Jatim Times Network Logo
Poling Pilkada 2024 Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Poling Pilkada 2024
Pemerintahan

Fluktuasi Harga Bunga Mawar Bikin Resah Petani, Pemkot Batu Dorong Hilirisasi Sektor Industri Kosmetik

Penulis : Prasetyo Lanang - Editor : Dede Nana

09 - Aug - 2026, 11:51

Placeholder
Salah satu penjual bunga potong di Kota Batu merasakan fluktuasi harga mawar yang tak selalu tinggi karena permintaan musiman tertentu.(Foto: Prasetyo Lanang/JatimTIMES)

JATIMTIMES – Pemerintah Kota (Pemkot) Batu mulai menggodok langkah strategis untuk menggenjot hilirisasi komoditas flora di Kota Batu. Langkah ini diambil guna mengatasi persoalan fluktuasi harga bunga segar yang selama ini kerap merugikan para petani lokal.

Salah satu terobosan yang disiapkan yakni mengarahkan hasil panen bunga mawar dan jenis flora lainnya menjadi bahan baku kosmetik, sabun, hingga minyak aromaterapi. Wakil Wali Kota Batu Heli Suyanto menyebut ketergantungan pada pasar bunga segar membuat petani sangat rentan terhadap dinamika pasar, terutama saat momen sepi permintaan seperti bulan Suro.

Baca Juga : PKDI Cup II 2026 Bergulir di Kota Batu, Wali Kota dan Wawali Ikut Jajal Lapangan Hijau

"Jika bunga terolah, serapannya tidak hanya mengandalkan momentum tertentu, namun bisa diserap setiap waktu," ujar Heli Suyanto.

Menurutnya, pengolahan bunga menjadi ekstraksi bahan kecantikan maupun minyak atsiri akan memberikan nilai tambah yang melipat ganda bagi hasil panen warga. Guna memuluskan rencana tersebut, Pemkot Batu mulai membuka komunikasi dengan calon investor dari berbagai kota besar seperti Jakarta.

"Ada beberapa pihak dan investor yang sudah berkomunikasi dengan Pemkot Batu. Saat ini masih kami kaji regulasi dan teknisnya," terang politisi Partai Gerindra tersebut.

Selain mengincar investasi fasilitas pengolahan, Pemkot Batu juga menggandeng akademisi dari Polbangtan Malang untuk melakukan pendampingan teknologi pertanian. Pembinaan ini penting agar kualitas bunga segar yang dihasilkan para petani memenuhi standar kualifikasi industri kosmetik modern.

Baca Juga : Kisah Abu Hurairah Dengan Ganjalan Batu di Perut dan Keberkahan Susu dari Rasulullah

Heli optimistis kolaborasi lintas sektor ini mampu mengangkat potensi ekonomi kreatif berbasis flora di Kota Batu ke tingkat yang lebih tinggi. Ia berharap hasil kerja keras petani tidak lagi dihargai murah akibat permainan harga di pasar tradisional.

"Saatnya hasil panennya juga punya nilai jual tinggi di industri modern," tegas Heli.


Topik

Pemerintahan bunga penjual bunga kota batu



JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Ngawi Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

Prasetyo Lanang

Editor

Dede Nana