Fasilitas Alun-alun di Kawasan Stadion Kanjuruhan: Rest Area hingga Gerai UMKM, Anggaran Ditaksir Rp150 M

Reporter

Ashaq Lupito

Editor

Dede Nana

07 - May - 2026, 05:11

Bupati Malang HM. Sanusi (dua dari kanan) beserta rombongan saat melaksanakan peninjauan lokasi rencana pembangunan Alun-alun di kawasan Stadion Kanjuruhan, Kecamatan Kepanjen, Kabupaten Malang, Kamis (7/5/2026). (Foto: Ashaq Lupito/JatimTIMES)

JATIMTIMES - Rencana pembangunan Alun-alun di kawasan Stadion Kanjuruhan diperkirakan bakal menyerap anggaran mencapai ratusan miliar. Pembiayaan pembangunan alun-alun tersebut bersumber dari perencanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) tahun 2027 dan hasil dividen dari Bank Jatim.

Anggaran mencapai ratusan miliar tersebut bakal digunakan untuk membangun sejumlah fasilitas memadai selayaknya alun-alun pada umumnya. Namun bedanya, selain dilengkapi rest area maupun tempat rekreasi, pembangunan alun-alun untuk ruang publik tersebut rencananya juga bakal dilengkapi outlet atau gerai Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM).

Baca Juga : Meski Omzet Turun, Pedagang Pasar Gadang Ngaku Lebih Nyaman di Tempat Baru

Pernyataan tersebut disampaikan Bupati Malang HM. Sanusi saat dikonfirmasi disela-sela agenda peninjauan lokasi pembangunan Alun-alun di kawasan Stadion Kanjuruhan pada Kamis (7/5/2026). "Anggarannya nanti di APBD 2027, kami anggarkan melalui perencanaan. Mungkin diperkirakan cukup Rp150-an miliar," ujarnya.

Sebagaimana diketahui, rencana pembangunan alun-alun di kawasan Stadion Kanjuruhan tersebut mengubah wacana awal. Di mana, pada wacana sebelumnya, alun-alun tersebut rencananya bakal dibangun pada kawasan Pendapa Panji Kabupaten Malang, Kecamatan Kepanjen.

Sanusi menyebut, perubahan rencana pembangunan alun-alun tersebut turut mempertimbangkan sejumlah aspek. Terutama dari segi anggaran. "(Kalau di kawasan Pendapa, red) terlalu banyak biayanya. Sehingga dalam situasi efisiensi, APBD tidak akan mampu bangun di sana," ujarnya.

Di sisi lain, disampaikan Sanusi, pembangunan alun-alun tersebut juga ditujukan untuk merealisasikan harapan dari masyarakat. Sehingga Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang akhirnya memilih untuk segera merealisasikan pembangunan alun-alun meski akhirnya lokasinya digeser ke kawasan Stadion Kanjuruhan.

"Tuntutan masyarakat ini harus segera selesai. Maka atas persetujuan DPRD (Kabupaten Malang), pembangunan alun-alun dipindah ke sini," imbuhnya.

Selain keberadaan lahan yang dinilai lebih siap untuk dibangun Alun-alun, di kawasan Stadion Kanjuruhan tersebut selama ini juga sudah dimanfaatkan untuk ruang publik maupun rekreasi. Salah satunya event Car Free Day (CFD) yang juga turut menyedot banyak pelaku UMKM.

"Kalau di sini (kawasan Stadion Kanjuruhan, red) ini ready. Sehingga nanti masyarakat yang ingin rekreasi atau istirahat sudah ready semua, bisa langsung nyambung (dengan alun-alun, red)," imbuhnya.

Baca Juga : Bupati Malang Tinjau Pemindahan Pembangunan Alun-Alun di Kawasan Stadion Kanjuruhan

Sebagaimana yang telah disampaikan sebelumnya, diutarakan Sanusi, pada pembangunan alun-alun tersebut nantinya juga bakal dibangun sejumlah fasilitas penunjang. Yakni mulai dari tempat untuk beristirahat atau rest area hingga gerai UMKM.

"Fasilitasnya seperti alun-alun pada umumnya, ada rest area. Nanti juga ada outlet, kios UMKM untuk 33 kecamatan (sejumlah kecamatan yang ada di Kabupaten Malang)," ujarnya.

Rencananya, pembangunan alun-alun tersebut membutuhkan lahan seluas kurang lebih tiga hektare. Sehingga Pemkab Malang juga membuka wacana untuk pembebasan lahan.

Di sisi lain, pembangunan alun-alun tersebut membutuhkan anggaran yang ditaksir mencapai ratusan miliar. Namun, untuk kepastiannya masih menunggu perencanaan pada APBD 2027. Sedangkan untuk pembebasan lahannya rencananya bakal dibiayai Bank Jatim melalui skema dividen. "Sedangkan untuk target realisasinya di 2027," pungkas Sanusi.