JATIMTIMES - Pelatih Persema Malang, Firman Basuki, secara terbuka mengakui timnya menjalani persiapan yang sangat singkat jelang tampil di Liga 4. Dengan waktu efektif hanya dua pekan, Persema tetap berusaha memaksimalkan potensi yang ada demi satu target utama lolos dari babak 32 besar.
Firman menjelaskan, pembentukan tim dilakukan dalam kondisi serba terbatas. Seleksi pemain berlangsung singkat dan mayoritas skuad merupakan pemain muda yang baru pertama kali merasakan atmosfer kompetisi resmi.
Baca Juga : Sopir Bus Harapan Jaya Kena Pasal Berlapis setelah Tewaskan Dua Mahasiswi di Tulungagung
“Dengan kondisi seperti itu, kita persiapan yang minim, cuma 2 minggu. Di mana ada persiapan tim 2 minggu Liga 4, dengan pemain seadanya, kita ambil. Kita memanfaatkan pemain seadanya, seleksi 2 hari, seleksi berjalan 3 hari, persiapan cuma 2 minggu. Bisa bayangin gak, persiapan 2 minggu,” ujar Firman.
Situasi tersebut, menurutnya, berdampak pada penerapan strategi di lapangan. Ia menilai wajar jika permainan Persema belum sepenuhnya berjalan sesuai rencana, baik dalam organisasi serangan maupun pertahanan.
“Untuk kurang berjalannya, strategi gini-gini, saya wajar. Karena dengan persiapan yang minim, tapi semangatnya anak-anak masih luar biasa. Semangat juangnya lebih bagus, jiwa memiliki persema lebih bagus, mungkin kurang efisien dalam penyerangan, dalam pertahanan. Mungkin butuh proses mas,” lanjutnya.
Meski demikian, Firman tetap optimistis. Ia berharap Persema mampu melaju ke fase berikutnya sebagai modal penting untuk melakukan pembenahan.
“Semoga mudah-mudahan di 32 besar ini kita bisa lolos, hasil yang positif untuk kedepannya biar lebih bagus lagi,” katanya.
Firman juga menyinggung faktor mental pemain, terutama saat tampil di Stadion Gajayana dengan tekanan suporter. Banyak pemain muda disebut masih canggung sehingga instruksi pelatih belum sepenuhnya berjalan maksimal.
“Saya sadari pemain kita juga baru main disini. Bahkan pemain muda yang baru main di Liga 4. Kita main di Gajayana dengan supporter seperti itu, kondisi tegang. Akhirnya instruksinya gak jalan, main semaunya dia. Tapi gak masalah, itu proses dari sebuah permainan sepak bola yang nantinya akan menjadi positif ke depannya,” tegasnya.
Terkait rencana penambahan pemain, Firman memastikan belum ada langkah tersebut dalam waktu dekat. Fokus tim saat ini sepenuhnya tertuju pada babak 32 besar.
“Sementara ini kita belum. Untuk tambahan pemain itu kita baru lolos, kita baru bisa nambah pemain. Untuk sementara sambil jalan, kita gak bisa. Kita kalau lolos baru nambah pemain 5 boleh,” jelasnya.
Baca Juga : Menaker Ungkap Data: 69% Leader Perusahaan Menolak Pelamar yang Tak Menguasai AI
Soal target, Firman menegaskan Persema tidak muluk-muluk. Baginya, lolos ke fase selanjutnya jauh lebih penting dibandingkan penampilan atraktif.
“Harapan tentunya kita main semoga bisa jadi lebih baik ya, cuman yang terpenting kita lolos, kita lolos bukan perkara main bagus atau main jelek, yang penting lolos. Gitu aja,” tandasnya.
Ia juga menyinggung pentingnya evaluasi, termasuk pengendalian emosi pemain di tengah pertandingan, terutama terkait keputusan wasit yang kerap memancing reaksi berlebihan.
“Cara mengontrolnya kita harus lebih tenang lagi, gak usah keburu-buru dalam melakukan pelanggaran atau gimana. Dan hasil keputusan wasit itu yang membuat kita emosi,” ujarnya.
Firman berharap pada laga-laga berikutnya, suasana pertandingan bisa lebih kondusif sehingga pemain dan tim pelatih dapat bekerja lebih tenang dan fokus.
“Mudah-mudahan di dua pertandingan kedepannya, wasitnya bagus, hasil keputusannya bagus, sehingga bisa ngontrol pemain untuk tingkat emosinya, begitu juga pelatih, lebih bagus lagi dan lebih tenang lagi, biar lebih terkontrol,” pungkasnya.
