Jatim Times Network Logo
Poling Pilkada 2024 Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Poling Pilkada 2024
Olahraga

Ruben Amorim Dipecat MU, Buntut Konflik dengan Manajemen 

Penulis : Binti Nikmatur - Editor : Nurlayla Ratri

05 - Jan - 2026, 18:16

Placeholder
Ruben Amorim, pelatih asal Portugal yang dipecat dari posisinya sebagai head coach Manchester United. (Foto: Getty Images)

JATIMTIMES - Manchester United resmi memecat Ruben Amorim, Sabtu (5/1). Pelatih asal Portugal itu dipecat dari posisinya sebagai head coach setelah tensi dengan manajemen klub kian memanas di tengah performa tim yang tak kunjung stabil di Liga Inggris.

Amorim sebelumnya dikenal kukuh dengan skema tiga bek dan wing-back sejak pertama kali datang ke Old Trafford. Namun, pendekatan tersebut sempat diubah saat United meraih kemenangan atas Newcastle pada laga Boxing Day dengan formasi empat bek, sebelum kembali ke sistem tiga bek di pertandingan berikutnya.

Baca Juga : Cincin Cahaya di Langit Malang, BMKG Sebut Itu Fenomena Halo Matahari

Perubahan taktik itu disebut-sebut bukan murni keputusan Amorim. Sejumlah laporan menyebut kepala rekrutmen MU, Christopher Vivell, mendorong Amorim agar lebih fleksibel. Dorongan itu muncul setelah pelatih Fulham Marco Silva membeberkan analisis detail tentang cara meredam permainan United, usai laga imbang di Craven Cottage pada Agustus lalu.

Situasi tersebut mempertegas adanya perbedaan pandangan antara Amorim dan internal klub. Ia bahkan secara terbuka mengakui adanya ketidaksepakatan soal target transfer, yang disebut-sebut melibatkan direktur sepak bola Jason Wilcox. Isyarat konflik itu semakin kuat seiring dibukanya bursa transfer Januari.

Dalam beberapa pekan terakhir, Amorim tak lagi menutupi kekecewaannya terhadap apa yang ia anggap sebagai campur tangan berlebihan dari jajaran direksi. Setelah MU ditahan imbang Leeds United 1-1 pada Minggu lalu, Amorim melontarkan pernyataan kritis dalam konferensi pers.

“Saya datang ke sini untuk menjadi manajer, bukan hanya pelatih. Setiap departemen, scouting, direktur olahraga, harus melakukan tugasnya. Saya akan melakukan tugas saya selama 18 bulan, lalu kita semua melanjutkan,” ujar Amorim, dikutip BBC, Senin (5/1). 

“Saya akan menjadi manajer tim ini, bukan sekadar coach. Itu sudah sangat jelas sejak awal. Kontrak itu akan berakhir dalam 18 bulan dan kemudian semua akan berubah. Itu kesepakatannya.” tambahnya. 

Saat itu, Manchester United berada di peringkat keenam klasemen Premier League setelah 20 pertandingan. Hasil imbang melawan Leeds membuat Setan Merah hanya meraih satu kemenangan dari lima laga terakhir, serta tiga kemenangan dari 11 pertandingan di liga.

Selama menukangi MU, Amorim memimpin total 63 pertandingan. Namun, ia gagal mencatatkan rasio kemenangan di atas 50 persen. Rekornya bersama United adalah 24 kemenangan, 18 hasil imbang, dan 21 kekalahan, dengan persentase kemenangan 38,1 persen.

Musim lalu pun menjadi salah satu periode terburuk Manchester United di era Premier League. Mereka finis di peringkat ke-15 dengan perolehan poin terendah sejak musim 1973/1974, saat klub terdegradasi dari kasta tertinggi.

Dalam upayanya menjelaskan posisi kepada publik, Amorim juga membandingkan dirinya dengan sejumlah nama besar Liga Inggris. Ia menyiratkan bahwa pelatih sekelas Thomas Tuchel, Antonio Conte, atau Jose Mourinho mungkin tak akan mengalami tekanan serupa.

“Saya tahu nama saya bukan Tuchel, bukan Conte, bukan Mourinho. Tapi saya adalah manajer Manchester United,” katanya.

“Saya tidak akan mundur. Saya akan melakukan pekerjaan saya sampai klub memutuskan mengganti saya.” tandasnya. 

Baca Juga : Blunder saat Main di Kandang, M Rafli Out dari Arema FC

Amorim juga menyinggung soal sensitivitas klub terhadap kritik eksternal. Ia bahkan menyebut nama pundit Sky Sports dan mantan pemain MU, Gary Neville.

“Jika orang-orang di sini tidak bisa menerima kritik dari Gary Neville dan lainnya, maka klub ini yang perlu berubah,” katanya.

Akhirnya, Manchester United mengambil keputusan untuk mengakhiri kerja sama dengan Amorim. Dalam pernyataan resmi klub, disebutkan bahwa keputusan itu diambil dengan berat hati demi menjaga peluang finis setinggi mungkin di Premier League.

“Ruben diangkat pada November 2024 dan berhasil membawa tim ke final Liga Europa UEFA di Bilbao pada Mei. Dengan posisi tim saat ini di peringkat keenam, manajemen menilai ini adalah waktu yang tepat untuk melakukan perubahan,” demikian pernyataan klub.

Manchester United juga mengucapkan terima kasih atas kontribusi Amorim dan mendoakan yang terbaik untuk kariernya ke depan.

Untuk sementara, MU menunjuk Darren Fletcher sebagai pelatih interim. Fletcher akan memimpin tim saat menghadapi Burnley pada Rabu mendatang.

Darren Fletcher bukan sosok asing di Old Trafford. Mantan gelandang asal Skotlandia itu mencatatkan lebih dari 340 penampilan selama 20 tahun berseragam Manchester United. Ia turut memenangkan lima gelar Premier League, dua Piala Liga, satu Piala FA, serta satu trofi Liga Champions.

Setelah meninggalkan MU sebagai pemain, Fletcher sempat memperkuat West Bromwich Albion dan pensiun di Stoke City pada usia 34 tahun. Ia kemudian kembali ke klub sebagai pelatih tim U-16 pada 2020, bergabung dengan staf tim utama, dan sempat menjabat direktur teknik selama tiga tahun. Sejak Juli lalu, Fletcher menangani tim U-18 sebelum kini dipercaya memimpin tim utama sebagai pelatih interim.


Topik

Olahraga ruben amorim mu manchester united



JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Ngawi Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

Binti Nikmatur

Editor

Nurlayla Ratri

Olahraga

Artikel terkait di Olahraga