sekolah. Setiap pekan, jajaran Polresta Malang Kota hadir di sekolah-sekolah untuk memberikan edukasi mengenai bahaya narkoba, bullying, kekerasan seksual, tertib berlalu lintas, hingga penggunaan media sosial secara bijak.
“Kami ingin anak-anak merasa polisi adalah sahabat. Pencegahan jauh lebih baik daripada penindakan setelah terjadi pelanggaran hukum,” tambahnya.
Tak hanya itu saja salah satu program yang paling mendapat perhatian selama kepemimpinannya adalah pendampingan berkelanjutan terhadap keluarga korban Tragedi Kanjuruhan.
Menurut Putu Kholis, tragedi tersebut menyisakan duka yang panjang sehingga kehadiran Polri tidak boleh berhenti hanya pada proses penegakan hukum.
“Karena kami ingin memastikan keluarga korban tidak merasa sendiri. Kehadiran Polri harus bisa dirasakan bukan hanya saat terjadi peristiwa, tetapi juga dalam proses pemulihan kehidupan mereka,” ucap mantan Kapolres Malang ini.
Lewat program tersebut, Polresta Malang Kota secara rutin menjalin silaturahmi dengan keluarga korban. Berbagai bantuan juga diberikan, mulai beasiswa pendidikan bagi anak-anak korban, perlengkapan sekolah, santunan, pemeriksaan kesehatan gratis, trauma healing, hingga kunjungan langsung ke rumah keluarga korban.
Tak hanya itu, Polresta Malang Kota juga menggandeng berbagai pihak untuk memberikan pelatihan keterampilan, pendampingan UMKM, bantuan peralatan usaha, hingga promosi produk keluarga korban agar memiliki sumber penghasilan yang berkelanjutan.
Baca Juga : Oknum Pengajar Ponpes di Kota Malang Diduga Lakukan Pelecehan Selama 10 Tahun, Ini Modusnya
Pelayanan administrasi kepolisian pun diberikan secara prioritas, mulai pengurusan SKCK, SIM, hingga berbagai kebutuhan pelayanan lainnya.
“Yang paling penting bukan seberapa besar bantuan yang diberikan, tetapi bagaimana kami terus hadir dan menjaga silaturahmi dengan keluarga korban. Kami ingin mereka mengetahui bahwa mereka tidak sendiri,” terangnya.
Di balik pendekatan humanis tersebut, Putu Kholis tetap menunjukkan komitmennya dalam penegakan hukum. Selama enam bulan memimpin, Polresta Malang Kota berhasil mengungkap sejumlah kasus menonjol.
Beberapa kasus menonjol di antaranya penyelundupan ribuan karung bawang bombai ilegal, penyalahgunaan BBM subsidi, jaringan narkotika yakni 27 kg ganja dan 5 kilogram sabu, kosmetik ilegal dengan penyitaan sekitar 1,4 ton bahan baku, pengungkapan kasus kekerasan seksual terhadap anak, hingga berbagai kasus pencurian yang meresahkan masyarakat.
“Kami tidak akan memberi ruang bagi pelaku kejahatan. Setiap laporan masyarakat akan kami tindak lanjuti secara profesional, transparan, dan berkeadilan,” tegasnya.
Selain itu Polresta Malang Kota juga mencatat prestasi dalam tata kelola organisasi. Di bawah kepemimpinannya, Polresta Malang Kota meraih Peringkat I Satuan Kerja Berkinerja Terbaik dari KPPN Malang atas pengelolaan anggaran yang transparan, akuntabel, dan efektif.
“Prestasi ini bukan milik saya pribadi, tetapi hasil kerja keras seluruh personel Polresta Malang Kota. Saya mengapresiasi dedikasi seluruh anggota yang telah bekerja dengan penuh integritas dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat,” jelas Putu Kholis.
Di akhir masa tugasnya di Kota Malang, Kombes Pol Putu Kholis Aryana mendapat promosi jabatan sebagai Kapolres Metro Bekasi Kota.
Meski hanya sekitar enam bulan memimpin Polresta Malang Kota, ia meninggalkan berbagai program yang berorientasi pada pelayanan masyarakat, penguatan sinergi lintas sektor, kepedulian terhadap keluarga korban Tragedi Kanjuruhan, serta penegakan hukum yang konsisten.
“Saya mengucapkan terima kasih kepada seluruh masyarakat Kota Malang atas dukungan dan sinergi yang telah terjalin selama ini. Keamanan adalah hasil kerja bersama. Semoga kolaborasi yang telah dibangun dapat terus berlanjut demi mewujudkan Kota Malang yang aman, nyaman, dan kondusif,” tutupnya.
