Jatim Times Network Logo
Poling Pilkada 2024 Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Poling Pilkada 2024
Pemerintahan

Bupati Sanusi Beri Atensi Khusus SDN 2 Tumpukrenteng yang Kekurangan Murid: Kita Merger

Penulis : Tubagus Achmad - Editor : A Yahya

14 - Jan - 2026, 19:41

Placeholder
Bupati Malang HM. Sanusi bersama Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Malang Bagus Sulistyawan saat berkunjung ke SDN 2 Tumpukrenteng, Kabupaten Malang, Rabu (14/1/2026). (Foto: Dok. Prokopim Setda Kabupaten Malang for JatimTIMES)

JATIMTIMES - Bupati Malang HM. Sanusi memberikan atensi khusus terhadap kondisi SDN 2 Tumpukrenteng di Dusun Krajan, Desa Tumpukrenteng, Kecamatan Turen yang saat ini hanya memiliki murid kurang dari 60 anak atau lebih tepatnya 31 murid secara total mulai dari kelas satu sampai enam. 

Atensi itu disampaikan Sanusi usai melakukan kunjungan kerja ke SDN 2 Tumpukrenteng didampingi Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Malang Bagus Sulistyawan, Asisten Bidang Perekonomian dan Pembangunan Sekretaris Daerah Kabupaten Malang Prasetyani Arum Anggorowati, Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekretaris Daerah Kabupaten Malang Rachmat Hardijono. 

Baca Juga : Bupati Malang Tinjau Mesin Poles Beras Premium, Dukung Program Pengembangan Ketahanan Pangan

Selain itu, hadir pula Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Malang Nurman Ramdansyah, serta Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kabupaten Malang drg. Arbani Mukti Wibowo. 

Menurut Sanusi, SDN 2 Tumpukrenteng yang sangat kekurangan murid tersebut rencananya akan dilakukan merger atau penggabungan dengan sekolah SDN terdekat. Terkait rencana tersebut masih akan dirapatkan oleh tim dari Dinas Pendidikan Kabupaten Malang. 

"Nanti akan kita rapatkan dengan tim dari Dinas Pendidikan Kabupaten Malang. Nanti sekolah yang satu kelasnya kurang dari 20 anak, nanti kita merger ke sekolah terdekat di wilayah sekolah tersebut," ungkap Sanusi kepada JatimTIMES.com, Rabu (14/1/2026).  

Orang nomor satu di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang itu mengatakan, kondisi sekolah yang kekurangan murid seperti di SDN 2 Tumpukrenteng membuat Pemkab Malang harus mengambil kebijakan untuk penggabungan sekolah atau merger sekolah. 

"Karena sekarang ini pemerintah kekurangan guru. Gurunya cuma satu yang PNS, yang lain guru PPPK dan sudah tidak boleh mengangkat lagi honorer, sehingga tenaga pengajarnya kurang. Maka solusinya harus di merger (gabung), kita gabung ke sekolah yang sudah besar," jelas Sanusi. 

Baca Juga : Bupati Malang Ajak HKTI Sejahterakan Petani, Hubungkan ke Pasar Industri

Pejabat publik yang dulunya pernah menjadi seorang guru ini menyebut, jika kondisi sekolah yang sangat kekurangan murid seperti SDN 2 Tumpukrenteng dibiarkan begitu saja, maka para murid yang akan menjadi korban akibat kurang maksimalkan proses pembelajaran di sekolah. 

"Kalau dibiarkan begitu, nanti korbannya anak itu, jadi kualitasnya tidak bagus. Kalau nilainya di bawah 70, nanti kualitas sumber daya manusianya tidak bagus," pungkas Sanusi. 


Topik

Pemerintahan sanusi bupati malang bagus sulistyawan turen



JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Ngawi Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

Tubagus Achmad

Editor

A Yahya

Pemerintahan

Artikel terkait di Pemerintahan