Jatim Times Network Logo
Poling Pilkada 2024 Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Poling Pilkada 2024
Kesehatan

Periksa 10.873 Orang, Dinkes Kota Malang Temukan 186 Positif HIV

Penulis : Riski Wijaya - Editor : A Yahya

08 - Aug - 2026, 20:02

Placeholder
ilustrasi.(Foto: Istimewa).

JATIMTIMES - Upaya mendeteksi HIV di Kota Malang masih menghadapi tantangan. Hingga Mei 2026, sebanyak 10.873 orang telah menjalani pemeriksaan, hasilnya  186 di antaranya terdeteksi positif HIV.

Data Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Malang itu menunjukkan temuan kasus masih muncul di tengah pemeriksaan yang menyasar berbagai kelompok masyarakat. Dari total kasus tersebut, sekitar 52 hingga 53 persen atau sekitar 100 orang berasal dari kelompok Lelaki Seks dengan Lelaki (LSL).

Baca Juga : War Tiket Upacara HUT ke-81 RI di Istana Diperpanjang, Masih Ada Besok

Sementara kasus lainnya ditemukan dari sejumlah kelompok sasaran pemeriksaan. Di antaranya ibu hamil, pasangan orang dengan HIV (ODHIV), pelanggan pekerja seks, wanita pekerja seks, calon pengantin, serta kelompok masyarakat lainnya.

Besarnya jumlah pemeriksaan menjadi salah satu bagian penting dalam membaca perkembangan kasus HIV. Sebab, kasus yang tercatat merupakan kasus yang berhasil ditemukan melalui layanan pemeriksaan, sementara orang yang belum melakukan tes belum dapat diketahui statusnya.

Sosiolog Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) yang memiliki kepakaran dalam Pekerjaan Sosial Medis dan HIV/AIDS, Dr. Rinikso Kartono, M.Si., bahkan menyebut persoalan HIV masih memiliki fenomena gunung es. "Yang menarik saat ini fenomena gunung es-nya adalah LSL," ujar Rinikso saat dikonfirmasi belum lama ini.

Menurut Rinikso, kondisi tersebut juga memperlihatkan perubahan karakteristik kasus HIV dibandingkan periode sebelumnya. Jika dahulu kasus lebih banyak dikaitkan dengan pengguna narkotika suntik (penasun), pola tersebut kini mengalami pergeseran.

"Kalau dulu Kota Malang ini didominasi oleh penggunaan jarum suntik (penasun), tetapi sekarang sudah bergeser karena sudah jarang yang memakai," katanya.

Perubahan pola tersebut membuat upaya penanggulangan HIV tidak cukup hanya mengandalkan pengobatan bagi orang yang sudah terdeteksi. Deteksi dini menjadi penting untuk mengetahui kondisi seseorang sekaligus mencegah penularan lebih lanjut.

Rinikso menilai persoalan HIV juga tidak dapat sepenuhnya diselesaikan melalui pendekatan medis. Faktor perilaku dan lingkungan sosial turut menjadi bagian yang perlu diperhatikan dalam membaca perkembangan kasus.

Baca Juga : Pemkab Malang Tindaklanjuti Komentar Viral Nirempati Nakes Terhadap Pasien BPJS Sebelum Meninggal

"HIV di Indonesia selalu saya kritik karena penanganannya medical centris. Padahal ini bukan hanya soal medis, tetapi juga soal perilaku," ungkapnya.

Di sisi lain, ia mengingatkan agar upaya menemukan kasus tidak berkembang menjadi stigma terhadap kelompok tertentu. Menurutnya, stigma justru dapat membuat seseorang enggan memeriksakan diri dan berpotensi semakin menyulitkan proses deteksi.

Dengan 186 kasus yang ditemukan dari 10.873 pemeriksaan, pekerjaan rumah penanggulangan HIV di Kota Malang bukan berhenti pada pencatatan kasus. Tantangannya adalah memperluas akses pemeriksaan dan memastikan masyarakat yang berisiko maupun yang belum mengetahui statusnya mau menjalani tes secara sukarela.

Deteksi yang semakin luas menjadi penting agar kasus HIV tidak baru diketahui ketika kondisi kesehatan sudah memburuk. Pada saat yang sama, layanan pendampingan dan pengobatan perlu berjalan beriringan dengan upaya pencegahan.


Topik

Kesehatan hiv hiv kota malang dinkes kota malang rinikso kartono



JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Ngawi Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

Riski Wijaya

Editor

A Yahya

Kesehatan

Artikel terkait di Kesehatan